Misteri Human Combustion, Api dari Dalam Tubuh Manusia ?

20.49 Arie Akbar 1 Comments

Alam semesta masih dijejali dengan berbagai misteri, mulai dari misteri kosmos, fenomena alam misterius bahkan hingga misteri yang ada dalam diri manusia, beberapa diantaranya belum sepenuhnya dapat dipecahkan dan menyisakan berbagai tanda tanya, salah satu diantara misteri tersebut adalah tentang Spontaneous Human Combustion dimana ada peristiwa ketika tubuh manusia terbakar habis menjadi abu tanpa sebab yang jelas oleh api misterius yang ditengarai berasal dari dalam tubuh manusia sendiri.
berbeda dengan pengendali angin atau api dalam Avatar, api yang membakar tubuh manusia dalam spontaneous human combustion ini jangankan dikendalikan bahkan penyebabnya masih menimbulkan berbagai perdebatan mulai dari penjelasan ilmiah hingga mistis.
kabar baiknya peristiwa Spontaneous Human Combustion ini adalah kasus yang sangat jarang terjadi baik dalam rentang waktu sejarah maupun jumlah populasi manusia, kabar buruknya .. sialnya fenomena ini gak mengenal batas wilayah, mulai dari Eropa sampai Asia bisa ditemui kejadian tersebut

Catatan: Ane Mohon maaf sebelumnya, tulisan yang ini ane nggak bakal share pict korban karena terlalu DP gan, yang penasaran cari aja sendiri, banyak kok di google

Misteri Pembakaran Manusia Spontan
Pembakaran manusia spontan atau dalam istilahnya disebut "Spontaneous Human Combustion (SHC)" adalah sebuah fenomena aneh dimana tubuh manusia secara misterius terbakar tanpa sumber penyulut apapun.
Yang aneh tentang pembakaran manusia spontan ini adalah bahwa tidak ada penyebab pastinya. Dalam kebanyakan kasus pembakaran manusia spontan, tubuh manusia akan ditemukan hangus terbakar dengan hanya menyisakan satu atau dua bagian dari anggota tubuh saja.
Kasus pembakaran spontan ini telah dilaporkan selama sekitar 300 tahun. Kasus resmi pertama kali yang dilaporkan dan didokumentasikan dari pembakaran manusia spontan adalah laporan dari ahli anatomi Denmark, Thomas Bartholin, pada tahun 1663. Ia merincikan tentang kasus seorang wanita di Paris yang ditemukan dalam kondisi hangus terbakar saat tidur. Yang menjadikan kasus ini aneh adalah karena kasur yang dia pakai tidur saat itu tidak ikut terbakar sedikitpun oleh api yang membakar wanita tersebut.
Diantara sekian banyak kasus yang dilaporkan, salah satu kasus yang paling terkenal dari fenomena ini adalah kasus dari Mary Reeser pada tahun 1951. Sesuai dengan beberapa catatan-catatan kasusnya yang didokumentasikan dijelaskan bahwa tubuh Mary Reeser ditemukan hangus terbakar menjadi abu, hanya tengkorak dan kakinya saja yang tersisa.
Pada tahun 1982, Kota Edmondton yang merupakan bagian dari London Utara, dikejutkan oleh berita laporan tentang seorang gadis yang bertempat tinggal di daerah tersebut, Jeannie Saffin, telah terbakar saat sedang duduk di samping ayahnya di rumah mereka.

Apa yang menyebabkan peristiwa aneh ini terjadi?
Beberapa orang percaya jika fenomena pembakaran manusia spontan ini disebabkan oleh adanya sebuah reaksi bakteri. Sama halnya dengan apa yang menyebabkan tumpukan jerami dapat terbakar dengan sendirinya. Jika tumpukan jerami dipenuhi oleh bakteri lembab yang berkembang biak dengan sangat cepat, maka dapat menghasilkan panas dalam proses fermentasi. Menurut mereka, hal ini bisa saja terjadi pada manusia yang mengalami insiden misterius pembakaran spontan.
Bakteri dalam saluran pencernaan manusia atau perut dapat menyebabkan efek yang sama. Tetapi para ahli mengatakan bakteri tidak bisa menghasilkan panas yang cukup untuk dapat bereaksi di dalam tubuh manusia. Untuk dapat membakar tubuh manusia, dibutuhkan lebih dari seribu derajat Celsius di krematorium. Hal ini tidak bisa dilakukan oleh bakteri manapun.
Hal lain yang memperdalam misteri ini adalah tidak ada bukti bahwa salah satu korban yang pernah dilaporkan dan kasusnya tercatat sebagai korban pembakaran spontan yang mencoba melarikan diri atau mendapatkan bantuan. Mereka selalu ditemukan sudah dalam keadaan hangus terbakar tanpa ada barang bukti sedikit pun yang mengarah pada suatu tersangka.

Kasus Aneh Manusia Terbakar Sendiri, Benarkah Karena Kutukan?
Vemale.com - Pernah mempublikasikan artikel, seorang bayi di India mengalami kasus terbakar dengan sendirinya hingga 4 kali. Kejadian aneh ini tidak sampai membuat sang bayi meninggal, tetapi memerlukan perawatan intensif. Kasus ini bukan yang pertama, sudah terjadi ratusan tahun lalu. Ratusan orang dewasa mengalami kasus terbakar dengan sendirinya hingga tubuh menjadi abu dan meninggal dunia.

Terjadi Sejak Ratusan Tahun Lalu
Diberitakan oleh heavy.com pada tanggal 19 Februari 2013, seorang pria berusia 57 tahun meninggal dalam kondisi terbakar. Tidak ada barang-barang atau kondisi terbakar di sekitar korban. Diduga, pria ini mengalami kasus Spontaneous Human Combustion atau Manusia Yang Terbakar Spontan. Kejadian ini sudah ratusan kali terjadi, tubuh para korban terbakar dengan sendirinya dari dalam.
Ciri kasus Spontaneous Human Combustion, tubuh bagian tengah korban hangus dan menjadi abu, tangan dan kaki biasanya masih tersisa tanpa terbakar sedikitpun. Yang aneh, barang-barang di sekitar korban tidak ikut terbakar, hanya tubuh bagian tengah si korban yang hangus dan menjadi abu.

Kasus Tubuh Terbakar Sendiri di Masa Lalu
Pada tahun 1744, wanita bernama Grace Pett ditemukan dalam kondisi mengenaskan, tubuhnya terbakar dengan sisa seperti kayu hangus. Wanita yang tinggal di Inggris tersebut terbakar habis tanpa terlihat lidah api merah yang membakar tubuhnya. Grace terbakar dengan sendirinya tanpa menyebabkan kerusakan pada benda-benda di sekitarnya.
Sementara itu pada tanggal 18 Mei 1957, tubuh Anna Martin, berusia 68 tahun ditemukan sudah menjadi abu. Hanya sedikit bagian perut dan sepasang sepatu. Petugas kedokteran memperkirakan bahwa tubuh wanita ini telah terbakar dengan suhu lebih dari 1.000 derajat celsius. Masih banyak lagi kasus lain.

Teori Penyebab Tubuh Terbakar Ditemukan, Tapi Masih Jadi Misteri
Tubuh manusia yang terbakar sendiri sudah terjadi ratusan tahun lalu. Di masa lalu, kasus Spontaneous Human Combustion sering dianggap sebagai kutukan akibat perbuatan buruk seseorang. Ada juga yang mengatakan ini adalah hukuman Tuhan. Namun, seiring berkembangnya ilmu pengetahuan membuat para ahli menyelidiki dan membuat beberapa teori.
  1. Ada ahli yang berpendapat bahwa tubuh yang terbakar akibat konsumsi alkohol yang berlebihan, sehingga memicu rasa panas dan terbakar dari dalam. Teori ini muncul karena mayoritas korban adalah peminum alkohol.
  2. Ada juga teori yang mengatakan bahwa tubuh manusia itu seperti lilin, bagian tengah adalah sumbu yang dikelilingi lemak. Teori ini menjelaskan mengapa bagian tangan dan kaki korban tidak terbakar. Misalnya pada saat menyalakan sebatang korek api, api akan padam sebelum batang di bagian bawah terbakar.
  3. Dan masih banyak teori lain
Banyak teori hasil penyelidikan, namun belum satupun yang benar-benar terpercaya. Sulitnya mengungkap kasus ini karena tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi, kejadiannya sangat cepat dan para korban sering ditemukan sudah meninggal menjadi kerangka atau abu. Tidak heran jika kasus ini menjadi salah satu misteri terbesar.
Hingga sekarang, penyebab pasti Spontaneous Human Combustion belum diketahui. Bahkan, berita dari natureworldnews.com menyebutkan bahwa tim dokter yang menangani Rahul (bayi India yang terbakar dengan sendirinya) belum bisa menjawab penyebab fenomena misterius ini. Semoga saja penyebab pontaneous Human Combustion segera diketahui agar hal yang sama tidak terjadi kembali.

Pernahkah terpikir seseorang yang sedang tidur santai, berdansa, menyetir mobil, di kamar mandi atau duduk di sofa tiba-tiba tanpa ada sumber api tubuhnya terbakar hidup-hidup. Kejadian itu disebut Spontaneous Human Combustion (SHC) atau tubuh terbakar spontan yang hingga kini penyebabnya masih menjadi misteri.
Kejadian ini boleh dibilang tak masuk akal, karena korban yang terbakar hingga tewas tidak sedang berada dalam dekat api atau mengalami korsleting. Tapi tubuhnya tiba-tiba seperti meledak dari dalam hingga membakar seluruh tubuhnya.
Tubuh terbakar spontan terjadi akibat adanya semburan api dari reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh tanpa adanya sumber panas eksternal.
Kasus tubuh terbakar spontan pertama kali diteliti ahli anatomi Denmark Thomas Bartholin pada tahun 1663. Saat itu digambarkan seorang perempuan di Paris terbakar saat sedang tidur.
Seperti dikutip dari Howstuffworks, Senin (26/4/2010) ratusan kasus tubuh terbakar spontan yang telah terjadi selalu mengikuti pola yang sama. Bagian kaki selalu utuh, meskipun batang tubuh dan kepala sudah hangus tak bisa dikenali.
Selain itu ruangan disekitarnya tidak menunjukkan atau hanya sedikit tanda-tanda adanya api. Pada kasus tertentu kadang ditemui organ internal korban tetap tak tersentuh sementara bagian luarnya hangus.
Tidak semua korban tubuh terbakar spontan meninggal. Sebagian kecil korban yang selamat mengalami luka bakar aneh di tubuhnya tanpa ada sumber yang jelas.

Misteri Spontaneous Human Combustion (1)
Misteri Kematian 8 Orang Yang Terbakar Secara Tiba-Tiba
Tanpa berdekatan atau tersulut api, tubuh orang-orang ini tiba-tiba saja terbakar hidup-hidup. Kejadian itu disebut Spontaneous Human Combustion (SHC) atau tubuh terbakar spontan yang hingga kini penyebabnya masih menjadi misteri.
Kejadian ini boleh dibilang tak masuk akal, karena korban yang terbakar hingga tewas tidak sedang berada dekat api atau mengalami korsleting. Tapi tubuhnya tiba-tiba seperti meledak dari dalam hingga membakar seluruh tubuhnya.
Tubuh terbakar spontan terjadi akibat adanya semburan api dari reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh tanpa adanya sumber panas eksternal. Ratusan kasus tubuh terbakar spontan yang telah terjadi selalu mengikuti pola yang sama. Bagian kaki selalu utuh, meskipun batang tubuh dan kepala sudah hangus tak bisa dikenali.
Selain itu ruangan di sekitarnya tidak menunjukkan atau hanya sedikit tanda-tanda adanya api. Pada kasus tertentu kadang ditemui organ internal korban tetap tak tersentuh sementara bagian luarnya hangus.
Berikut beberapa korban Spontaneous Human Combustion yang tubuhnya terbakar secara tiba-tiba :
1. George Mott
Saat menonton The Twilight Zone bersama teman-temannya, George Mott, pemadam kebakaran di Crown Point, New York, berkata ingin mengalami kondisi yang terjadi di dalam film, yakni tubuh terbakar tiba-tiba.
George pun mendapatkan keinginannya. Ketika sang anak mengunjunginya beberapa hari kemudian, George ditemukan telah menjadi abu di atas tempat tidurnya. Tubuhnya terbakar habis, hanya menyisakan salah satu tulang rusuk dan tengkorak. Anehnya, segala benda yang ada di ruangannya tampak utuh.
George dikenal sebagai peminum alkohol dan menggunakan tangki oksigen, tetapi benda tersebut sedang tidak digunakan saat kejadian aneh itu terjadi.

2. Michael Faherty
Pada tahun 2010, Michael Faherty (76) ditemukan terbakar sampai mati di rumahnya di Irlandia. Tetangga dibangunkan oleh suara alarm asap dan melihat asap tebal yang berasal dari rumah Faherty. Dia ditemukan terbaring telentang dekat perapian.
Namun anehnya, satu-satunya kerusakan yang ditemukan adalah tubuhnya, langit-langit di atasnya dan lantai di bawahnya. Api tidak menyebar ke tempat lain, tidak pula ada pemacu api yang ditemukan. Peneliti menyimpulkan bahwa api yang terbuka di perapian bukanlah penyebab kematian Faherty.
Setelah otopsi, petugas koroner menyimpulkan bahwa api berasal dari tubuh Faherty sendiri dan masuk dalam kategori spontaneous human combustion.

3. Mary Reeser
Pada tahun 1951, tubuh Mary Reeser ditemukan telah menjadi abu. Bagian yang tersisa dari tubuhnya hanyalah tulang punggung, kaki kiri dan tengkorak yang telah menyusut seukuran cangkir teh. Namun ruangan di sekitarnya tetap utuh dan tak meninggalkan bekas-bekas kebakaran.
FBI turun tangan untuk mencari penyebab kematian Reeser dan menyimpulkan bahwa ia adalah korban 'efek sumbu', di mana tubuh manusia hancur oleh api karena pakaian korban menyerap lemak tubuh yang meleleh dan bertindak sebagai sumbu lilin.

4. Young Sik Kim
Young Sik Kim (78) mengalami kelumpuhan dan menghabiskan sebagian besar hidupnya di atas kursi roda. Suatu hari, seorang tetangga berkunjung dan menemukan tubuh Kim terselimuti api biru yang meledak dari perutnya.
Tetangga tersebut segera keluar mencari bantuan, tetapi pada saat ia kembali, Kim dan kursinya telah menjadi tumpukan abu. Hanya kakinya yang tersisa utuh. Anehnya, tirai dan pakaian di dekatnya sama sekali tidak tersentuh api, meskipun panas api telah mengubah Kim menjadi abu.

5. Polonus Vorstius
Kasus spontaneous human combustion pertama dalam sejarah terjadi pada seorang ksatria Italia, Polonus Vorstius, yang hidup pada abad ke-15 pemerintahan Ratu Bona Sforza di Milan, Italia. Ksatria itu dilaporkan telah mengonsumsi dua sendok sayur anggur yang kuat.
Dia merasa mual dan tiba-tiba memuntahkan api yang akhirnya membakar seluruh tubuhnya. Tidak ada orang lain yang terbakar, termasuk orang tua yang sedang bersamanya.

6. Dr. John Irving Bentley
Pada tahun 1966, tubuh Dr. John Irving Bentley yang telah menjadi abu ditemukan di dalam rumahnya di pedesaan Pennsylvania. Tubuhnya hangus terbakar menjadi tumpukan abu, menyisakan tungkai bawah dan sandalnya.

7. Cornelia Di Bandi
Pada tahun 1731, seorang bangsawan Cornelia Di Bandi ditemukan telah menjadi abu di kamarnya. Tubuhnya habis terbakar dan hanya menyisakan tiga jari dan kaki bagian bawah yang masih utuh. Sedikit bagian kepala dan kulitnya juga masih tersisa tetapi dilapisi uap air berminyak dan bau.
Seperti dalam kebanyakan kasus spontaneous human combustion, kebakaran itu terlokalisasi hanya di tubuhnya, dan tempat tidurnya ditemukan tidak tersentuh api.

8. Jack Angel
Jack Angel dikabarkan telah selamat dari spontaneous human combustion. Pada tahun 1974, Jack terbangun dan melihat luka bakar di lengan dan punggungnya. Bahkan ada lubang di dadanya. Dia memandang sekeliling dan tidak melihat adanya bukti kebakaran.
Karena takut, ia segera ke rumah sakit dan membuat dokter kebingungan. Dokter hanya bisa mengatakan kepadanya bahwa luka bakar tampaknya berasal dari lengan kirinya sendiri.

Menguak Fenomena Misterius: Api Muncul dari Tubuh Manusia
Kisah aneh lagi misterius ini terjadi Mei 2013 lalu. Rahul, bayi lelaki mungil asal India terbaring di rumah sakit dengan tubuh penuh luka bakar. Namun, dari mana asal api yang menyulutnya, belum terjawab hingga kini.
Sore itu, sang ibu Rajeshwari Karnan yang sedang memandikan salah satu putrinya kaget bukan kepalang mendengar teriakan Rahul dari dalam pondok mereka yang sederhana. Cepat-cepat ia berlari masuk, sebelum sempat melihat putranya, seorang tetangga yang duluan menghampiri si bocah, meneriakkan kalimat yang tak
mungkin ia lupakan: "Bayimu terbakar!"
"Ada api di perut dan kaki kanannya," kata Rajeshwari seperti Liputan6.com kutip dari Daily Mail. Rahul cepat-cepat dilarikan ke rumah sakit. Insiden mengerikan itu ternyata bukan kali pertama terjadi. Total 4 kali!
Ayahnya, Karnan Perumal membantah mereka menyiksa putra yang kelahirannya sudah lama dinantikan itu. Mereka tak cukup gila untuk membakar sang buah hati.
Tak hanya Rahul yang menderita, keluarganya pun terpaksa harus pindah dari kampung mereka. Sebab, tetangga khawatir, bocah itu bakal mendatangkan bencana kebakaran.
Lho, apa salah si Rahul?
Sejumlah warga desa menduga, api yang membakar tubuh bayi ituberasal dari kekuatan dewa -- yang membuat api keluar dari tubuhnya.
Meski, ada juga yang menduga itu ada kaitannya dengan bahan fosfor yang digunakan untuk membangun rumah mereka.
Dokter, yang awalnya menduga, Rahul adalah korban kekerasan dalam rumah tangga, mulai mempertimbangkan, jangan-jangan si kecil itu adalah korban dari fenomena paling aneh dan misterius tubuh manusia: spontaneous human combustion (SHC)-- peristiwa terbakarnya tubuh manusia secara spontan yang dihasilkan dari energi dalam dirinya.
"Kami menghadapi dilema dan belum bisa membuat kesimpulan apapun, " kata Dr Narayan Babu, Agustus lalu.
Kasus serupa terjadi di Galway, Irlandia. Seorang pria berusia 76 tahun, Michael Faherty, ditemukan tewas terbakar pada Desember 2010. Penyelidik koroner menyimpulkan, ia terbakar api yang tidak ditemukan asal usulnya.
Pertanyaannya, benarkah tubuh manusia bisa mengeluarkan api yang bisa menghanguskannya sendiri?
Lebih dari 200 kasus spontaneous human combustion dilaporkan terjadi di seluruh dunia. Kebanyakan korbannya terbakar nyaris di seluruh tubuh -- meski kaki mereka mungkin masih utuh lingkungan sekitarnya juga sama sekali tak terbakar.
Pada tahun 1986, jasad hangus seorang pensiunan pemadam kebakaran berusia 58 tahun, George Mott, ditemukan di apartemennya di luar Crown Point, New York. Yang tersisa hanya kaki, tengkorak yang menyusut dan potongan tulang rusuknya.
Februari tahun yang sama, Danny Vanzandt yang berusia 65 tahun, ditemukan tewas terbakar di rumahnya di Sequoyah County, Oklahoma, tanpa ada tanda-tanda terbakar di furnitur di dekatnya. Namun, laporan pemeriksaan medis menyimpulkan korban tewas akibat serangan jantung, sebelum rokok yang menyala mungkin membakar pakaiannya.
Sebelumnya, pada 1985, pensiunan Perang Vietnam, Frank Baker yang tinggal di Vermont mengklaim tiba-tiba ia terbakar saat sedang duduk di sofa. Berbeda dengan yang lain, Baker masih hidup untuk menceritakan kisahnya.
Fenomena yang sama juga pernah tercatat dalam jurnal Philosophical Transactions of The Royal Society pada 1745 yang mencatat, countess Italia berusia 62 tahun pergi tidur dalam kondisi 'lelah dan berat'. Paginya, tumpukan abu ditemukan di kamar tidurnya, dan dua kaki yang masih utuh.
Tinjauan Ilmiah
Kebanyakan ilmuwan sejauh ini masih menolak gagasan bahwa manusia dapat terbakar tanpa alasan. Apalagi, banyak kasus melibatkan korban yang sedang sendirian di dekat sumber api -- seperti rokok atau lilin. Seringkali korban sudah tua atau sedang mabuk, sehingga tak bisa memadamkan api.
Agar api menyala, 3 hal harus ada: panas yang sangat tinggi, sumber bahan bakar dan oksidator. Sementara, tubuh manusia kebanyakan terdiri dari cairan, membuatnya sulit terbakar.
Namun, sejumlah orang menganggap lemak dalam tubuh manusia bisa berperan sebagai sumber bahan bakar. Sementara rambut manusia atau pakaian bisa sebagai 'sumbunya' -- teori efek sumbu. Saat lemak meleleh, tubuh akan terbakar dari dalam keluar.
Program "The Unexplained Files" di Science Channel yang ditayangkan 2 Oktober 2013 mengikuti aksi investigator fenomena paranormal, Larry Arnold, dari ParaScience International, yang mencoba untuk memenciptakan efek sumbu dengan membungkus tulang ham dengan kain. Ia tak berhasil.
Namun, program acara BBC, "Q.E.D" melakukan eksperimen serupa pada 1998 menggunakan tubuh babi yang dibalut selimut. Percobaan itu berhasil sebab ia terbakar dalam beberapa jam tanpa menimbulkan dampak pada lingkungan sekitarnya.
Ahli biologi Inggris sekaligus penulis Brian Ford punya teori berbeda terkait sumber kebakaran misterius. Ia mengatakan, dalam kondisi yang disebut ketosis -- tubuh manusia memproduksi sejumlah kecil aseton bahan yang mudah terbakar (komponen penghapus cat kuku). Ford yakin, seseorang yang sedang sakit bisa memproduksi cukup aseton. Percikan kecil -- mungkin akibat listrik statis -- bisa membuat seseorang terbakar.
Ketosis dapat berasal dari berbagai sebab, termasuk pada orang yang kecanduan alkohol, menderita diabetes, mengonsumsi makanan tinggi lemak, dan bahkan pada bayi -- di masa tumbuh gigi .
Teori lain yang populer menyebut bahwa metana diproduksi di usus mungkin bisa terbakar.
Meskipun punya justifikasi ilmiah, beberapa orang berpendapat bahwa kasus pembakaran spontan manusia tidak memiliki penjelasan rasional.

Misteri Spontaneous Human Combustion (2) Penutup
5 FAKTA DI BALIK FENOMENA SPONTANEOUS HUMAN COMBUSTION (SHC)
Spontaneous Human Combustion (SHC) pertama kali diperkenalkan oleh Thomas Bartholin, seorang ahli anatomi pada tahun 1663. Ia menceritakan kepada publik mengenai kasus tewasnya seorang wanita di Paris yang ditemukan dalam keadaan menjadi abu dan asap di kamar tidurnya. Yang menjadi misteri dari kasus tersebut adalah materas jerami tempat wanita itu berbaring sama sekali tidak terbakar padahal wanita malang itu terbakar hangus sampai menjadi abu. Fenomena terbakarnya manusia secara spontan hingga menjadi abu inipun mulai menjadi perhatian pada tahun 1673.
Fenomena misterius ini mendapat perhatian cukup besar ketika Jonas Dupont, seorang berkebangsaan Perancis mencoba mempublikasikan kasus-kasus SHC yang telah berhasil ia himpun. Lewat buku berjudul "De Incendiis Corposris Humani Spontaneis", Jonas merintis laporan mengenai peristiwa misterius tersebut. Setidaknya ada 200 laporan yang masuk mengenai fenomena SHC. Melalui laporan-laporan itu, terdapat beberapa fakta mengenai peristiwa SHC yang justru menjadi tanda tanya besar. Fakta tersebut merupakan pola kejadian yang sama dari beberapa laporan mengenai kasus SHC
1. Tubuh korban terbakar menjadi abu
Pada sebagian besar kasus SHC, umumnya tubuh korban terbakar habis dan nyaris seluruhnya menjadi abu. Pada beberapa kasus, tersisa sedikit bagian perut sementara semua tulang menjadi abu. Kasus lainnya, hanya menyisakan potongan tangan atau kaki saja.
2. Suhu api SHC lebih panas dari api biasa
Terbakarnya tubuh korban hingga menjadi abu menunjukkan bahwa api yang melahap tubuh mereka sangat panas. Menurut tim medis yang menangani kasus SHC, diperkirakan api yang membakar korban lebih panas dari api yang digunakan untuk mngkremasi mayat.
3. Benda di sekitar korban tidak terbakar
Meskipun api yang membakar korban diperkirakan sangat panas, namun pada sebagian besar kasus SHC, benda-benda si sekitar korban justru tidak terbakar bahkan pada kasus SHC yang terjadi di tempat tidur, seprai yang berada di bawah korban tidak terbakar sama sekali.
4. Terdapat substansi seperti lemak di lokasi kejadian
Pada umumnya ditemukan substansi yang menyerupai lemak menyelimuti langit-langit dan dinding di lokasi kejadian. Lapisan lemak yang ditemukan biasanya mencapai ketinggian satu meter di atas lantai di lokasi kejadian.
5. Korban selamat tidak merasakan panas atau sakit
Mereka yang masihberhasil selamat dari kasus SHC mengaku tidak merasakan adanya panas atau sakit saat api menjilati pakaian dan tubuh mereka. Beberapa pihak kemudian berfikir bahwa mungkin korban yang tewas juga tidak merasakan sakit.

Spontaneous Human Combustion - Pembakaran Spontan Manusia
Pada tanggal 2 November 2009 kemarin, mayat seorang wanita ditemukan di sebuah trailer di Brevard County, Florida. Mayat itu berada dalam kondisi habis terbakar. Tapi anehnya, benda-benda di dalam trailer di dekat mayat sama sekali tidak terlihat hangus. Setelah lama tidak terdengar, apakah ini kasus terbaru Spontaneous Human Combustion ?
Saya tidak bisa menceritakan soal perkembangan kasus wanita ini karena saya tidak bisa menemukan berita mengenainya lagi. Tapi saya bisa menceritakan kepada anda mengenai Spontaneous Human Combustion.
Karena itu sebelum memulainya, saya ingin memberikan sedikit peringatan. Tulisan ini berisi deskripsi dan gambar yang tidak menyenangkan untuk dibaca dan dilihat. Jadi jika anda tidak ingin melihatnya, jangan melanjutkan membaca tulisan ini. Tapi saya percaya pasti rasa ingin tahu kalian akan membuat kalian terus membaca.
Baiklah, saya akan mulai bercerita.
Spontaneous Human Combustion (SHC) atau pembakaran spontan manusia adalah fenomena ketika seorang manusia terbakar menjadi abu tanpa sebab yang diketahui secara pasti. Peristiwa Ini dianggap sebagai salah satu misteri terbesar yang masih belum terjawab, bahkan setelah 350 tahun sejak kasus pertama dilaporkan.
Sejarah Spontaneous Human Combustion
Fenomena SHC pertama kali diketahui secara luas oleh publik dari seorang ahli anatomi Denmark bernama Thomas Bartholin. Pada tahun 1663, ia menceritakan bagaimana seorang wanita di Paris ditemukan telah menjadi abu dan asap di atas tempat tidurnya. Anehnya, matras jerami tempat ia berbaring sama sekali tidak gosong.
Pada tahun 1673, fenomena ini mulai mendapat perhatian cukup besar ketika seorang Perancis bernama Jonas Dupont mempublikasikan kasus-kasus SHC yang berhasil dikumpulkannya dalam sebuah buku yang berjudul "De Incendiis Corporis Humani Spontaneis".
Sejak cerita Thomas Bartholin pertama kali terdengar hingga kini, paling tidak terdapat 200 laporan mengenai peristiwa misterius ini.
Pola Korban Spontaneous Human Combustion
Dari 200 laporan yang masuk, terdapat pola yang hampir sama ditemukan pada semua tubuh korban atau lokasi kejadian.
Tubuh korban umumnya telah terbakar habis dan hampir seluruhnya menjadi abu. Ini menunjukkan api yang membakar lebih panas dibanding api biasa. Biasanya yang tersisa dari korban hanyalah potongan tangan atau kaki. Pada sebagian kasus, perut korban masih tersisa sedikit, sedangkan tulang sepenuhnya menjadi abu.
Dalam peristiwa ini, benda-benda di sekitar korban tidak pernah terbakar. Dalam beberapa kasus, bahkan seprai tempat korban tidur tidak terbakar sama sekali.
Di lokasi kejadian, umumnya juga ditemukan substansi seperti lemak menyelimuti langit-langit dan dinding. Biasanya lapisan lemak ini mencapai hingga satu meter di atas lantai. Objek-objek yang berada dalam area satu meter ini menunjukkan tanda-tanda kerusakan akibat panas, seperti cermin yang retak atau lilin yang meleleh.
Umumnya peristiwa ini terjadi ketika korban sedang berada di dalam rumahnya sendiri dan petugas koroner yang tiba di lokasi biasanya mencium bau asap dan bau manis di ruangan tempat insiden tersebut terjadi.
Korban-korban ternama
Dari 200 laporan yang masuk dalam jangka waktu 350 tahun, inilah beberapa korban yang paling sering disinggung dalam tulisan-tulisan mengenai SHC.
Pada 9 April 1744, Grace Pett yang berumur 60 tahun yang tinggal di Ipswich, Inggris, ditemukan oleh putrinya dalam kondisi seperti "sepotong kayu yang termakan habis oleh api tanpa terlihat adanya lidah api di tubuhnya." Pakaian yang tergantung di dekat mayat korban sama sekali tidak terlihat tanda-tanda hangus.
Pada tahun 1951, seorang janda berusia 67 tahun bernama Mary Reeser sedang berada di rumahnya di Florida. Pada saat itu seorang tetangganya yang hendak berkunjung merasakan pintu depan rumah Mary menjadi panas. Ketika ia dan beberapa tetangga lain menerobos masuk, mereka menemukan Mary sedang duduk di kursi dalam kondisi mengenaskan. Kepala dan tubuhnya telah terbakar habis dan hanya menyisakan sedikit tulang belakang dan kaki kirinya.
Pada 18 Mei 1957, Anna Martin, 68 tahun, yang berasal dari Pennsylvania ditemukan telah menjadi abu dengan hanya menyisakan sedikit bagian perut dan sepasang sepatu. Para petugas medis memperkirakan Anna Martin terbakar oleh api dengan suhu hingga 2.000 derajat fahrenheit, setara dengan suhu api yang digunakan dalam proses kremasi.
Pada 5 Desember 1966, seorang kakek berusia 92 tahun bernama Dr. J Irving Bentley juga dari Pennsylvania ditemukan telah tewas terbakar. Tubuh Dr Bentley habis terbakar di kamar mandinya dengan hanya menyisakan satu potong kakinya.

Saksi Peristiwa
Bayangkan, betapa mengerikannya ketika kita melihat seseorang yang kita kenal terbakar di depan mata kita. Ini pula yang terjadi pada beberapa peristiwa SHC di masa lalu.
Pada tahun 1938, seorang wanita berusia 22 tahun bernama Phyllis Newcombe baru saja selesai berdansa dan bersiap meninggalkan Shire Hall di Chelmsford, Inggris. Sementara ia berjalan menuruni tangga, tiba-tiba ia melihat pakaiannya terbakar tanpa sebab. Ia segera berlari masuk ke ballroom sambil berteriak meminta tolong. Sesaat kemudian ia jatuh tidak sadarkan diri. Beberapa orang yang panik segera bahu membahu memadamkan api yang menjilati Ms Newcombe. Namun sayang, nyawanya tidak tertolong lagi. Petugas koroner yang menyelidiki kasus ini tidak menemukan indikasi adanya rokok atau sumber api lain yang dapat memicu timbulnya api.
Pada tahun 1982, seorang wanita cacat bernama Jean Lucille Saffin sedang duduk dengan ayahnya yang berusia 82 tahun di Edmonton, London. Menurut cerita ayahnya, tiba-tiba lidah api muncul begitu saja dan menjilat tubuh anaknya. Ia melihat tubuh bagian atas Jean mulai terbakar. Ia dan menantunya berhasil memadamkan api, namun nyawa Jean tidak tertolong.
Lain lagi kisah yang satu ini. Pada September 1985, seorang perempuan muda bernama Debbie Clark sedang berjalan kaki pulang ke rumahnya ketika tiba-tiba ia melihat lidah api berwarna biru yang sesekali terlihat muncul di tubuhnya. Debbie yang tidak menyadari situasi berbahaya ini segera memberitahu ibunya yang panik yang segera memadamkannya dengan air.
Hal yang serupa juga pernah terjadi pada tahun 1980 ketika Susan Motteshead yang sedang berada di dapurnya melihat dirinya tiba-tiba diselubungi oleh api. Namun api tersebut tiba-tiba lenyap sebelum sempat membakar tubuhnya lebih lanjut.
Anehnya, menurut para saksi yang selamat, mereka tidak merasakan adanya rasa panas atau sakit. Kesaksian ini menambah kadar misteri fenomena ini. Apakah ini berarti para korban tewas tanpa merasakan rasa sakit ?
Teori-teori
Ada banyak teori yang berusaha menjelaskan penyebab peristiwa aneh ini. Teori-teori ini pada awalnya diajukan dengan melihat pola yang ada pada para korban.
Memang, dari 200 laporan SHC yang masuk, tidak semua, tapi pada umumnya korban SHC memiliki beberapa kesamaan :
1. Mereka umumnya adalah para manula.
2. Memiliki cacat atau keterbatasan gerak tubuh. Wanita yang ditemukan di Brevard County, Florida, yang saya ceritakan di paragraf pertama juga memiliki kesulitan gerak walaupun ia bisa berjalan.
3. Perokok dan peminum
4. Orang-orang yang kesepian atau hidup sendiri untuk waktu yang lama.
Jadi dengan melihat pola-pola ini, beberapa peneliti mencoba untuk memberikan penjelasan ilmiah mengenai penyebab fenomena ini.

Teori-teori tersebut adalah :
Alkohol
Kebanyakan korban SHC adalah alkoholik. Ada beberapa klaim yang mengatakan bahwa seorang peminum alkohol dapat mencapai level dimana alkohol di dalam darahnya dapat membuatnya terbakar. Namun teori ini dianggap tidak berdasar karena ethanol hanya dapat terbakar apabila konsentrasinya lebih besar dari 23%.
Teori ini menjadi tidak masuk akal karena jika manusia memiliki konsentrasi 1% saja di dalam darahnya, maka bisa dipastikan orang itu akan mengalami kematian.

Wick Effect atau efek sumbu
Teori ini menyebutkan bahwa tubuh manusia ketika tersentuh dengan api rokok dapat menyebabkan timbulnya api yang membakar tubuh. Menurut para peneliti juga, lemak di dalam tubuh manusia berfungsi sebagai substansi pembakar. Sedangkan pakaian atau rambut korban berfungsi sebagai sumbu. Sementara lemak tubuh mencair karena panas, ia membasahi pakaian dan membuat "sumbu" terbakar secara perlahan-lahan. Ini sebabnya mengapa tubuh mereka terbakar sedangkan benda-benda sekitarnya tidak.
Ketika teori ini diajukan, orang-orang bertanya, bagaimana menjelaskan potongan kaki atau tangan yang tersisa dari tubuh korban ? Jawabannya adalah level temperatur pada tubuh korban, Masih menurut para peneliti, ketika dalam posisi duduk, tubuh bagian atas korban menjadi lebih panas dibanding kakinya. Analoginya adalah seperti ketika kita menyalakan korek api. Api akan membakar kepala dan perlahan-lahan turun ke bawah. Tapi biasanya api akan mati sebelum membakar habis seluruh batang korek sehingga menyisakan sedikit batang korek bagian bawah.
Teori ini cukup masuk akal, namun permasalahannya adalah kapan tubuh manusia dapat menciptakan wick effect ini ?
Pertanyaan ini tidak dapat dijawab hingga hari ini.

Listrik Statis
Teori lain mengatakan bahwa mungkin jenis pakaian korban telah memicu timbulnya listrik statis. Seseorang yang berjalan di atas karpet dapat menciptakan aliran listrik dan voltase yang cukup untuk menciptakan percikan-percikan api.
Namun teori ini juga dibantah, karena walaupun voltase listrik yang dihasilkan cukup tinggi, energi yang tersimpan sangat rendah, biasanya kurang dari 1 joule. Ini tidak cukup untuk menciptakan api.

Psikosomatik
Sebagian korban yang ditemukan meninggal adalah mereka yang hidup sendiri atau kesepian. Jadi menurut sebagian peneliti, proses psikosomatik yang terjadi mungkin telah menimbulkan reaksi berantai dengan memproses nitrogen di dalam tubuh mereka dan menimbulkan reaksi berantai ledakan mitokondria. Teori ini juga dianggap terlalu mengada-ngada.

Gas dan listrik di dalam tubuh manusia
Dari antara semua teori yang diajukan, mungkin ini adalah teori yang paling masuk akal. Kita tahu bahwa tubuh manusia mengandung listrik dan di dalam tubuh manusia juga terdapat gas yang dapat menyalakan api. Contohnya adalah gas metana di dalam usus. Teori ini mengatakan SHC dapat terjadi ketika gas metan ini bercampur dengan listrik di dalam tubuh.
Sekali lagi, teori yang masuk akal. Namun pertanyaannya adalah, kapan listrik dan metan di dalam tubuh dapat menciptakan api. Pertanyaan ini lagi-lagi belum terjawab.

Hangus karena tertidur
Dan sekarang, inilah teori yang paling sederhana. Menurut sebagian orang, penyebab terbakarnya tubuh korban dapat disimpulkan dari ciri-ciri korban seperti yang sudah saya singgung di atas. Para korban yang ditemukan umumnya sedang merokok atau mabuk dan sendirian. Korban juga pada umumnya berusia lanjut atau memiliki kendala pada tubuh seperti cacat.
Jadi ketika mereka tertidur, rokok yang dipegang oleh mereka jatuh, membakar karpet dan akhirnya menjalar ke tubuhnya. Karena mereka memiliki kendala gerak pada tubuhnya, maka mereka tidak mampu menyelematkan diri hingga tewas di tempat. Sederhana sekali kan ?
Tapi teori ini dianggap mengabaikan fakta bahwa di tempat penemuan mayat korban, benda-benda sekitar bahkan tempat tidur atau kursi tidak ditemukan hangus sama sekali. Ini menunjukkan bahwa sumber api sepertinya berasal dari dalam tubuh korban, bukan dari luar.

Kejahatan Terencana
Dan akhirnya, inilah teori yang paling sederhana diantara yang paling sederhana. Teori ini mungkin diajukan oleh peneliti yang malas berpikir. Menurut mereka, kematian korban adalah akibat kejahatan. Tubuh mereka yang hangus adalah usaha dari sang penjahat untuk menghilangkan jejak. So Lame....teori ini mengabaikan begitu banyak fakta sehingga tidak pernah dilirik oleh para peneliti yang kredibel.

Kesimpulan
Ini akhir dari cerita saya. Bagi kalian yang mengharapkan jawaban, sayang sekali, tidak ada jawaban. Karena itu di dalam hall of fame misteri dunia, Spontaneous Human Combustion masuk kedalam ke dalam kategori SMdBT. Maksud saya adalah Sangat Misterius dan Belum Terpecahkan.
hehe..
Apakah tubuh kita adalah sebuah bom waktu ?

Misteri Pyrokinetic dan Para Pengendali Api
Fenomena Fire Breather
Konon, pada taun 1882, di Paw Paw, Michigan, sebuah kasus menarik perhatian Dr LC Woodman. Pria berusia 24 tahun, bernama A.W. Underwood, harus berhati-hati setiap kali menarik napas, soalnya bisa menyebabkan kebakaran. Pada awalnya dokter mengira cerita itu hanya membesar-besarkan, tapi suatu hari datanglah AW Underwood sendiri, mencari bantuan.
Dr Woodman terus dibujuk untuk melakukan tes pada dirinya dihadapan beberapa rekan-rekannya.
Dia mengambil sapu tangan dan menggosok mulutnya, seketika itu juga saputangan itu langsung terbakar. Dia lalu berkumur secara menyeluruh, mencuci tangan untuk menyatakan kalo dia ga bohong, lalu dia meniup kertas dan amplop yang seketika itu juga terbakar habis.
Dr Woodman menyatakan ia yakin bahwa fenomena yang dialami Underwood adalah asli. Para dokter mencuci mulut Underwood dengan berbagai campuran tapi ga membuat perbedaan dan fenomena itu terus berlanjut seperti biasa.
Hal ini merupakan kasus yang luar biasa, terutama sebagai subyek Underwood membiarkan dirinya untuk diuji dan diselidiki selama berbulan-bulan, dan, walaupun laporan tersebut diterbitkan di Michigan Medical News dan jurnal serupa lainnya, ga seorang pun bisa menjelaskan gimana fenomena ini bisa terjadi.
Kasus serupa dilaporkan Pada tahun 1927, ketika Wakil Presiden AS, Charles Dawes, melakukan penyelidikan pribadi terhadap montir mobil di Memphis, Tennessee, yang konon memiliki kemampuan misterius untuk membakar bahan yang mudah terbakar hanya dengan bernapas di atasnya. Orang itu mengambil saputangan Dawes, bernapas di atasnya, dan saputangan itu langsung habis terbakar. Dawes dan rekan-rekannya yakin bahwa tidak ada trik, dan karena tidak ada penjelasan yang masuk akal dapat ditemukan, kasus ini dibiarin tanpa penjelasan.
Pada bulan Oktober 1886, seorang bocah 12 tahun bernama Willie Brough, dari Turlock, Madison County, California, dituduh menciptakan api dari tatapannya , dan diusir dari sekolah Turlock setelah lima kebakaran yang ga bisa dijelasin terjadi karena kemampuannya . Orang tuanya berpikir bahwa dia dikuasai oleh iblis dan mengusirnya.

Pirokinetik, Manusia Api
Nah, kalau ada manusia bertanduk, apakah manusia api juga ada?
Implikasi dari pengetahuan ini besar. Jika secara alami manusia mampu menghasilkan api, jangan-jangan sejarah manusia purba harus ditulis ulang. Bisa jadi kan manusia purba menemukan api bukan karena memukulkan batu atau memelihara api dari pohon yang disambar petir? Bisa jadi ada satu manusia purba pyrokinetik yang diangkat sebagai tuhan bagi masyarakatnya dan memberi anugerah api untuk perlindungan dan memasak makanan.
Begini. Agar sesuatu dapat terbakar, kita perlu tiga hal: bahan bakar, panas dan oksigen. Kita jelas punya oksigen, udara yang kita hirup mengandung 21% oksigen. Sekarang darimana datangnya panas dan bahan bakar? Bahan bakar yang dimaksud disini adalah karbon. Manusia tersusun dari sebagian besar karbon, begitu juga produk kehidupan kita sehari-hari. Bagaimana dengan panas? Nah, ini yang jadi masalah. Manusia api, jika ada, berarti mampu menghasilkan panas yang terkonsentrasi di tangan atau dimanapun tempat keluarnya api.
Kemampuan menghasilkan panas inilah yang dipertanyakan. Bagaimana manusia bisa menghasilkan panas sedemikian hingga dapat membakar. Pada abad ke-19, seorang Afrika Amerika bernama A.W. Underwood diklaim memiliki kemampuan pyrokinesis. Para ilmuan mengatakan bahwa sumber panasnya biasa saja, tapi bahan bakarnya yang hebat. Bahan bakar ini adalah fosfor putih. Fosfor putih dapat terbakar di udara dalam suhu hanya sekitar 30°C. Suhu ini hanya sedikit dibawah suhu tubuh manusia biasa, karenanya hanya dengan bernapas atau menggosoknya, fosfor tersebut dapat terbakar. Taburkan di baju atau apapun yang anda pegang, anda terlihat memiliki kemampuan pyrokinesis.
Dari sudut pandang ilmiah, pyrokinetic adalah hal mustahil. Tubuh manusia (atau pikiran) tidak dapat menghasilkan panas yang cukup untuk membakar apapun dengan sendirinya di dunia luar, kecuali memakai trik seperti fosfor putih di atas. Gelombang otak manusia terlalu lemah untuk menghasilkan suhu tinggi. Walau begitu, para ilmuan telah mampu membuat alat yang mampu merespon gelombang otak. Alat ini seperti stik Nintendo Wii yang merespon gerakan untuk melakukan sesuatu di komputer. Dengan menggunakan alat ini, bisa jadi hanya dengan pikiran di masa depan, seseorang bisa membakar kertas. Tentu saja, sangat kecil kemungkinan kalau para pengklaim pyrokinetik memakai teknologi canggih yang masih di uji coba di lab.

Misteri Manusia Mengeluarkan Api Hal ini dapat tercapai dengan melakukan percepatan partikel untuk meningkatkan suhu hingga mencapai tingkat panas yang ekstrem dan sanggup memancarkan bunga api sehingga sanggup mengeluarkan api.Sebagian besar orang dengan karunia ini mempunyai kemampuan untuk meningkatkan suhu pribadi mereka untuk menghangatkan tubuh, bahkan dalam kondisi paling dingin.
Dalam beberapa tradisi pyrokinetic (orang yang dapat menggunakan pyrokinesis) dapat membuat api, tetapi secara 'teknis' pyrokinetic hanya dapat memanipulasi api, meskipun mereka da pat membakar bahan mudah terbakar, membuat api setelahnya. Kemampuan untuk membuat api dari udara tipis, tanpa bahan mudah terbakar, disebut 'pyrogenesis.'
Pyrokinesis berada di bawah payung telekinesis (atau, kadang-kadang, psikokinesis)dimana seorang praktisi menggunakan pikirannya untuk mempengaruhi dunia fisik di sekitar mereka. Secara tradisional seorang pyrokinetic dapat menyalakan api ketika kondisi sesuai dengan pasokan yang cukup untuk menciptakan api, yaitu bahan bakar, oksigen dan panas, kemudian memanipulasi intensitas api dan arah di mana bahan-bahan itu berada. Jadi pyrokinetic dapat mengobarkan setumpuk surat kabar dan tidak membakar tirai di dekatnya , atau menyebabkan api menyebar dengan cepat melalui daerah tertentu pada kecepatan yang tidak wajar.
Walaupun tidak ada eksperimen empiris yang telah terbukti sesuai dengan yang ditampilkan oleh tradisi pyrokinesis populer , kemampuan untuk menghasilkan panas telah ditunjukkan oleh praktis i seni bela diri tertentu.
Seniman bela diri ini, dengan memanipulasi energi 'chi', mereka dapat memancarkan panas dari tangan mereka atau bagian lain dari tubuh mereka. Beberapa berpendapat bahwa kemampuan ini tidak 'benar' melainkan hanya pyrokinesis berbentuk bio feedback dan sekedar kontrol, meningkatkan dan peningkatan kemampuan alami tubuh untuk menghasilkan panas, sementara yang lain sahabat anehdidunia.blogspot.com mengatakan bahwa itu adalah kemampuan manipulasi pikiran dunia materi dan dengan demikian memenuhi syarat sebagai (telekinesis).Banyak yang memiliki kemampuan ini bekerja dengan energi negatif yang cenderung lebih hangat kemudian berubah bentuk ke energi positif.Pemilik kemampuan ini cenderung penuh energi negatif dan dengan demikian sangat panas bila disentuh, atau dalam kekurangan energi negatif sehingga menjadikannya cukup beku untuk disentuh.
Fenomena yang dialami para penderita pyrokinetics, berbeda dengan yang disebut penghangusan tubuh secara spontan atau Spon taneous human combustion (SHC). SHC sering berakibat fatal, karena panas yang terjadi mampu mengubah tubuh menjadi setumpuk abu hanya dalam beberapa menit. Bisa dibayangkan seberapa kuat panasnya, bila dibandingkan dengan pembakaran jenazah di krematorium yang menggunakan panas pada suhu 1.110 C. Perlu waktu 8 jam untuk membakar jenazah di situ. Itupun, bekas yang ditinggalkan tidak seperti pada peristiwa SHC.
SHC adalah fenomena yang tidak secara langsung berkaitan dengan pyrokinesis, tetapi kesimpulan logis yang didapat dan telah ditarik diantara keduanya adalah jika seseorang tiba-tiba terbakar tanpa alasan yang dapat dipahami tentu saja dapat menjadi target pyrokinetic, jika seseorang mengandaikan adanya semacam itu. Teori-teori lain di sekitar keduanya, SHC dan praktisi pyrokinesis yang berjuang untuk mengendalikan kemampuan merek a dan secara tidak sengaja mengubahnya pada diri mereka sendiri, sehingga terjadilah SHC.
Willy Brough (12) dari Turlock, California, misalnya, diduga mampu menyalakan api hanya dengan memandangnya. Akibatnya Sahabat anehdidunia.blogspot.com, ia harus menerima saja ketika diusir keluarganya karena dianggap kerasukan roh jahat. Untunglah, seorang petani yang tinggal dekat rumahnya mau memungut bocah itu dan kembali menyekolahkannya. Namun sayang, di sekolah baru ini ia hanya bertahan 1 hari. Karena hanya dalam sehari itu, lima ruang kelas dilalap api yang bersumber dari sorot matanya.
Contoh lainnya adalah Benedetto Supino dari Formia, dekat Roma, yang selanjutnya mejadi perhatian masyarakatnya. Bermula pada tahun 1982, ketika buku komik yang dibacanya di ruang tunggu dokter gigi tiba-tiba menyala. Sejak itu, ia dan keluarganya dikejutkan oleh beberapa kebakaran. Meja-kursi dan bermacam-macam barang lainnya terbakar setiap kali Benedetto melewatinya, termasuk juga seprai tempat tidurnya, atau barang-barang yang dipegangnya, terutama buku. Demikian pula dengan barang yang dipandangnya dengan serius, seperti yang pernah terjadi pada benda plastik yang dipegang pamannya.
Kemampuan itu membuat Benedetto merasa sangat malu, bahkan tertekan. Sementara para ilmuwan tidak mampu banyak membantunya. Profesor Mario Scuncio dari Pusat Kesehatan Sosial Tivoli misalnya, justruu memberikan diagnosis yang agak janggal dengan menilai kondisi kejiwaan anak laki-laki yang pendiam dan kutu buku itu sangat normal. Dr. Giovanni Ballesio, dekan jurusan pengobatan kesehatan dari Rome University, yang pernah menyelidiki kemungkinan ketidaknormalan pada orang yang memiliki kemampuan membangkitkan listrik tinggi pun tidak mampu menemukan penjelasan apa-apa di balik semua kebakaran itu. Benedetto hanya menyandarkan harapannya pada parapsikolog Demetrio Croce yang mencoba mengajarkan bagaimana mengontrol kemampuannya itu.
Nasib mengenaskan lain dialami Jennie Bramwell yang yatim piatu. Hanya dalam beberapa minggu setelah diadopsi, di rumah Dawson, keluarga angkatnya di Thorah Island, Ontario. Telah terjadi berpuluh kali kebakaran kecil. Api yang menjilat langit-langit, dinding, perabotan, handuk, bahkan kucing kesayangan keluarga, terjadi spontan saat Jennie ada di dekatnya. Jennie pun dikembalikan ke rumah yatim piatu.
Kemampuan seperti juga dikembangkan teratur oleh para biksu Tibet bahkan hal ini diujikan dalam proses inisiasi mereka, dengan membungkus diri dalam lembaran kain dan kertas basah, dan menghabiskan malam di pegunungan yang dingin, duduk di salju. Di pagi hari, jika mereka lulus ujian, kertas dan kain akan mengering dan beberapa salju yang menyentuh tulang kaki di sekitar biarawan akan meleleh.

1 komentar:

  1. terima kasih atas informasi yang telah anda bagikan,semoga bermanfaat.saya akan memberikan sedikit infoemasi tentang standar air minum yang anda anda konsumsi,dan dari mana anda dapat memperoleh sumber mata air pegunungan yang memenuhi standar air laik minum.

    BalasHapus