Selfishness Vs Selflessness (Keegoisan Vs Mementingkan orang lain)

Anda harus cukup egois untuk mau berubah, anda harus cukup egois untuk mengambil kepemilikan hidup dan jalan anda sendiri, jadilah cukup egois untuk meluangkan waktu untuk menjadi kuat dan kaya untuk menjadi yang terbaik yang anda bisa.

Jadilah cukup egois untuk menjadi diri anda sendiri. Bukan menjadi apa yang orang lain inginkan. Satu-satunya yang dapat anda capai dengan menjadi apa yang orang lain inginkan adalah ketidak-harmonisan dalam hidup anda. Mementingkan orang lain adalah buruk jika anda tidak cukup kuat dan egois untuk menjadi diri sendiri. Anda tidak bisa memberi tanpa pamrih dan tidak makan untuk bisa memberi makan orang lain, jika anda tidak makan seminggu agar dapat memberi makan orang lain, segera andalah yang akan menjadi salah satu yang membutuhkan bantuan dengan pola pikir seperti itu. Adalah baik dan mulia untuk menjadi tanpa pamrih, tapi kecuali jika anda ingin menjadi beban dan bukan penolong, anda harus terlebih dahulu menjadi cukup egois untuk merawat diri anda sendiri.
Mengorbankan diri secara ekstrem demi orang lain tak lebih mulia dari mementingkan diri secara berlebihan, dua-duanya salah. Jauhkan gagasan yang mengatakan Tuhan ingin anda harus mengorbankan diri sendiri untuk orang lain dan anda menyenangkan-Nya dengan berbuat demikian. Tuhan tak membutuhkan hal seperti itu. Yang Tuhan inginkan adalah agar anda berkembang secara utuh untuk diri sendiri dan orang lain. Dan anda bisa membantu orang lain secara lebih baik dibanding dengan cara lain, dengan cara mengembangkan diri anda dengan menjadi KAYA. Anda bisa berkembang secara utuh hanya dengan menjadi KAYA. Jadi benar dan layak dipuji bila anda memberi prioritas pertama dan terbaik untuk bekerja mencari kekayaan. Namun ingat keinginan dari substansi tak berbentuk adalah untuk semua, maka setiap aktivitasnya harus demi keuntungan perkembangan bagi lebih banyak orang.

Apakah Anda cukup egois untuk merasa baik?
Tidak ada yang lebih penting dari anda merasa baik. Ketika anda merasa baik, kelimpahan mengalir ke dalam hidup anda. Anda harus mencapai tempat di mana anda bisa katakan dan rasakan "tidak ada yang lebih penting dari - Saya Merasa Baik". Anda harus cukup egois untuk ingin merasa baik untuk anda dan kesejahteraan anda sendiri. Ini adalah pilihan yang dapat anda buat setiap saat dan sebelum anda membuat pilihan, anda dibawah belas kasihan dunia pemrograman anda, bahwa anda harus memiliki "ini" atau "itu" agar merasa baik. Setelah anda mulai berusaha untuk merasa baik di setiap saat dan anda membuat pilihan tentang bagaimana anda ingin merasa, terlepas dari keadaan anda saat ini, anda akan memulai pengalaman kelimpahan dengan mudah.

Tidak, Terima Kasih, Saya Pikir Saya Tidak Mau Ikut-Ikutan
Jadilah cukup egois untuk melompat keluar pada permainan "cerita saya lebih buruk dari cerita kamu". Pernahkah anda memperhatikan bagaimana kita semua ingin duduk-duduk dengan teman-teman dan keluarga dan bersaing satu sama lain tentang hal-hal buruk yang telah terjadi pada kita? Jika saya punya 1 dolar untuk setiap kali saya bergabung ke dalam "Permainan sayalah Korban " di masa lalu, saya sudah jadi jutawan. Bagaimana dengan anda?
"Saya tidak tahu kunci sukses, tetapi kunci kegagalan adalah mencoba menyenangkan setiap orang." -Bill Cosby
Lain kali anda berada dalam situasi di mana anda dapat berpartisipasi dalam permainan “sayalah korban," sadarkan diri anda. Jadilah cukup egois untuk menceritakan sebuah kisah tentang bagaimana sesuatu yang indah terjadi pada anda. Saya menjamin percakapan itu tidak akan berlangsung lama. Sepertinya tidak banyak teman-teman dan keluarga bersedia untuk duduk dan mendengar tentang semua hal yang baik yang telah terjadi pada kita.

Kita telah membiarkan diri kita untuk diprogram bahwa hidup ini keras, penuh kekurangan, kemiskinan dan kesulitan. Dan kita terus memprogram diri kita secara negatif ini sehari-hari: melalui radio, TV, teman-teman dan keluarga dan kita juga menyebarkannya di sekitar melalui sosial media sebagai penyakit pikiran. Meskipun kita pikir itu hanya curcol di sosmed untuk mendapat perhatian.
Menurut anda kenapa berita berfokus pada hal yang negatif? Ini karena itulah yang menjual, itulah yang kita ingin dengarkan dan beritahu orang lain. Berita itu melibatkan emosi kita, bermain di empati kita dan kemudian kita ceritakan berulang-ulang dan berkata, "Oh ya ampun, kau mendengar tentang bla-bla-bla 'yang terjadi ... itu begitu mengerikan. " Sama seperti seolah-olah itu benar-benar terjadi pada kita dan secara langsung berkaitan dengan pengalaman kita meskipun itu terjadi ratusan KM jauhnya, bahkan mungkin di negara lain dan terjadi pada seseorang yang anda belum pernah dengar tentangnya! Ini benar-benar tidak masuk akal.
Lalu semua orang duduk mengeliling merasakan semua hal yang mengerikan tentang semua hal-hal buruk di dunia, kemudian datang iklan. Menunjukkan kepada kita semua hal yang kita “PERLU” agar merasa lebih baik. Ini adalah tugas pemasaran untuk membuat kita merasa bahwa kita perlu hal ini atau benda itu untuk merasa lengkap, merasa baik. Mereka meyakinkan kita bahwa tanpa Produk xyz anda tidak akan bahagia seperti seharusnya, kita tidak akan bisa melakukan sesuatu dengan mudah, dan anda tidak akan secantik yang seharusnya. Daftar ini berjalan terus dan terus.
Jadi apa yang kita capai dengan duduk selama berjam-jam setiap hari di depan TV?
Satu-satunya hal yang anda capai adalah bahwa anda membiarkan diri anda merasa buruk dan kemudian anda menyebarkan perasaan itu ke sekitar kepada orang lain dan orang yang anda cintai. Apa yang anda sebut sebagai sesuatu yang menyebar seperti infeksi? Sebuah wabah. Nah apakah anda pembawa obat yang menyembuhkan atau penyebar kesengsaraan? Untungnya dengan jenis kesengsaraan ini, ini adalah kesengsaraan pikiran dan yang diperlukan adalah pilihan untuk mulai sembuh.

Mari kita dapatkan satu keyakinan yang benar: bukan salah siapa-siapa untuk membiarkan diri anda merasa negatif atas hal-hal yang tidak secara langsung mempengaruhi anda. Dan bahkan ketika mereka secara langsung mempengaruhi anda, anda memiliki pilihan tentang bagaimana untuk merasakan dan apa yang harus dipikirkan. Apakah anda berpikir membagikan sesuatu yang negatif akan membantu? Atau akankah anda, dan situasi tersebut, lebih baik melayaninya dengan cara memilih untuk menjadi positif dan bekerja pada sebuah solusi positif untuk hasil positif? Kadang-kadang semua yang dibutuhkan adalah sebuah senyuman. Anda harus terlebih dahulu menjadi cukup egois untuk membantu diri sendiri sebelum anda cukup kuat untuk membantu orang lain, Titik!

Belajarlah untuk menjadi cukup egois untuk memilih bagaimana anda ingin merasa di setiap saat!
Jangan pernah lupa, anda layak atas Kekayaan Besar, percaya itu, ketahuilah itu. Karena anda sudah di jalan yang baik untuk menjadi kaya atau anda tidak akan membaca ini.
Saya memiliki keyakinan pada anda dan saya memiliki keyakinan dalam buku Limitless abundance ini, pengalaman ini untuk membawa pengalaman yang dunia begitu sangat butuhkan: awal dari akhir kemiskinan, keputus-asaan, kesakitan dan kehilangan harapan. Anda sekarang memiliki setiap hal yang anda butuhkan untuk menjalani kehidupan impian anda dan kini terserah kepada anda.
Anda bertanggung jawab atas hidup anda sekarang, segala sesuatu yang anda pikirkan, rasakan, dan lakukan harus anda fokuskan untuk menjadi sehat dan kaya. Maafkan diri sendiri dan masa lalu, biarkan berlalu; itulah satu-satunya hal yang dapat anda ubah adalah sekarang.
Melalui pikiran, perasaan, dan tindakan yang benar, Anda akan membantu mengubah dunia. Dengan menjalani hidup Anda secara layak, untuk memiliki, menjadi dan melakukan apa pun yang anda inginkan.
Berikut adalah kutipan yang baik yang merangkum bagaimana anda harus merasa tentang keegoisan dan kelayakan.
Jika gagasan tentang Tuhan mengganggu anda gantikan dengan apapun yang anda inginkan: Sumber tak terbatas, Semesta, Diri yang lebih Tinggi, pencipta segala:

Ketakutan terdalam kita bukanlah bahwa kita tidak memadai.
Ketakutan terdalam kita adalah bahwa kita kuat tak terkira.
Cahaya kita, bukan kegelapan kita, yang paling menakutkan kita.
kita bertanya pada diri sendiri, Siapakah saya menjadi brilian, cantik, berbakat, luar biasa?
Sebenarnya, anda tidak menjadi siapa?

Anda adalah Anak Tuhan. Permainan kecil anda tidak akan melayani Dunia. Tidak ada yang menjadi tercerahkan dengan menyusut atau menjadi kecil sehingga orang lain tidak merasa tidak aman di sekitar anda.
Kita lahir untuk mewujudkan kemuliaan Tuhan yang ada di dalam kita.
Hal ini tidak hanya ada disebagian dari kita; itu ada dalam diri setiap orang. Seperti kita membiarkan cahaya kita sendiri bersinar, kita secara tidak sadar mengizinkan orang lain untuk melakukan hal yang sama.
Seperti kita dibebaskan dari ketakutan kita sendiri, kehadiran kita secara otomatis membebaskan orang lain."
-Marianne Williamson / "A Course in Miracles"

Jangan Ragu Atau Malu Untuk Melanjutkan Bisnis Orang Tuamu

Memasuki usia dewasa, tanggung jawabmu pun semakin besar. Segala cita-cita yang pernah kamu upayakan ternyata harus berubah total. Ya, kamu yang tadinya ingin menunjukkan kemandirian dengan bekerja di perusahaan impian atau merinstis bisnis sendiri, kini harus menghapus rencana itu dari kepalamu.
Bisnis orang tua yang sudah sejak dahulu berdiri memang membutuhkan tangan-tangan baru untuk mengurusnya. Kedua orang tuamu yang jadi penggeraknya sudah tak lagi sanggup lantaran terhalang usia. Kamu mungkin akan merasa ragu. Entah takut tidak bisa mengemban amanah, atau bahkan malu menghadapi komentar miring dari orang-orang di sekitarmu.
Tak perlu ragu dengan keputusanmu karena sebaik-baik anak adalah mereka yang menjalankan amanat orang tuanya. Agar langkahmu semakin mantap, 7 alasan dalam artikel ini bisa jadi akan menguatkan niatmu!

Bisnis keluarga bukan sarana mencari uang semata. 
Ada kisah perjuangan dan sekian kenangan yang tak bisa terlupa begitu saja
Orang tuamu yang dulu begitu gigih mengurus usahanya dari nol, kini hanya bisa berdiam diri di rumah. Mereka lebih banyak mengawasi bisnisnya dari jauh. Keterbatasannya itu membuat usahanya tak selancar dulu. Bahkan, setiap bulan kamu sering mendengarkan laporan pendapatan usahanya yang terus menurun.
Kamu tentu tahu betul bahwa usaha itu sudah mulai dirintis kedua orang tuamu saat kamu masih kecil. Tak bisa dipungkiri, bisnis itu pula yang menjadikan keluargamu bisa hidup berkecukupan sampai hari ini. Selain memberikan kehidupan yang layak, bisnis itu pula yang membuatmu bisa mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi.

Kamu bukannya tak punya pilihan lain, tapi mantap meneruskan usaha keluarga adalah wujud baktimu pada kedua orang tua
Bisa jadi tidak pernah sekali pun orang tua memaksamu untuk mengikuti jejaknya meneruskan usaha keluarga. Orang tua pastilah cukup bijaksana untuk memberimu kebebasan dalam menentukan jalan hidup. Tapi mungkin, mereka hanya ingin menawarkan sebuah pilihan.
Ya, pilihan yang jika kamu iyakan akan membuat kedua orang tuamu merasa luar biasa gembira. Mereka pun berharap bisa membimbingmu menekuni usaha keluarga tersebut, karena jika tidak, besar kemungkinan usaha itu justru akan ditutup.
Bayangkan, betapa sedihnya kedua orang tuamu jika melihat usaha yang dibangun dengan peluh dan keringat harus ditutup begitu saja. Berapa banyak kenangan dan kisah-kisah perjuangan mereka selama mengelolanya. Lalu, berapa banyak karyawan yang terpaksa “dirumahkan” sekalipun sudah mengabdi bertahun-tahun pada orang tuamu. Mereka pula yang ikut menyaksikan tumbuh kembangmu harus kehilangan sumber penghidupannya.

Ketika jalan hidup yang sudah direncanakan harus berubah haluan, wajar jika kamu dirundung bimbang dan keraguan
Sedari kecil, kamu memiliki cita-cita yang besar. Bekerja di perusahaan internasional, merantau dari kota tempatmu dibesarkan untuk pindah ke kota besar. Ketika kamu baru akan memulai mengejar cita-citamu itu, kamu justru dihadapkan pada posisi yang sulit. Di satu sisi, kamu sangat ingin membuktikan kemandirianmu dengan menggapai mimpimu sendiri dan bekerja di perusahaan impian. Tapi di sisi lain, kamu pun tidak ingin jika usaha keluarga yang turut membesarkanmu harus hancur begitu saja.
Selain itu, kamu pun semakin ragu lantaran merasa tak punya pengalaman untuk melanjutkan bisnis keluarga. Selama ini kamu hanya membantu orang tuamu sekenanya, selebihnya kamu sibuk dengan duniamu sendiri. Kamu lebih sering berada di kampus dan aktif di berbagai organisasi.

Kamu bisa jadi merasa gengsi lantaran melanjutkan bisnis orang tua membuatmu dianggap tak mampu mandiri
Mungkin ada sebagian dirimu yang menganggap bahwa bekerja mengurus bisnis keluarga tidak membuatmu terlihat keren. Menjadi wirausaha tanpa setelan kemeja dan jas membuat tak bisa “tampil” di depan teman-teman seangkatanmu.
Selain itu, kamu pun takut jika mengurus bisnis keluarga membuatmu terlihat layaknya anak manja. Tidak bisa berjuang sendiri, tapi sekadar melanjutkan apa yang sudah dicapai oleh orang tua. Ego untuk membuktikan bahwa kamu bisa berdiri di atas kakimu sendiri sangat besar, membuat kamu tak tertarik untuk mengelola usaha keluarga.

Melanjutkan usaha orang tua bukan berarti kamu bisa seenaknya. Seperti merintis usaha sendiri, kamu pun harus gigih menekuninya
Sebenarnya, tidak jauh berbeda dengan bekerja di perusahaan besar atau merintis usaha sendiri. Mengelola usaha keluarga yang sudah lama berjalan jelas tidak semudah yang dibayangkan. Kamu butuh menyesuaikan diri dengan budaya perusahaan yang sudah dibangun oleh orang tuamu selama ini.
Sebagai seseorang yang memikul tanggung jawab, kamu juga memerlukan energi yang sangat besar untuk memikirkan banyak hal. Mulai dari mengelola karyawan yang sudah lama mengabdi, melatih karyawan yang baru akan bergabung, hingga memikirkan cara agar usaha keluarga yang sederhana ini tetap berjalan di tengah perubahan zaman.

Bisnis keluarga justru akan memberimu tantangan. Kamu layak memaksimalkan kemampuan agar usahamu semakin menghasilkan
Mengelola usaha sederhana milik keluarga tentu jadi hal baru bagimu. Bukan berarti kamu bisa malas-malasan lanataran menjalani bisnis sendiri, tapi kamu justru akan semakin tertantang. Sama halnya seperti ketika bekerja kantoran, banyak hal yang akan membuatmu memeras otak.
Bagaimana tidak, kamu harus memutar otak agar usaha yang sudah lama tidak terpantau orang tuamu ini kembali stabil. Belum lagi, kamu perlu memikirkan berbagai kendala yang mungkin akan datang mengusik kelancaran usaha keluargamu. Persaingan yang semakin ketat dengan usaha serupa yang lebih baru contohnya. Usaha keluargamu pun tentu butuh sistem pengelolaan yang baru. Dan siapa lagi yang mampu meneruskannya kalau bukan kamu? Orang yang tahu persis usaha keluargamu, sekaligus sosok yang berjiwa muda dan memiliki ide segar, ya cuma kamu.

Ketika berhasil memajukan usaha keluarga, kamu pantas berbangga. Tak hanya membahagiakan orang tua, kamu pun berhasil membuktikan dirimu yang sebenarnya
Di tanganmu, usaha sederhana keluargamu bukan tidak mungkin menjadi perusahaan besar. Ketika kamu bisa mengubahnya, kamu pun sudah cukup membuktikan bahwa kamu memang memiliki kemampuan yang baik. Kamu tak perlu lagi takut dianggap jago kandang atau hanya bisa mengekor orang tua. Yang kamu lakukan adalah meneruskan dan membesarkan usaha keluarga sehingga menjadi lebih baik. Dengan begitu, kamu dapat mengembangkan diri sekaligus membuat kedua orang tuamu bangga. Usaha keluargamu pun tetap berdiri, bahkan jauh lebih baik.

Jalan karir setiap orang bisa berbeda-beda. Tak ada salahnya jika kamu mantap melanjutkan bisnis orang tua. Kemampuan berbisnismu justru bisa semakin terasah dan kamu pun punya kesempatan membuat kedua orang tuamu bahagia.

Inilah yang Terjadi Jika Manusia Meninggalkan BUMI


Apa yang terjadi pada BUMI jika ditinggal Manusia?
Pernahkah kita membayangkan jika bencana besar di muka bumi ini terjadi dan mengakibatkan punahnya manusia sebagai penghuni planet bumi. Isu kiamat yang akhir-akhir terjadi yaitu akibat ramalan suku Maya yang terlanjur salah dipahami. Bagi yang percaya dengan ramalan tersebut disibukkan dengan segala persiapan untuk kehidupan selanjutnya setelah bencana (baca : kiamat) terjadi.
Nah di bawah ini adalah ulasan dari sisi keilmuwan yang diungkapkan dari berbagai ilmuwan konstruksi, fisikawan, ahli biologi perkiraan atau gambaran kehidupan ketika manusia sebagai makhluk utama di muka bumi ini punah.

Periode Waktu : 10 Hari berlalu
Stasiun Pengisian Bahan Bakar (POM Bensin) kebanyakan sudah tak berfungsi begitu juga beberapa pembangkit tenaga listrik menyebabkan pemadaman bertahap di seluruh dunia karena kehabisan bahan bakar. Beberapa pembangkit tenaga angin (driven turbin) masih bertahan untuk menyediakan listrik, tetapi tanpa perawatan mesin rotor akan rusak perlahan dari waktu ke waktu. Sebagai contoh, generator Bendungan Hoover masih didorong oleh aliran air dari Danau Mead dan tanaman bisa tetap tumbuh dan beroperasi selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Kota-kota besar di dunia secara bertahap akan gelap gulita di malam hari, dan mungkin kota Las Vegas, Nevada satu-satunya titik cahaya di permukaan planet bumi yang terakhir terlihat.
Tanpa konsumsi daya stabil, sebagian besar pembangkit listrik tenaga nuklir akan terminate dan akan otomatis ke kondisi safe mode mencegah terjadinya kebocoran. Di kota-kota besar seperti New York City, pompa air yang ada dalam terowongan kereta bawah tanah mengeluarkan sampai 13 juta galon air per hari, setelah tanpa adanya pengelolaan, terowongan akan tenggelam dalam waktu sekitar 36 jam.
Kebanyakan makanan telah membusuk di rak-rak supermarket maupun di dalam kulkas di rumah. Beberapa hewan peliharaan yang masih terjebak di dalam rumah dapat meminum air dari plafon yang bocor atau dari saluran PAM, namun sebagian besar berbagai hewan mati secara massal pada periode. Sebagian hewan peliharaan yang berhasil lolos dari maut, mulai melarikan diri rumah dan akan mulai mengais-ngais untuk mendapatkan makanan. Beberapa hewan yang diciptakan hasil pembiakan silang seperti tas anjing kaki pendek dan moncong mulut pendek, tidak akan mampu bertahan lama di alam liar. Sementara itu, hama rumah tangga seperti tikus, kecoa akan berkembang dari persediaan makanan yang tersisa. Setelah habis, mereka kembali ke alam liar di mana populasi mereka dengan cepat akan berkurang karena mereka menjadi makanan bagi predator.

Periode Waktu : 6 bulan sd 1 Tahun berlalu
Enam bulan tanpa manusia yang biasa menjadi predator mereka, hewan liar akan kembali masuk ke dalam area perkotaan. Predator kecil seperti coyote dan bobcats, yang biasanya berkeliaran di pinggiran wilayah penduduk, akan masuk menjadi warga baru pertama, diikuti selanjutnya oleh spesies besar seperti puma, serigala dan beruang.
Setelah 1 tahun berlalu, tumbuhan juga mengambil alih, banyak rumput yang tadinya terawat menjadi area tumbuhan liar. Gulma tumbuh di celah-celah di jalan akhirnya membentuk lapisan tanah miskin hara. Tanaman dan ivy berakar dalam dan mulai merusak pondasi bangunan. Binatang liar akan menemukan tempat berlindung di kota-kota yang telah ditinggalkan, seperti di Bendungan Hoover. Moluska yang disebut kerang Quagga, mulai menyumbat pipa air pendingin ke generator dan mereka menutupnya. Akibatnya, Las Vegas akhirnya menjadi gelap, karena generator listrik sudah mulai tidak beroperasi, tidak ada air melewati Dam Hoover dan akhirnya Sungai Colorado akan kering.
Sementara itu, kenaikan air di Danau Mead akan menekan tembok dan tumpah. Dipicu oleh badai petir, kebakaran liar menjalar, begitu kebakaranpun bisa menyerang bangunan yang ada di kota, karena sudah tidak berfungsinya “penyalur petir”. Puing-puing yang hangus akan menyediakan nitrogen dan akan menjadi tempat tumbuh tanaman khusus.

Periode Waktu : 5 tahun berlalu

Jalan-jalan raya kebanyakan mulai menghilang tertutup rumput liar. Seperti terjadi di London, Istana Buckingham akan dipenuhi dengan tanaman merambat dan lumut. Di Moskow, Red Square berubah menjadi hijau karena kehidupan tanaman. Di New York City, rumput besar Central Park menyemburkan pohon anakan dan beberapa lama akan menjadi hutan yang menyebar. Monumen Washington DC ditelan oleh tanaman hijau. Di kebun binatang, jika mereka berhasil melarikan diri, ada kemungkinan bahwa beberapa binatang seperti singa, harimau, gajah, dan badak masih dapat bertahan hidup di alam liar jika mereka bermigrasi ke iklim selatan Amerika Serikat.

Periode Waktu : 20 tahun berlalu
Struktur beton mulai retak dan runtuh sebagai siklus “freeze and thaw”, serta adanya serangan vegetasi. Tanpa manusia yang memelihara tanggul, kota-kota dataran rendah seperti Amsterdam dan London akan tenggelam. Sebagian besar kerangka bangunan yang terbuat dari logam akan korosi dan berkarat, jendela retak dan akan runtuh dari bangunan. Burung akan mengambil alih bangunan-bangunan itu sebagai tempat. Batang penyalur di atas gedung pencakar langit akan berkarat dan sambaran petir bisa membakar bangunan menjulang, kota-kota akan neraka menjulang.
Contoh nyata yang terjadi untuk periode ini (20 tahun tanpa manusia) adalah di daerah Prypiat, Ukraina, yang ditinggalkan pada tahun 1986 setelah bencana Chernobyl. Tempat ini digunakan sebagai contoh kehidupan nyata dari tingkat kerusakan yang bisa terjadi setelah 20 tahun hilangnya manusia. Meskipun awalnya tingkat radiasi tinggi yang menewaskan lokal flora dan fauna di dekat pabrik nuklir, dalam 20 tahun, tanaman dan kehidupan hewan telah dikembalikan ke daerah, dengan sebagian besar berkembang secara signifikan tanpa campur tangan manusia.

Periode Waktu : 25 tahun berlalu
Sebagian besar bangunan akan hancur runtuh. Kecoa masih bertahan hidup, berkembang dari benda-benda yang membusuk seperti kertas dan kardus. Dengan tidak ada manusia untuk mengendalikan jumlah mereka, populasi serigala telah meledak dan mengikuti kawanan rusa ke daerah-daerah yang sebelumnya dihuni.

Periode Waktu : 40 tahun berlalu
Struktur kayu kecil, seperti pada bangunan rumah akan ambruk karena mereka diserang oleh jamur dan infestasi rayap. Meskipun mereka bisa berdiri selama bertahun-tahun, batu dan batu memburuk dengan cepat bila terkena garam seperti dari kotoran burung atau paparan air laut.

Periode Waktu : 50 tahun berlalu
Tanpa pemeliharaan waspada, kabel baja dari Jembatan Brooklyn dan Golden Gate Bridge akan rapuh korosi dan struktur bangunan (jembatan dsb) akan terancam untuk runtuh.

Periode Waktu : 75 tahun berlalu
Sekarang pada periode ini, sebagian besar dari sekitar 600 juta mobil di dunia, bahkan yang sempat menyandang mobil ramah lingkungan, akan berkarat dan menjadi onggokan yang nyaris tak bisa dikenali. Ban akan kempes dalam beberapa tahun setelah orang-orang, tetapi karet sintetis dan komponen plastik akan berlangsung selama berabad-abad.

Periode Waktu : 100 tahun berlalu
Jembatan Brooklyn dan The Golden Gate Bridge akhirnya runtuh ketika kabel kawat berkarat putus dan tidak dapat lagi menopang berat beton dan jalan. Dalam lingkungan yang terkendali dari lemari besi pelestarian, bahan seperti kertas dan film bisa bertahan 200 – 300 tahun, namun sekali terkena kelembaban dan suhu tidak diatur, mereka akan rusak dan umurnya akan menjadi separuhnya. Media digital seperti CD dan DVD akan memakan waktu lebih lama untuk rusak.

Periode Waktu : 150 tahun berlalu
Di kota-kota besar, terowongan-terowonan kereta bawah tanah yang telah dibanjiri air akan menyebabkan jalan-jalan yang ada di atasnya runtuh. Tanpa campur tangan manusia, lautan akan pulih dari polusi dan populasi kehidupan laut akan meledak.

Periode Waktu : 200 tahun berlalu
Adalah periode “Runtuh,” banyak dari struktur terbesar dari ciptaan manusia akan runtuh pada era ini, seperti Menara Eiffel di Paris, dan Space Needle di Seattle akan jatuh. Setelah struktur besi mereka merusak terhadap korosi, angin yang kuat akan cukup untuk menyebabkan mereka runtuh. Sebuah contoh yang diberikan dalam acara adalah runtuhnya Viaduct Kereta Api diabaikan Kinzua di Pennsylvania pada tahun 2003. Runtuhnya Menara Willis (sebelumnya dikenal sebagai Menara Sears) di Chicago dan The Empire State Building di New York City akan segera menyusul.

Periode Waktu : 500 tahun berlalu
Pada periode ini, struktur beton bertulang yang paling kuat akan runtuh setelah inti beton ikut rusak pada kelembaban. Tanpa manusia yang, diyakini bahwa bangunan-bangunan kuno, seperti The Sphinx di Giza akan terkikis dalam waktu 500 – 1000 tahun. Semua peradaban modern akan lenyap. Kota menjadi sekam hampir tidak dikenali ditumbuhi oleh hutan pohon dan vegetasi. New York City mungkin terlihat seperti ketika pertama kali dieksplorasi oleh Henry Hudson pada 1609.

Periode Waktu : 1000 tahun berlalu
Sekarang setelah 1000 tahun setelah manusia tidak ada, sedikit sekali bukti yang tersisa dari umat manusia. Bahkan radio dan sinyal televisi yang dipancarkan ke ruang angkasa, dan pernah berpikir untuk melintasi selama ratusan tahun cahaya akan memudar. Tembok Besar Cina akan memiliki usia seperti gunung karena meluruh sangat lambat selama berabad-abad. Piramida Agung Giza akan berdiri cukup lama untuk ditelan oleh pasir gurun. Hoover Dam tetap menjadi yang terakhir dari runtuh besar atau Gunung Rushmore akan menjadi salah satu simbol terakhir dari manusia. Dan mungkin batangan emas dan berlian yang terkubur.

Cek Videonya


XYZ of War Part III : Penutupan

PART I
Siapa yang mampu menyangkal Israel telah menjadi Trending Topic selama lebih dari 2 dasawarsa, yang telah menguras perhatian dan energi banyak manusia. Dunia geram tak berdaya ketika PBB dan negara-negara adidaya seolah hanya menjadi penonton enggan mengangkat satu jari pun untuk mengintervensi pelanggaran HAM Israel terhadap Palestina. Dunia terbius oleh hampir setiap krisis yang datang dari tanah "bulan sabit", melahirkan kebencian terhadap orang Yahudi lebih besar dari sebelumnya. Kebencian yang bukan monopoli umat Muslim saja, tapi dirasakan juga oleh banyak pemilik televisi di seluruh penjuru dunia. Lagu lama "Zionis yahudi biang kerok segalanya" pun makin sering terdengar terkumandang di berbagai sudut kehidupan dalam sebuah nyanyian hikmat penuh keyakinan & dendam kesumat.
Tak banyak orang yang tahu bahwa Israelite (Bani Israil atau bangsa Yahudi) tidak ikut andil dalam penciptaan negara Israel di tanah Palestina. Sebagian besar dari kita sudah terlanjur "tersesat" dalam panasnya situasi & opini, serta merta gagal untuk melihat motif yang tersembunyi, dan siapa kekuatan sebenarnya dibalik keruwetan di tanah suci trio Samawi. Diperparah oleh sajian berita "opera sabun" yang disuguhkan Media, memperkokoh imajinasi kolektif "Zionis yahudi dalang semuanya". Sebuah pandangan yang lahir dari sebuah pemahaman naif disebabkan oleh kurangnya pengetahuan akan sejarah.

Kilas Balik Sejarah: "Palestina", yang juga dikenal dengan sebutan "Fertile Crescent" (tanah Bulan Sabit yang subur), wilayah dari ujung utara semenanjung Arabia (teluk Persia) , melingkari padang gurun Arab , melalui sungai Tigris dan Efrat , menuju Siria , dan sampai ke Mesir. Sebutan "Palestina" diambil dari nama bangsa Filistin (Pelishtim), yang menetap di daerah pantai Laut Tengah , dari Yope sampai Gaza sekitar tahun 1300-1200 SM.

Bangsa Filistin Bukan Arab. tapi berasal dari Kreta *
* secara rumpun lebih dekat ke bangsa Yunani / Sparta

Pada 330 SM, Palestina ditundukkan bangsa Macedonia dibawah kepemimpinan raja ekspansionis Alexander the Great (Aleksander Agung). Baru pada 636 Masehi Palestina ditundukkan bangsa Arab melalui perang Yarmouk pada era kekhalifahan Islam kedua Umar bin Khattab. Lalu setelah Khalifah terakhir Ali bin Abi Thalib tutup usia (tewas terbunuh), rezim pemenang Muawiah yang juga ekspansionis, membuat kerajaan Islam pertama dan menetapkan Jerusalem sebagai "tanah suci" bagi bangsa Arab pada tahun 661 Masehi.

Arab Palestina Bukan penduduk asli Palestina. Melainkan bangsa Kana'an , yang kemudian diusir oleh bangsa Filistin, yang kemudian dikuasai Macedonia, baru dikuasai bangsa Arab pada tahun 600-an Masehi.
Rekomendasi bacaan:
A History of Palestine (Cambridge University Press) by Moshe Gil

Barat Penguasa Palestina abad 20: Setelah Ottoman berhasil diusir melalui "Pemberontakan Arab" tahun 1916, berkat kejeniusan seorang perwira intelijen militer Inggris TE. Lawrence (Lawrence of Arabia) yang sukses mempersatukan klan-klan Arab kemah Bedouin untuk bersatu perangi kekaisaran Ottoman, Barat berbagi rampasan perang melalui perjanjian-perjanjian The Armistice of Mudros, 30 Oktober 1918, lalu perjanjian Sykes-Picot , dan perjanjian Treaty of Sèvres , yang mempartisi wilayah-wilayah eks-Ottoman. Inggris mendapatkan Suriah, Trans-Yordania dan Libanon. Palestina juga resmi menjadi British Mandate (dibawah kuasa Inggris).
Bendera British Mandate. Palestina secara De Jure adalah milik Inggris.
WIKIPEDIA British Mandate of Palestine

Inggris juga "menginstalasi" rezim-rezim yang ramah kepada Barat, membentuk negara-negara Arab yang kita kenal sekarang. Tidak ada Pangeran yang bisa menjadi Emir (Raja) di Semenanjung Arab tanpa "restu" dari London. Lalu PM Inggris Arthur Balfour menerbitkan Balfour Declaration (Deklarasi Balfour) yang menjadi landasan hukum pembentukan negara Israel di wilayah koloni Inggris: Palestina. Lalu pada 29 November 1947, Majelis Umum PBB menyetujui rencana partisi Palestina menjadi dua negara, secara resmi mensahkan negara bentukan Inggris yang bernama Israel.
Deklarasi PM Inggris Arthur Balfour, landasan hukum pembentukan negara Israel
WIKIPEDIA Balfour Declaration

Palestina punya Inggris. Israel dibentuk Inggris.
yang salah bangsa Yahudi?

Mari kita simak yang berikut ini.. Klasifikasi ras Caucasoid berdasarkan taksonomi peneliti "asal usul ras manusia" Professor Christoph Meiners dan Johann Friedrich Blumenbach pada tahun 1700-an, terbagi menjadi tiga rumpun:
1. Indo-European: Nordic (bule eropa), Slavic (bule Rusia), Persia Iran
2. Afroasiatic: Mesir, Algeria, Maroko, Tunisia
3. Semitic: Arab dan Yahudi
*) The Outline of History of Mankind (1785) by Christoph Meiners

Menurut Hans Eiberg, ilmuwan Cellular and Molecular dari University of Copenhagen, pada awalnya semua manusia memiliki rambut berwarna gelap (hitam / coklat tua), juga mata berwarna hitam / coklat tua. Israelite (bani israil / yahudi) sebagaimana layaknya Arab (satu rumpun Semitic) juga memiliki ciri khas rambut & mata berwarna hitam / coklat tua.
Israelite (bani Israil / Yahudi) serumpun dengan Arab (rumpun Semit) memiliki ciri khas kulit putih, rambut & mata berwarna gelap (hitam / coklat tua)

Yahudi Ashkenazi adalah keturunan dari Ashkenaz (אַשְׁכְּנַז), turunan Noah (nabi Nuh) yang menetap di wilayah Persia (sekarang Iran), lalu berdiaspora (migrasi) ke Armenia, Rusia, dan Eropa Utara sekitar 2000-an tahun yang lalu. Berdasarkan penelitian para ahli genetik, bangsa Armenia adalah keturunan murni dari Yahudi Ashkenazi. Ciri khas fisik Armenia: berkulit putih, rambut & mata berwarna gelap (hitam / coklat tua). Kim Kardashian (selebriti Amerika) yang berdarah Armenia memiliki contoh tipikal fitur fisik rumpun Semitic (rambut & mata berwarna hitam / coklat tua).
Orang Armenia keturunan genetis Yahudi Ashkenazi. Memiliki ciri khas rambut & mata berwarna gelap (hitam / coklat tua)

Rambut pirang, brunette & mata warna warni biru, dll
Bukan ciri genetis bangsa Israelite (bani Israil / yahudi)

Asal muasal "Bule", menurut ahli genetika Dr. Barry Starr dari Stanford University, memiliki nenek moyang yang berasal dari pegunungan Caucasus yang beriklim dingin dan kurang sinar matahari menciptakan kondisi kekurangan vitamin D, menyebabkan hypopigmentation (perubahan warna kulit menjadi lebih terang), kulit menjadi putih, yang juga menyebabkan perubahan rambut & mata menjadi warna warni ke berbagai varian yang kita kenal sekarang: Blonde (pirang), Brunette (coklat terang), dll, juga warna mata biru, abu-abu, dll. Manusia Caucasus inilah yang bermigrasi ke Eropa Utara 10.000 tahun y.l. dan menjadi nenek moyang bule eropa.
*) Understanding Genetics (Standford University) by Dr. Barry Star
Indo-European: Persia Iran, Nordi Eropa, Slav Rusia. Rambut pirang mata berwarna Bukan ciri khas Israelite (bani Israil / Yahudi)

Berdasarkan penelitian Profesor Genetika Martin Richards, Archaeogenetics Research Group, University of Huddersfield yang ia tuangkan kedalam tulisan "Ancestry Of Ashkenazi Jews - Men Migrated And Married European Women", Professor Richards menyimpulkan bahwa tidak ada cara untuk Yahudi bisa punya rambut pirang mata warna warni kecuali menikahi wanita Indo-European (bule eropa).
*) Ancestry of Ashkenazi (University Huddersfield) by Prof. Martin Richards
http://www.science20.com/news_articl...n_women-121962


Satu-satunya cara Yahudi bisa punya rambut pirang &
mata warna warni adalah dengan menikahi wanita bule

Sekedar perbandingan: artis-artis tanah air blasteran indo (berdarah bule) seperti Luna Maya, Cinta Laura, dll semuanya memiliki paras bule tapi rambut berwarna hitam ikut darah melayunya, disebabkan oleh Gen orang tua yang berimbang 50:50. Ini artinya: Yahudi berambut pirang mata warna warni bisa dipastikan punya Gen dominan bule indo-european, dan sedikit Gen Yahudi.
Pelajari siapa itu Yahudi (Israelite).

Pelajari siapa Penguasa Israel.
Dua ras yang berbeda.

Professor Shlomo Sand, seorang Profesor Sejarah Universitas Tel Aviv, pernah melakukan penelitian terhadap ras penguasa Israel, yang ia tuangkan dalam sebuah buku yang berjudul "The Invention of the Jewish People". Simak kesimpulan yang ia ambil sbb: "Jewish people is an invention, forged out of myths and fictitious history to justify ownership of the Land of Israel." , Terjemahan: "orang yahudi" adalah karang-karangan yang dibuat berdasarkan mitos / fiksi untuk pembenaran mengklaim (kepemilikan) Israel
Rekomendasi bacaan:
The Invention of the Jewish People (Verso Publishing) by Professor Shlomo Sand

Karen Armstrong, peneliti ternama barat pernah berbagi pengalamannya menghabiskan waktu di Palestina kepada BBC, kurang lebih begini petikan wawancaranya: "saya tidak melihat konflik seperti yang diberitakan oleh media. Arab Palestina hidup harmonis dengan Yahudi Israel. Orang yahudi membawa makanan ke rumah tetangganya Arab Palestina saat perayaan hari besar, begitu juga sebaliknya."
Hal senada diungkapkan oleh Ferrari Sheppard, Pimred harian Huffington Post UK yang sengaja menghabiskan waktu di Palestina. ini laporannya: "I Traveled to Palestine-Israel And Discovered There is no 'Palestinian-Israeli Conflict" , Terjemahan: Saya bepergian ke Palestina & Israel. Tidak menemukan adanya Konflik Palestina VS. Israel".

Tidak ada konflik Arab Palestina VS Yahudi Israel.
Jadi siapa yang berkonflik??

Mungkin tidak ada salahnya kita dengarkan lagi testimoni negarawan AS Ron Paul, kandidat Calon Presiden AS yang juga congressman (anggota DPR AS), jelas bukan orang sembarangan. Beliau bersaksi di depan parlemen, memaparkan fakta-fakta mengenai Hamas, terorisme, C.I.A. dan Timur Tengah berdasarkan apa yang ia ketahui, (ini bukan opini beliau, tapi sebuah testimoni)

Avner Cohen, seorang pejabat pemerintah Israel menyatakan kepada The Wall Street Journal: "Hamas, to my great regret, is Israel's creation," Terjemahan: dengan penuh penyesalan saya nyatakan bahwa Hamas adalah ciptaan Israel. Hal senada pernah diungkapkan oleh Charles Freeman, mantan Dubes AS untuk Arab Saudi, "Israel started Hamas, which had a feeling that they could use it to hem in the PLO" , Terjemahan: Israel sendiri yang menciptakan Hamas, untuk menetralisir PLO.
Anthony Cordesman, seorang Middle East Analyst (analis Timur Tengah) yang bekerja untuk Center for Strategic Studies, pernah memberikan testimoni: "Israel aided Hamas directly. the Israelis wanted to use it as a counterbalance to the PLO". Terjemahan: Israel membiayai langsung Hamas sebagai penyeimbang kekuatan PLO. Larry Johnson, dari unit Counterterrorism (anti teroris) U.S. State Department (depdag AS) memberikan pernyataan,"The Israelis are like a guy who sets fire to his hair and then tries to put it out by hitting it with a hammer. They do more to incite and sustain terrorism than curb it.", Terjemahan: Israel seperti orang yang membakar rambut sendiri lalu mematikannya dengan Palu/Godam. Mereka lebih berusaha untuk memprovokasi, daripada meredam teror.
THE WALL STREET JOURNAL: How Israel Helped to Spawn Hamas by Andre Higgins

PART II
"Some even believe we (the Rockefeller family) are part of a secret cabal working against the best interests of the United States, characterizing my family and me as ‘internationalists’ and of conspiring with others around the world to build a more integrated global political economic structure - one world, if you will. If that's the charge, I stand guilty, and I am proud of it." (David Rockefeller, Memoirs)
Terjemahan: "Beberapa orang menuduh kami (keluarga Rockefeller) sebagai bagian dari Sekte Rahasia yang mengendalikan Amerika Serikat, dan menyebut keluarga kami sebagai ‘Internasionalis’ yang berkonspirasi untuk membangun jaringan politik dan ekonomi global - satu dunia. Bila itu tuduhannya, saya mengaku Bersalah, dan Bangga melakukannya." (Otobiografi David Rockefeller)

Dinasti Rockefeller mungkin adalah oligarki mega bisnis terkaya di dunia, konglomerasi super raksasa pemilik dari jaringan korporasi minyak multinasional dengan nama-nama yang sudah tidak asing di telinga kita: Chevron, Exxon, Mobil yang memegang konsesi minyak di berbagai penjuru dunia (termasuk Indonesia), juga juragan kerajaan finansial Wall Street pemilik dari salah satu lembaga perbankan terbesar dunia: Chase Bank (sekarang bernama JP Morgan Chase). Yayasan Rockefeller diketahui sebagai donatur no.1 untuk dinas intelijen AS C.I.A., dan jawabannya: Bukan. Rockefeller Bukan Yahudi, tapi 100% kulit putih (bule).
Rekomendasi bacaan:
David Rockefeller's 'Memoirs' (Random House) by David Rockefeller

Ilmuwan genetika dari pusat riset DNA & Genealogi iGENEA yang berbasis di Zurich, Swis, beberapa tahun lalu menemukan fakta baru yang cukup mencengangkan dunia ilmu pengetahuan, yakni: berdasarkan hasil penelitian DNA, ditemukan bahwa setengah ras kulit putih (bule) di Eropa memiliki Gen (genetik) yang sama dengan Pharaoh Tutankhamun (Firaun Mesir kuno). Lebih dari 50% ras kulit putih Eropa masuk dalam grup Gen haplogroup R1b1a2, yang merupakan grup genetik sama dengan Firaun Tutankhamun, atau yang juga dikenal dengan nama King Tut. Berdasarkan keterangan dari Roman Scholz, Direktur dari iGENEA, lebih dari setengah populasi bule Eropa masuk dalam grup genetik yang sama dengan Firaun yang berkuasa di Mesir hampir 4000 tahun yang lalu.
Temuan iGENEA ini selaras dengan riset Bioanthropology (biologi antropologi) yang telah lebih dahulu menemukan fakta bahwa beberapa nenek moyang bule indo-european bermigrasi dari wilayah Mesir kuno ke Eropa. Berdasarkan penelitian ilmuwan antropologis Laurence Austine Waddell dari Royal Anthropological Institute (institut antropologi kerajaan Inggris) yang telah menghabiskan seluruh hidupnya meneliti nenek-moyang bangsa Inggris, menyatakan bahwa manusia yang bermigrasi dan menetap di inggris menjadi Britons, Scots dan Anglo-Saxons adalah ras kulit putih “Aryan” dari wilayah Mesir Kuno.

"our own ancestors in Ancient Britain of about that period, as they are now disclosed to have been a branch of the same great ruling race to which belonged, as we shall see, the Sun-worshipping Akhen-aten (the predecessor and father-in-law of Tut-ankh-amen) and the authors of the naturalistic new Egyptian art."
Terjemahan: nenek moyang kita dari periode Inggris Kuno, yang mana telah terungkap bahwa mereka adalah cabang dari ras penguasa, penyembah matahari Akhen-aten (pendahulu dan ayah mertua dari Firaun Tut-ankh-amen), penemu dari peradaban Mesir kuno.

* The Origin of the Britons, Scots & Anglo-Saxons (Royal Anthropological Institute) by L.A. Waddell
Mumi Mesir Kuno berambut pirang. Paling kiri: mumi Firaun Ramses II

Gambar atas: foto-foto mumi Mesir kuno yang berprofil "bule", dengan rambut berwarna Blonde (pirang) & Brunette (coklat terang). Mumi paling kiri pada foto adalah Firaun Ramses II yang berkuasa di Mesir kuno pada 1304-1237 SM, juga memiliki rambut pirang.

Berdasarkan penyelidikan The New England Historic Genealogical Society NEHGS, sebuah lembaga penelitian Genealogy (keturunan darah & silsilah) tertua di Amerika yang didirikan pada tahun 1845, menemukan fakta yang tidak kalah mencengangkan dengan temuan iGENEA Swis, yakni: adanya hubungan darah para presiden AS (George Bush, Barack Obama, dll.) dengan keluarga kerajaan Inggris Windsor. Temuan NEHGS di Amerika memperkuat hasil penelitian Burke's Peerage di Inggris, yang telah lebih dahulu sejak tahun 1826 melacak silsilah, pertalian darah dari keluarga kerajaan Inggris dan klan-klan bangsawan Eropa, sampai presiden dan keluarga-keluarga terhormat Amerika Serikat. Temuan Burke's Peerage diterbitkan dalam publikasi resmi yang berjudul “Burke's Peerage, Baronetage & Knightage
"44 U.S. presidents carried European royal bloodlines, 34 have been genetic descendants of Charlemagne, King of the Franks. 19 of them directly descended from King Edward III of England."Terjemahan: 44 Presiden AS memiliki "darah biru" bangsawan Eropa, 34 adalah keturunan genetik langsung dari Raja Charlemagne, kerajaan Franks, dan 19 dari mereka keturunan langsung dari Raja Edward III, Inggris
Burke's Peerage, Baronetage & Knightage,
Nobility & Genealogy by John Burke

Gary Boyd Roberts, Senior Research Scholar dari New England Historic Genealogical Society (NEHGS) menerbitkan hasil penelitiannya dalam publikasi resmi yang berjudul "Ancestors of American Presidents", dengan temuan-temuan sbb: George W. Bush memiliki pertalian darah langsung dengan 16 presiden AS diantaranya: George Washington, Abraham Lincoln, Teddy Roosevelt, Franklin D. Roosevelt, Richard Nixon, Gerald Ford, dll. Dinasti Bush juga memiliki pertalian darah dengan Raja Albania dan keluarga kerajaan Inggris House of Windsor. Masih saudara sedarah dengan 20 Dukes Inggris, 13 sepupu dari Ratu Inggris Elizabeth.
"Bush is 13th cousin once removed from Prince Charles and has direct descent from King Henry III, Charles II, and Edward I of England. Through the House of Windsor and King Henry III, the Bush’s and Bill Clinton are genetically related as well." Terjemahan: Bush adalah sepupu ke-13 dari Pangeran Charles dan keturunan langsung dari Raja Henry III, Charles II, dan Edward I dari Inggris (melalui garis House of Windsor). Bush dan Bill Clinton juga memiliki pertalian darah.
Ancestors of American Presidents by Gary Boyd Roberts,
New England Historic Genealogical Society (NEHGS)

Bloodline (keturunan darah) dari genetik Firaun Mesir kuno Tutankhamun termasuk diantaranya Raja Philip of Macedonia (382-336 SM), ayah dari Alexander the Great (356-323 SM) yang berhasil menaklukan Asia. Keturunannya juga termasuk Ratu Mesir yang terkenal kecantikannya Cleopatra (60-30 SM), yang mendapat keturunan dari Julius Caesar (Romawi): Ptolemy XIV
* sekitar 80 generasi tidak disertakan dalam Silsilah Darah

Keturunan darah yang tidak tercantum dalam Silsilah diantaranya sbb: Raja Herod the Great, Raja Spanyol King Ferdinand dan Queen Isabella of Castile yang mensponsori perjalanan Christopher Columbus, termasuk Raja Charlemagne (742-814 M), juga Raja-Raja Prancis Robert II, Philip I, II, III, dan Louis I, II, VI, VII, VIII, IX, XIII, XV, XVI. Dan tentunya Raja-Raja Inggris termasuk King John, yang menanda-tangani Magna Carta, King Henry I, II, III, King James I, King George I, II, III, Edward I, II, III, termasuk juga Queen Victoria, Edward VII, George V, VI, Queen Elizabeth II, Prince Charles, Princess Anne, Prince Andrew dan Prince Edward, sampai Prince William dan Prince Harry putera Pangeran Charles,
Obama adalah sepupu ke-11 dari mantan Presiden George W. Bush

Hasil penelitian New England Historic Genealogical Society (NEHGS) ini juga pernah dilansir oleh salah satu stasiun televisi berita swasta Amerika, yang mana temuannya termasuk mantan Wapres AS Dick Cheney adalah sepupu ke-9 dari George W. Bush, dan Presiden Barack Obama juga sepupu ke-11 dari George W. Bush. Obama juga memiliki pertalian darah dengan Sir Winston Churchill, General Robert Lee, dan Camila Parker Bowles.
Sedikit banyak menjelaskan benang merah kehebatan bangsa Mesir kuno membangun piramid menggunakan "iptek" yang pastinya sangat maju untuk masa itu, dan peradaban Barat yang kini merajai iptek era Milenium. Menjelaskan benang merah ambisi ekspansionis Raja Macedonia haus wilayah Alexander the Great, dan petualangan peradaban Barat Inggris & Spanyol menemukan dunia baru era Conquistador.

Bangsa pilihan Tuhan yang dikaruniai superioritas kecerdasan yang mampu menciptakan alat-alat perang penakluk dunia, jet-jet tempur, rudal-rudal balistik dan berbagai inovasi teknologi militer yang terlalu canggih dan tak terpikirkan oleh ras-ras kulit warna lainnya di muka bumi.
Bangsa pilihan Tuhan yang melahirkan Johannes Gutenberg , Niklaus Otto , Alexander Graham Bell , Thomas Alfa Edison , Wernher von Braun , Lawrence Roberts yang tanpa mereka semua kita tidak akan mengenal yang namanya mesin cetak. mobil berbahan bakar bensin, telepon , lampu bohlam , roket dan internet.
Bangsa pilihan Tuhan yang pernah memperbudak Israelite (yahudi) sampai Tuhan harus turun tangan dan mengirimkan kader terbaik-Nya untuk membebaskan bani israil dari perbudakan, yang kini setelah 4000 tahun kembali lagi menjadi penguasa di Israel, dan sekali lagi "memperkosa" marwah yahudi demi pembenaran kepemilikan tanah suci trio Samawi.

Dari Alexander the Great sampai Adolf Hitler, sampai supremasi militer Amerika, ras kulit putih "Aryan" akan selalu sepuluh langkah di depan. Garis keturunan "darah biru dari yang terbiru" yang selalu berhasil & sukses menjadi "sang majikan" dari ras-ras inferior lainnya yang menghuni planet ini. Dan faktanya beberapa dari anda mungkin sulit menelan paparan fakta ini, karena anda memang telah dibesarkan untuk menurut apa kata majikan.. hanya menyukai & membenci apa-apa yang telah mereka tetapkan.
Satu Darah. Satu Keluarga. Memimpin Semua.

Bagaimana Otak Membodohi Kita Selama Ini, Tanpa Pernah Kita Sadari

Percaya gak kalo otakmu ternyata sering membuat kekeliruan dalam berpikir? Pikiran kita sering menciptakan prasangka berdasarkan pengalaman yang lampau, yang bisa jadi irasional. Nah, prasangka ini bisa membuatmu keliru mengambil keputusan. Parahnya lagi, kita gak selalu bisa menyadarinya.
Kamu bisa mencegah ini terjadi di masa depan dengan menjadi lebih “sadar” atau mindful tentang bagaimana otakmu bekerja. Nah, inilah 7 kekeliruan yang bisa kamu cegah lewat menjadi lebih sadar!

1. Kita Melakukan Banyak Hal yang Tidak Mau Kita Lakukan, Hanya Karena Sudah Terlanjur
Pernahkah kamu terpaksa duduk menonton film jelek di bioskop gara-gara udah membayar mahal tiketnya? Banyak orang yang mengalaminya kok. Alih-alih beranjak keluar dan menikmati hal lain yang kita suka, kita memilih untuk tetap duduk dan menonton karena gak mau duit tiket kita mubazir.
Kita cenderung memilih meminimalkan kerugian alih-alih memaksimalkan kesempatan. Padahal kalo saat itu kamu keluar saja dari gedung bioskop, kamu bisa menikmati pengalaman lain yang lebih seru daripada duduk diam sambil kesal sendiri.
Saat menemui situasi seperti itu, gak perlu ragu. Tanyakan pada dirimu: apa sih yang paling membuatmu nyaman sekarang? Visualkan keadaan itu dan bertindaklah sesuai visualisasi tersebut. Dengan begitu, kamu secara alami akan mengejar kesempatan daripada bilang, “Ya udahlah, sayang…”

2. Kamu Sok Tahu dalam Memprediksi Sesuatu
Bayangkan kamu melemparkan sebuah koin yang kemungkinan keluar sisi angka atau gambar adalah setara 50-50. Lalu, sisi angka sudah 5 kali keluar berturut-turut. Pada lemparan berikutnya, sisi mana yang keluar? Kamu berpikir, pasti setelah ini sisi gambar yang keluar.
Salah! Mau keluar 5 kali, 10 kali, atau 100 kali berturut-turut, kemungkinan yang dimiliki kedua sisi koin tetap sama. Meskipun kamu mengetahui fakta ini, kamu tetap memiliki tendensi irasional dalam menentukan hasil di masa mendatang berdasarkan hasil di masa lalu. Inilah yang bisa membuat seseorang salah mengambil keputusan.
Sebelum mengambil keputusan berdasarkan prasangka yang irasional, coba berhenti sejenak lalu tarik napas dalam-dalam. Mengambil napas panjang bakal menciptakan jeda yang bisa menciptakan kelapangan berpikir dan membuatmu kembali berpikir jernih.

3. Kamu Meyakinkan Diri Sendiri Bahwa Keputusanmu Itu Baik, Padahal Sebenarnya Kamu Tahu Kamu Berbohong

Suatu hari, kamu membeli sepatu yang sebenarnya gak kamu perlukan. Kamu pun berusaha menghibur diri dengan bilang “Ah, nanti juga perlu kok!” Padahal kamu sendiri tahu bahwa sepatumu yang lama juga masih sangat-sangat bagus.
Ketika kamu memaksa diri percaya pada sesuatu yang sebenarnya berlawanan dengan kenyataan, kamu akan mengalami yang disebut disonansi kognitif. Disonansi kognitif bisa membuatmu lebih rentan stres, lho.
Disonansi kognitif bisa diatasi dengan menyadari kecenderunganmu untuk mencari dalih terhadap keputusan yang buruk. Ketika kamu sudah menyadari kecenderunganmu ini, kamu bisa menerima secara sadar bahwa kamu terkadang memang ceroboh. Ini akan mencegahmu membuat-buat alasan yang tak perlu. Kamu pun jadi bisa belajar dari kesalahan-kesalahan yang kamu lakukan di masa lalu.

4. Kita Cenderung Hanya Percaya Apa yang Ingin Kita Percaya
Pernah gak kamu iseng mencoba diramal pakai kartu Tarot? Pernah merasa apa yang diungkapkan kartu Tarot itu benar? Hmm…padahal belum tentu kenyataannya seperti itu lho. Bisa jadi kamu merasa bahwa ramalan itu benar hanya karena kamu menginginkan ramalan itu benar. 
Ini disebut dengan bias konfirmasi. Kita semua tertarik dengan gagasan dan informasi yang mempertegas keyakinan kita. Sayangnya, kalau tidak menyadari ini kita bisa terjebak menjadi orang yang berpikiran sempit. “Apa yang kuyakini itu benar, kok!” Padahal ya belum tentu begitu.
Untuk mencegah bias konfirmasi ini, kita harus lebih memandang segalanya dengan objektif. Jika sesuatu bertentangan dengan keyakinan kita, kita tidak boleh langsung menolaknya. Kita harus cukup sadar untuk menerima pemahaman lain yang sama-sama valid, bahkan meski kita sendiri gak setuju dengan pemahaman itu.
Sadarilah kecenderungan kita untuk bias. Ini memang gak mudah dilakukan, tapi penting buat menumbuhkan cara pikir dan kreativitasmu.

5. Kita Sering Menghubungkan Sesuatu yang Sebenarnya Tidak ada Hubungannya
Bayangkan kamu punya seorang teman yang lulusan perguruan tinggi ternama dan dia berhasil sukses dalam karirnya. Lalu, menurutmu apa yang menjadi faktor penentu kesuksesannya? Apakah karena dia adalah lulusan universitas ternama? Belum tentu.
Masalahnya adalah kita seringkali menghubungkan kesuksesan pada faktor yang keliru dan secara keliru mengharapkan hasil yang sama terjadi pada kita. Bisa saja dia sukses karena dari sananya dia cerdas dan pekerja keras. Jika kita masuk ke perguruan tinggi yang sama, belum tentu kita juga meraih kesuksesan yang sama.
Untuk mengantisipasi pemikiran seperti ini, cobalah untuk tidak menilai sesuatu dari tampak luarnya saja. Sadari kekeliruan penangkapan makna seperi ini dan pengaruhnya terhadap perilakumu di masa depan.

6. Kita mudah percaya pada informasi pertama yang disodorkan pada kita
Saat kamu sedang jalan-jalan di mal, tiba-tiba ada spanduk besar dengan tulisan: “Diskon 50% khusus hari ini!” Kamu yang tadinya gak berniat belanja pun jadi membeli kaos seharga 100 ribu dari harga semula 200 ribu.
Mumpung murah? Hm, gimana kalo harga kaos itu sebenarnya cuma 50 ribu, apa masih merasa murah? Kamu baru saja terkena efek jangkar (anchoring effect).
Efek jangkar adalah suatu bias kognitif yang membuatmu bergantung pada secuil informasi pertama yang kamu terima. Kamu jadi gagal berpikir lebih dalam hanya karena begitu saja percaya pada informasi pertama tersebut.
Cobalah atasi ini dengan menjadi lebih sadar akan nyatanya efek jangkar. Sadarilah tendensi pemikiran bahwa kamu akan terpengaruh oleh informasi pertama yang kamu lihat. Perhatikan dari mana nukilan informasi itu berasal. Kamu pun jadi lebih gak mudah untuk terprovokasi.

7. Kebanyakan Pilihan Membuatmu Malas Berpikir. Kamu Bilang “Terserah!”, Padahal itu Keputusan Gegabah
Kamu mungkin pernah mengalami ini: pengen beli sepatu, tapi karena begitu banyak pilihan akhirnya malah keluar dengan tangan hampa. Itulah paradoks pilihan (paradox of choice). Ketika kita punya banyak pilihan, kita justru kewalahan dan pulang tanpa memilih sama sekali. Di lain waktu, kita asal memilih biar sekadar cepat selesai. Dengan informasi yang gak terkendali, masalah ini makin menjadi.
Solusinya? Persempit pilihan kamu. Singkirkan pilihan-pilihan yang gak relevan sebelum kamu jadi kewalahan. Sebagian besar pilihan sebenarnya hanyalah iklan promosi yang gak relevan buat kamu. Dengan berfokus sama tujuan utamamu, kamu bakal punya lebih banyak waktu untuk melakukan hal yang penting buatmu. Kamu pun bisa mengabaikan hal-hal lain yang sebenarnya gak begitu penting.

XYZ of War Part II : Perang Adalah Bisnis

BAGIAN KEDUA : PERANG ADALAH BISNIS

The U.S. has destroyed democracy throughout the globe while claimed to be spreading democracy. I spent 33 years in active military service as a muscle-man for Wall Street and bankers. I helped make Mexico safe for American oil interests in 1914, made Haiti and Cuba a decent place for National City Bank. I was a gangster for capitalism.” (Major General Smedley Butler, US Army)
Terjemahan: Amerika Serikat telah menghancurkan Demokrasi di penjuru dunia sambil mengaku menyebarkan Demokrasi. Saya aktif 33 tahun di militer AS cuma untuk menjadi “tukang pukul” bagi Wall Stret dan para Bankir. Saya adalah penjahat pelayan Kapitalisme.

Pengakuan seorang Jendral Militer AS General Smedley Butler yang dituangkan dalam buku-nya: “War is a Racket: The Profit Motive Behind Warfare”. Maj.Gen Butler adalah seorang Patriot Amerika, veteran Perang Dunia I penuh tanda jasa, dan mantan Panglima Marinir AS.
General Butler membuat testimoni di depan Komisi DPR AS: The McCormack-Dickstein Congressional Committee, bahwa ia telah didekati oleh para konglomerat AS pada tahun 1934, yang menawarkannya sejumlah uang asalkan General Butler mau melakukan coup d'état (kudeta) menggulingkan Presiden Franklin D. Roosevelt (FDR), oleh karena pada saat itu FDR berencana untuk mengadakan Program “Redistribution of Wealth”, atau redistribusi kekayaan dari si kaya ke si miskin, yang berbau sosialisme dan kontra-kapitalisme.

Pada sebuah pertemuan, General Butler bertemu dengan Irenee Du Pont dari keluarga Du Pont, industrialis Baja terkaya di Amerika US. Steel, dan Robert Sterling Clark sebagai perwakilan dari para Bankir di Wall Street. General Butler ditawarkan uang muka sebesar 100.000 Dollar ditambah jaminan ketersediaan dana sampai 300 juta Dollar untuk melakukan kudeta gulingkan FDR. Belakangan diketahui otak dari rencana kudeta ini adalah “paguyuban” industrialis, konglomerasi minyak raksasa, dan bankir Wall Street: John D. Rockefeller (Standard Oil & Chase Bank), J.P. Morgan (General Motors & JP. Morgan Bank), Henry Ford (Ford Motor Company), Prescott Bush (kakek dari President George W. Bush, salah satu pemilik Brown Brothers Harriman & Co. yang nantinya akan memenangkan seluruh tender proyek di Perang Vietnam).
Setelah mendapat bukti-bukti cukup, General Butler melaporkan tindakan Treason (pengkhianatan terhadap negara) ini kepada Komisi DPR AS: McCormack-Dickstein Committee, yang diketuai oleh Congressman (anggota DPR AS) John McCormack dan Samuel Dickstein. Namun meski laporan telah diterima dengan baik, McCormack dan Dickstein seperti enggan menindak-lanjuti kemungkinan pelanggaran konstitusi berat ini. Bahkan tak lama kemudian, seluruh media di Amerika malah berbalik menyerang General Butler, menyebutnya sebagai penyebar fitnah dan pencari sensasi. Sampai General Butler tutup usia, tidak ada tindak lanjut, dan tidak ada yang dihukum.
Rekomendasi bacaan:
War is a Racket: The Profit Motive Behind Warfare by General Smedley Butler
The Plot to Seize the White House” (Hawthorne Books) by Jules Archer

1. Proyek Hitler
I have had plenty of opportunity in my post in Berlin to witness how close some of our American ruling families are to the Nazi regime. At the present moment, the Du Ponts are aiding in the armament business, their chief ally is I.G. Farben Company. Standard Oil Company (Rockefeller) has made $500,000 a year helping Germans make Ersatz for war purposes. General Motors Company (J.P. Morgan), and Ford also do enormous business here. I mention these facts because they complicate things and add to war dangers.” (William Dodd)
Terjemahan: Posisi saya di Berlin memberikan saya kesempatan untuk menyaksikan langsung kedekatan keluarga raksasa bisnis Amerika dengan rezim Nazi. Saat ini, keluarga Du Pont melakukan investasi melalui I.G.Farben di industri persenjataan. Standard Oil Company (Rockefeller) memberikan 500.000 Dollar per tahun kepada Ersatz untuk kebutuhan industri Perang. General Motors (J.P.Morgan) dan Ford juga melakukan bisnis besar disini. Saya khawatir mereka akan memperumit bahaya Perang.”

Petikan surat William Dodd, Duta Besar AS untuk Jerman, yang ia tulis untuk Presiden Franklin D. Roosevelt pada 19 Oktober 1936, mengenai kekhawatirannya akan para industrialis dan konglomerat raksasa AS yang memberikan uang tak terhitung banyaknya kepada Hitler & Nazi.

Setelah gagal mengobarkan perang di kampung halaman Amerika, perhatian para konglomerat raksasa beralih ke Hitler & Nazi yang sepertinya lebih “kooperatif” mengemban proyek pengobaran perang ini. General Motors (J.P.Morgan) dan Henry Ford melakukan investasi besar-besaran ke dua produsen Ranpur (kendaraan tempur) terbesar Jerman: Opel dan Ford A.G. Dua bahan baku vital untuk perang, yakni: bahan peledak dan bahan bakar, juga dapat diakses mudah oleh Hitler & Nazi berkat investasi jor-joran yang digelontorkan Du Pont dan Rockefeller (Standard Oil & Chase Bank).
Rekomendasi bacaan:
The House of Morgan: American Banking Dynasty & the Rise of Modern Finance
(Grove Press) by Ron Chernow

Bankir raksasa Wall Street: J.P. Morgan, diketahui melakukan mega investasi sampai 3 milyar Dollar (pada tahun 1931 saja) ke berbagai industri strategis Jerman. J.P Morgan Bank juga diketahui menjadi pendana utama bagi rezim fasis Mussolini, dan militer Dai Nippon pada 1931. Berikut ini adalah dana yang “tertangkap basah” mengalir dari Wall Street kepada Hitler & Nazi selama tahun 1929 s/d 1933:

1929 total dana $10,000,000 dikirim Wall Street kepada Hitler
1931 total dana $15,000,000 dikirim Wall Street kepada Hitler
1933 total dana $7,000,000 dikirim Wall Street kepada Hitler
Total $32,000,000 sampai tahun 1933 saja
* tidak termasuk mega investasi ke industri-industri strategis Jerman

Mega investasi yang diketahui digelontorkan Konglomerat Raksasa AS ke Jerman:
#1. Du Pont (US. Steel) menjadi investor utama bagi I.G.Farben, suplier terbesar industri perang Jerman (bahan kimia, plastik, karet sintetis, sampai amunisi),
#2. Rockefeller (Chase Bank & Standard Oil) mejadi investor utama bagi Ersatz, yang juga merupakan suplier terbesar industri perang Jerman seperti I.G.Farben
#3. Prescott Bush (the Union Banking Corporation - UBC) menjadi investor utama bagi Fritz Thyssen & Krupp, produsen Baja strategis no.1 terbesar di Jerman
#4. J.P.Morgan (General Motors) dan Henry Ford (Ford Motor Co.) menjadi investor utama bagi OPEL & Ford A.G., produsen utama Ranpur (kendaraan tempur) untuk militer Nazi
#5. ITT dan General Electric (J.P. Morgan), penyedia alat komunikasi canggih untuk Ranpur Jerman
#6. Rockefeller (Standard Oil), menjadi investor utama untuk DAPAG (Deutsche-Amerikanische Petrolieum AG) perusahaan minyak terbesar Jerman, industri perang paling strategis bagi kiprah Hitler & Nazi
Rekomendasi bacaan:
Wall Street and the Rise of Hitler (Hoover Press) by Professor Anthony C. Sutton

Pada Agustus 1938, Hitler menganugerahi medali Grand Cross of the Order of the German Eagle kepada Henry Ford atas jasanya membantu membangun Jerman. Ini kali pertama medali tersebut diberikan kepada non-Jerman. Charles Lindbergh “bapak Aviasi Amerika” yang konon anti-perang pun dianugerahi medali Service Cross of the German Eagle oleh Reichsmarschall Hermann Goering (orang kedua setelah Adolf Hitler di rezim Nazi), atas kontribusinya membangun Luftwaffe (Angkatan Udara Jerman).

Henry Ford diketahui telah terlibat langsung membiayai kampanye Hitler dari awal, jauh sebelum Partai NSDAP (Nazi) memenangkan Pemilu di Jerman. Adolf Hitler menggantung foto Henry Ford berbingkai di kamar kerja-nya, dan tak jarang mengungkapkan rasa kekagumannya terhadap Henry Ford ke banyak orang. Bahkan buku Mein Kampf yang terkenal rasis terhadap Yahudi adalah plagiarisme (mencontek mentah-mentah) dari buku Henry Ford yang berjudul “The International Jew”, yang telah terbit sebelum Mein Kampf dan berkonten SARA terhadap Yahudi.
Sindikasi konglomerasi raksasa AS ini juga masuk ke Jerman melalui program The Dawes Plan (semacam IMF), yang berkedok “bantuan pembangunan Jerman pasca PDI”, namun kenyataannya mengalir langsung ke jantung industri strategis pendukung Perang, memastikan metamorfosis Jerman menjelma menjadi negara adidaya dalam sekejap mata, dan menyebabkan Perang Dunia II yang memakan korban puluhan juta jiwa.
Rekomendasi bacaan:
Henry Ford and the Jews: Mass Production of Hate (Public Affairs) by Neil Baldwin

FYI, dinasti Rockefeller, Ford & JP. Morgan 100% ras kulit putih (bule), BUKAN Yahudi.
JEW OR NOT A JEW

2. Menaklukkan Dunia dengan Hutang
Seusai Perang Dunia II, Eropa dalam kehancuran total. Hampir setiap kota besar dan area industri porak-poranda dari pemboman udara berulang-ulang. Hampir setiap wilayah kehilangan infrastruktur secara signifikan: rel kereta, jembatan, dermaga, membuat transportasi hampir sama sekali tidak berfungsi. Kegiatan berniaga dan bisnis pun lumpuh total, membuat tingkat pengangguran tak terkendali, diperparah oleh kekurangan pangan dan kelaparan.
Dalam kondisi seperti ini, Jerman berhutang kepada JP.Morgan sebesar 151 juta Dollar, Jepang berhutang sebesar 197 juta Dollar, dan Austria berhutang sebesar 20 juta Dollar
* ini baru kewajiban kepada satu konglomerat saja.

Lalu apa yang harus dilakukan oleh sebuah negara yang sedang dalam kondisi “lumpuh” dan tidak mampu membayar hutangnya? Jawab: Menambah hutang lagi. Dengan label "Bantuan Ekonomi" untuk mempercepat pemulihan Eropa, kali ini paguyuban konglomerat melibatkan pemerintah Amerika Serikat untuk mencairkan pinjaman ke negara-negara korban PDII di Eropa, yang kemudian diberi nama Marshall Plan (diambil dari nama Chief of Staff Gedung Putih saat itu: George Marshall). Karena jumlah pinjaman yang diperlukan fantastis, kali ini uang kas negara hasil pungutan pajak rakyat Amerika pun digunakan.
Setelah disetujui congress (DPR AS), pemerintah AS mencairkan pinjaman perdana sebesar 40 juta Dollar kepada Prancis, Austria dan Italia. Tahap kedua Inggris dan Prancis menerima pencairan dengan nilai masing-masing 225 juta Dollar. Tahun pertama program Marshall Plan berjalan, 5 milyar Dollar berhasil disalurkan ke negara-negara Eropa dalam bentuk pinjaman. Pada tahun ke-empat, Eropa telah sukses berhutang sebesar 15 milyar Dollar.

Matematika-nya seperti ini: Eropa berhutang ke Konglomerat -> hutang dipakai perang -> eropa hancur -> kredit macet -> eropa tambah hutang dari uang rakyat Amerika -> eropa bisa bayar hutang ke Konglomerat
Keuntungan dari Perang:
1. Penjualan senjata.
2. Penciptaan Hutang Baru (bunga dari pinjaman pasca-perang).
3. Privatisasi (Penanaman Modal Asing – PMA ke industri strategis).
4. Menghancurkan jaringan bisnis lama (menciptakan akses ke pasar Eropa).
5. Menciptakan negara-negara Eropa yang “Ramah” terhadap kebijakan Amerika.

Penerapan poin no.5 membuka akses bagi produk-produk Amerika masuk Eropa, misal: bioskop-bioskop yang memasang film Hollywood, cadangan Devisa dalam valuta Dollar Amerika, yang pada hilirnya menciptakan sistem finansial yang terintegrasi dengan Wall Street dan Bank Sentral AS, menciptakan satu dunia “The American Way”.

* negara-negara yang sampai saat ini belum terintegrasi dengan sistem finansial Amerika, tidak memiliki Pasar Modal yang berafiliasi dengan Wall Street, tidak memiliki Bank Sentral yang terkoneksi, dijuluki Rogue Country (negara nakal) yang nasibnya tinggal tunggu waktu dapat jatah intervensi militer.

Kenapa Perang? Karena tidak ada bisnis yang lebih menguntungkan daripada Perang.

3. Pembiayaan Agresi Militer Belanda
Ketika perwakilan Republik Indonesia (yang baru berdiri) ke Washington untuk meminta dukungan kepada Harry Truman pada Oktober 1945, Amerika Serikat sedang menghadapi musuh baru: Blok Timur. Hal ini membuat Departemen Perencanaan Kebijakan AS pada saat itu menilai lebih logis untuk dukung kolonial Belanda, daripada dukung gerakan para Republikan Nasionalis yang tidak bisa diprediksi arah ideologi-nya.
Berdasarkan keputusan tersebut, AS memberikan dukungan penuh terhadap legitimasi kolonisasi Hindia Belanda. Dibuktikan lewat salah satu butir Klausul Marshall Plan yang menyebutkan secara tertulis: Belanda boleh alokasikan pinjaman untuk “membangun” Hindia Belanda. Dengan ini, Belanda menjadi satu-satunya negara debitur Marshall Plan yang mendapat dukungan tertulis dari AS atas rencana penjajahan Kolonial pasca Perang Dunia II.
Atas dasar Klausul tersebut, Den Haag langsung memberlakukan Embargo ekonomi terhadap negara kedaulatan "seumur jagung" Republik Indonesia. Washington juga memberikan restu kepada militer Belanda untuk menggunakan peralatan tempur AS dalam status "Pinjaman". Pada Oktober 1945, Chief of Staff George C. Marshall memerintahkan untuk mencopot identitas militer AS pada perangkat tempur yang akan digunakan oleh pasukan SEAC (South East Asia Command) dikomandoi Lord Louis Mountbatten untuk bombardir Surabaya pada 10 November 1945.
Pada 30 November 1946, pemerintah AS resmi meminjamkan kepada militer Belanda sbb:
118 unit pembom B-25, pesawat tempur P-40 dan P-51
45 unit kendaraan tempur tank tipe Stuart
459 unit kendaraan militer tipe Jeep (Willys)
170 unit berbagai unit artileri (meriam cannon)

Tak ketinggalan truk-truk militer, dan puluhan ribu persenjataan infantri dari arena Perang Pasifik untuk kolonisasi Hindia Belanda. Militer Belanda juga diberikan akses ke 65.000 ton suplai logistik. Tak hanya itu, AS juga memberikan restu atas permintaan Belanda untuk mendapatkan dana tambahan sebesar 26 juta Dollar (di luar Marshall Plan) untuk keperluan di Hindia Belanda. Tak tanggung-tanggung Amerika juga memboikot keanggotaan Republik Indonesia dalam Komisi Ekonomi PBB untuk Timur Jauh (ECAFE).
Momen titik balik krusial yang mempengaruhi kebijakan Washington adalah kejadian Pemberontakan PKI di Madiun pada 18 September 1948. Pernyataan Soekarno, “Bangsa Indonesia harus memilih! Saya, atau Musso??” dianggap sebagai bentuk keberpihakan kepada Blok Barat. Ditambah perlawanan sengit dari para Freedom Fighters (Pejuang) yang membuat proses Kolonisasi jauh dari mulus. Belanda dianggap "memble", dan Washington memutuskan untuk mengakhiri keruwetan di Hindia Belanda dengan berbalik mendukung kemerdekaan Indonesia. Keputusan tersebut direalisasikan pada forum DK PBB tanggal 27 Desember 1949, ketika Amerika berbalik meminta Belanda menyerahkan Indonesia kepada Soekarno.
Rekomendasi bacaan:
American Visions of the Netherlands East Indies (Indonesia): US Foreign Policy and
Indonesian Nationalism 1920-1949 (Amsterdam University Press) by Frances Gouda

4. Kennedy Harus Mati
Berikut ini adalah Rangkuman dari dua buah buku: On the Trail of the Assassins dan Crossfire: the Plot that Killed Kennedy, yang salah satunya telah diangkat ke layar lebar oleh Hollywood dengan judul JFK, berdasarkan kisah nyata seorang District Attorney (Jaksa Wilayah) bernama Jim Garrison yang menyelidiki pembunuhan John F. Kennedy.

Pada November 1960, seorang senator muda dari negara bagian Massachusetts bernama John Fitzgerald Kennedy memenangkan pilpres dan menjadi Presiden AS ke 35. Salah satu agenda JFK sebagai Presiden, adalah mengurangi otoritas dinas intelijen AS C.I.A yang ia anggap sudah terlalu “menguasai hajat hidup orang banyak”, dan JFK tidak main-main dengan agendanya. JFK menolak permintaan CIA untuk memberikan bantuan militer melalui udara bagi pasukan Anti-Castro (asuhan CIA) pada kontak senjata di teluk Bay of Pig April 1961, yang menyebabkan kekalahan pasukan bentukan CIA tersebut. Tak cukup sampai disitu, JFK kembali menguji kesabaran para petinggi militer dan intelijen Amerika ketika pada awal tahun 1963, ia menetapkan rencana untuk memulangkan 16.000 tentara Amerika dari Laos dan Vietnam. 
Pada Jumat siang 22 November 1963, iring-iringan mobil presiden JFK berparade mengelilingi kota Dallas, Texas. Pada jam 12:30, iring-iringan Presiden JFK berbelok di tikungan patah masuk ke taman Dealey Plaza melewati gedung penyimpanan buku Texas Book Depository, saat itu juga terdengar suara tembakan meletus berkali-kali. JFK dilarikan ke rumah sakit Parkland Memorial 5 km dari taman Dealey Plaza, namun JFK menghembuskan nafas terakhirnya pada jam 13:00 waktu Amerika. Siang itu juga, kepolisian kota Dallas menangkap seseorang bernama Lee Harvey Oswald, dan pada malamnya, Jaksa kota Dallas Henry M. Wade mengumumkan tanpa keraguan bahwa Oswald adalah pembunuh JFK (hanya 6 jam dari waktu penembakan), bahkan sebelum dilakukan penyidikan.
Oswald tidak diberikan Kuasa Hukum, dan tidak ada satu lembar pun Laporan BAP (Berita Acara Pemeriksaan) yang dibuat selama interogasi. Senapan Mannlicher-Carcano yang dibeli Oswald melalui Mail Order, dipaket ke alamat PO Box milik Oswald (yang membuatnya mudah untuk dilacak), ditetapkan sebagai senapan yang digunakan membunuh JFK. Lalu hanya 48 jam setelah penangkapan, Oswald tewas ditembak oleh seseorang bernama Jack Ruby di depan 70 orang polisi yang sedang mengawalnya. Anehnya lagi, Ruby sang pembunuh Oswald pun tewas di penjara tak lama setelah ditangkap. Demikian akhir dari drama pembunuhan Presiden Amerika tanpa penyidikan, tanpa persidangan.
Presiden Lyndon Johnson menunjuk Ketua MA Earl Warren untuk membentuk Komisi kerja Warren Commission untuk menyelidiki pembunuhan JFK di Dallas. Warren Commission membuat kesimpulan: JFK tewas oleh tiga peluru dari pembunuh tunggal bernama Lee Harvey Oswald, dari lantai enam gedung penyimpanan buku Texas Book Depository, yang berposisi di belakang iring-iringan mobil Presiden JFK yang telah melewati Gedung tersebut masuk ke area Dealey Plaza.
Pada tahun 1966, seorang Jaksa Wilayah Orleans Parish, New Orleans, bernama Jim Garrison memutuskan untuk melakukan penyelidikan atas Laporan Komisi Warren yang ia nilai banyak kejanggalan dan tidak konsisten dengan fakta-fakta temuan di lapangan. Jim Garrison mewawancara ulang beberapa saksi hidup yang berada di tempat kejadian ketika presiden JFK tewas ditembak di taman Dealey Plaza pada siang na’as 22 November itu.

Saksi no.1: S.M. Holland, Richard Dodd dan James Simmons, ketiganya berada di TKP, “Saya mendengar tembakan berasal dari pagar di depan iring-iringan mobil presiden."
Saksi no.2: William Newman, berada di TKP, “Kami semua melihat hal yang sama, ada asap keluar dari rerimbunan pohon dekat pagar dari depan mobil JFK.”
Saksi no.3: Jean Hill dan Mary Moorman, berada di TKP, “Aku melihat kilatan cahaya dari semak-semak pagar seberang. Aku terus memandang dan melihat asap keluar dari balik pagar tersebut. Ketika aku menceritakan apa yang terjadi, bahwa aku mendengar 4-5 kali bunyi letusan tembakan dari pagar, petugas Secret Service (dinas rahasia) dengan memaksa menjelaskan bahwa yang ku dengar tersebut adalah gema. Mereka juga memaksaku untuk memberikan kesaksian 3 suara tembakan yang ku dengar berasal dari gedung penyimpanan buku, dan mengatakan akan menahanku apabila aku tidak kooperatif.”
Kejanggalan no.1: William Walter, seorang petugas piket malam di kantor federal FBI menerima teleks pada 17 November 1963 yang berbunyi, “Sebuah percobaan pembunuhan akan dilakukan kepada presiden Kennedy saat kunjungan ke Dallas 22 November”. Peringatan yang sangat akurat tersebut diterima FBI tanpa ada satu tindakan pun dilakukan. Tanpa perubahan rencana iring-iringan pawai, dan tanpa pengadaan keamanan ekstra pada hari-H.
Kejanggalan no.2: Tes nitrat untuk mengetahui kadar mesiu yang menempel pada tubuh seseorang, dilakukan kepada Oswald dengan hasil Negatif. Tes nitrat ini menunjukan bahwa Oswald tidak menembakan senjata api dua hari sebelum tes dilakukan. Laporan TKP FBI pun menyatakan tidak menemukan sidik jari Oswald pada senapan yang ditemukan di gedung Texas Book Depository.
Kejanggalan no.3: Saat rekonstruksi TKP, FBI menghadirkan tiga penembak jitu, melakukan serangkaian uji coba, tidak satupun dari mereka mampu me-reka ulang apa yang Oswald lakukan, yakni melepaskan 3 tembakan dengan akurasi kelas dunia dalam 5,6 detik menggunakan senapan ekonomis. Hasil terbaik penembak jitu FBI rata-rata 6-7 detik tanpa membidik sama sekali, mustahil apabila harus ditambah variabel membidik.
Kejanggalan no.4: Beberapa dokter yang piket di RS Parkland Memorial saat JFK diotopsi memberikan kesaksian kepada Jim Garrison bahwa bagian belakang dari kepala JFK sudah tidak utuh lagi, terdapat luka menganga sepanjang tujuh sentimeter di bagian belakang kepala, sebuah karakteristik luka tembakan yang disebabkan oleh peluru yang masuk dari arah sebaliknya, yakni dari arah depan JFK.
Jim Garrison juga menemukan bahwa ada perintah dari Presiden Lyndon Johnson agar mobil Limosin JFK yang penuh darah dan lubang peluru untuk segera diperbaiki dan direstorasi, sebuah pelanggaran berat terhadap SOP penyelidikan FBI, apalagi menyangkut pembunuhan kepala negara. Namun tentunya tidak satu pun kejanggalan, maupun kesaksian ini disinggung dalam 26 jilid Laporan Komisi Warren (sesuatu yang akan diulang oleh 9/11 Commission Report 35 tahun kemudian).
Lee Harvey Oswald (sang pembunuh tunggal) bekerja di Jaggars-Chilles-Stovall, sebuah perusahaan percetakan sub-kontrak dinas intelijen Amerika CIA. Di waktu senggangnya, Oswald bersahabat dengan George De Mohrenschildt, seorang Sosialite di Dallas Petroleum Club (klub pengusaha Minyak). De Mohrenschildt memperkenalkan Oswald kepada koleganya yang bernama Bill Williams, seorang insinyur yang bekerja di Divisi Riset perusahaan Bell Helicopters, yang menawarkan kepada Oswald lowongan kerja di gedung penyimpanan buku Texas Book Depository.
Pada November 1966, Jim Garrison mendapat telepon dari seorang Kolonel Departemen Intelijen Pentagon yang ingin membantu Garrison dalam investigasinya, namun meminta Garrison untuk menggunakan inisial “Kolonel X” dalam laporannya. Ketika Garrison menjumpainya di Washington, Kolonel X menjelaskan mengenai operasi CIA bersandi Black Ops yang merupakan operasi gabungan antara Pentagon dan CIA. Black Ops adalah hierarki tertinggi intelijen di Amerika, dengan misi-misi antara lain: pembunuhan kepala negara, mengorkestrasi kudeta, mengatur pemilihan umum, proxy war (perang boneka), semua dengan satu tujuan, yakni: pelestarian kepentingan Amerika dan kroni-kroninya di dalam maupun luar negeri.
Kolonel X menjelaskan bahwa ia sedang berada di Selandia Baru, ketika ia membaca berita pembunuhan presiden JFK yang menjadi headline di sebuah Surat Kabar yang terbit pagi 23 November. Ini adalah sesuatu yang tidak masuk akal, karena surat kabar pagi dicetak pada dini hari waktu Selandia Baru (atau siang 22 November waktu Amerika), yang berarti JFK baru saja ditembak. Namun Surat Kabar tersebut telah memuat berita lengkap termasuk profil “sang pembunuh tunggal” Lee Harvey Oswald. “Sesuatu yang absurd dan berbau operasi Black Ops”, jelas Kolonel X.
Kolonel X juga menjelaskan bahwa salah satu tugas utamanya di Pentagon adalah Keamanan Presiden, dan belakangan ia baru mengetahui bahwa selama penugasannya ke luar negeri, ada perintah yang diberikan oleh Pentagon kepada Dinas Intelijen Militer 112 Fort Sam Houston agar tidak terlibat dalam pengamanan tambahan kunjungan JFK ke kota Dallas. Ini adalah pelanggaran sangat serius terhadap SOP pengamanan Presiden, karena Dallas masuk dalam yurisdiksi Dinas Intel 112 Fort Sam Houston, yang mana menurut regulasi, Dinas Intel setempat wajib menempatkan 100 sampai 200 personel disepanjang jalan yang menjadi rute iring-iringan.

Berdasarkan SOP, Dept.Intel Pentagon wajib untuk tiba di lokasi paling lambat 2 hari sebelum jadual kunjungan untuk memeriksa seluruh gedung, dan menempatkan penembak-penembak jitu, namun pada hari na’as itu tidak satu pun SOP yang dita’ati. Dan tidak ada hierarki dalam militer AS yang mampu membuat Dinas Intel 112 untuk tidak mengerjakan tugasnya, kecuali perintah tersebut datang langsung dari jajaran tertinggi Pentagon. Sekembalinya ke Amerika, Kolonel X berusaha untuk mendapatkan data-data Lee Harvey Oswald, namun ia diberitahukan bahwa data-data tersebut telah dimusnahkan, yang juga menyalahi standar prosedur.
Iring-iringan mobil JFK tanpa personel keamanan disepanjang sisi jalan dari Dinas Intelijen Militer 112 Fort Sam Houston
Dua dosa tidak terampuni JFK (menurut Kolonel X): Pertama, membekukan operasi “War against Communism” yang merupakan lahan basah bagi CIA dan Dinas Intelijen Militer Pentagon. Diperparah dengan pemecatan Allen Dulles dari posisinya sebagai Direktur CIA, dan pemecatan Jendral Charles Cabell sebagai Wakil Direktur CIA, yang mana keduanya telah dianggap sebagai tokoh “keramat” intelijen AS sejak pasca Perang Dunia II.
Kedua, keputusan JFK untuk mengakhiri keterlibatan AS di konflik indo-cina, yang secara praktis mengakhiri operasi militer dengan anggaran milyaran Dollar per tahun-nya, yang mana Militer AS telah terikat kontrak dengan para konglomerat pemilik Pabrik Senjata untuk pembelian peralatan perang. Anggaran pertahanan yang dipotong oleh JFK pada Maret 1963 adalah anggaran yang menopang “hajat hidup” 52 instalasi militer di 25 negara bagian AS, dan 21 pangkalan militer di luar negeri.

Per tahun 1966, Bell Helicopters telah menjual 3000 unit Helikopter kepada militer AS untuk digunakan di Perang Vietnam. General Dynamics yang berlokasi di Fort Worth, Texas juga meraup keuntungan dari penjualan jet tempur F-111 kepada militer AS untuk Perang Vietnam. Anggaran Pertahanan AS sejak pecah Perang Vietnam membengkak menjadi 75 milyar Dollar, masih merangkak naik menjadi 100 milyar Dollar pada tahun 1966, berakhir di kisaran 200 milyar Dollar pada akhir perang. Sekedar perbandingan: anggaran pertahanan AS pada tahun 1949 hanya sebesar 10 milyar Dollar oleh absennya perang.
JFK berniat untuk “mengeringkan kolam” milyaran Dollar milik para petinggi militer AS dan konglomerat raksasa Amerika. Tepat sehari setelah JFK dimakamkan, Presiden Lyndon Johnson menandatangani National Security Action Memorandum 273 tertanggal 26 November 1963 yang mencanangkan “War against Communism” dan memerintahkan pengiriman personel ke Vietnam Utara.
“War against Communism” terdengar tidak asing? 
Bagaimana dengan “War against Terror”?

Pada 8 Agustus 1964, terjadi penyerangan dua kapal Amerika oleh kapal perang Vietnam Utara di Teluk Tonkin (lepas pantai Vietnam), yang menjadi landasan bagi Lyndon Johnson meminta Kongres untuk memberinya otorisasi menginvasi Vietnam. Begitu permintaan dikabulkan, militer AS langsung membelanjakan 6 milyar Dollar untuk membeli ribuan helikopter tipe Hueys dari Bell Helicopters dan jet tempur tipe F-111 dari General Dynamics. 
Perusahaan kontraktor raksasa Brown & Root memenangkan seluruh tender proyek fisik pendukung perang senilai 2 milyar Dollar di Saigon, Cam Rahn Bay, dan Da Nang, termasuk proyek pembangunan Pangkalan Udara di Phan Rang. Brown and Root adalah donatur terbesar kampanye Lyndon Johnson sejak running for Congress (menjadi Caleg) pada tahun 1937. Brown and Root juga diketahui memberikan uang dengan jumlah yang sangat besar untuk Lyndon Johnson ketika ia mencalonkan diri untuk US. Senate pada tahun 1941.
Brown and Root adalah Subsidiary (anak perusahaan) dari Halliburton, salah satu Oil Service Company (perusahaan kontraktor migas) terbesar di dunia, yang salah satu CEO (presiden direktur) nya adalah Dick Cheney, yang kelak menjadi Wakil Presiden AS pada kabinet George W. Bush, yang mana Halliburton-Brown and Root memenangkan seluruh tender proyek di Irak.
Akhir cerita, 220 milyar Dollar dibelanjakan Militer AS dari anggaran pertahanan untuk perang Vietnam. Lalu pada tahun 2005, ditemukan sebuah dokumen yang berasal dari National Security Agency (NSA), yang menyebutkan bahwa penyerangan terhadap dua kapal Amerika oleh kapal perang Vietnam Utara di Teluk Tonkin tidak pernah terjadi. Suatu hal yang mirip akan terulang lagi pada 11 September 2001.
Rekomendasi bacaan:
On the Trail of the Assassins (Paperless Publishing) by Jim Garrison
Crossfire: The Plot that Killed Kennedy (Carroll & Graf Publishers) by Jim Marrs

5. Korporasi Dibalik 911
“I cannot think of a time when we have had a region emerge as suddenly to become as strategically significant as the Caspian." But the oil and gas there is worthless until it is moved.”
(Dick Cheney, Wapres AS 2001-2009)
Terjemahan: “Saya tidak menyangka Laut Caspia bisa menjelma menjadi wilayah yang sangat vital dan strategis. Namun Minyak dan Gas dari sana tidak akan berguna apabila tidak bisa dipindahkan."

Dick Cheney, mantan wakil presiden AS era George W. Bush, juga mantan Menteri Pertahanan era George H. Bush (ayah dari George W. Bush). Selama Cheney menjadi Menhan, Bush Sr. melancarkan tiga aksi militer besar: invasi ke Panama 1989, Perang Teluk 1991, dan Somalia 1992. Namun yang menarik untuk disimak adalah: Brown & Root, perusahaan kontraktor raksasa sponsor utama presiden Lyndon Johnson yang memenangkan seluruh tender proyek fisik perang Vietnam, melalui Dick Cheney, Brown & Root akan menikmati banyak lagi proyek dari Department of Defense (DOD) Pentagon.
Pada tahun 1992, melalui Cheney, Pentagon membayar Brown & Root 8,9 juta Dollar untuk penyusunan Laporan Feasibility Study “Riset & Analisa peran Perusahaan Swasta sebagai suplier Logistik untuk Militer AS di zona-zona perang”. Pada tahun yang sama, Brown & Root memenangkan tender kontrak 5-tahun dari U.S. Army Corps of Engineers (divisi teknik militer AS) untuk mensuplai logistik bagi tentara Amerika di Zaire, Haiti, Somalia, Kosovo, Balkan dan Arab Saudi.
Berdasarkan data U.S. Army Corps of Engineers, selama tahun 1992-1999, Pentagon membayar Brown & Root 1,2 milyar Dollar atas kontrak suplai logistik tersebut. Tak hanya itu, Brown & Root menerima lagi pembayaran 731 juta Dollar untuk proyek fisik di daerah Balkan, dan 100 juta Dollar untuk proyek renovasi Kedutaan AS diseluruh dunia. Feasibility Study yang disusun Brown & Root kelak akan menjadi Blueprint bagi hubungan “mesra” antara Militer AS dengan perusahaan kontraktor swasta raksasa AS, yang juga dikenal dengan istilah War profiteering (manipulasi perang demi keuntungan).
Rekomendasi bacaan:
Cronies: Oil, the Bushes, and the Rise of Texas, America's Superstate
(PublicAffairs) by Robert Bryce

Paguyuban keluarga super elit AS: Saat Bill Clinton dan partai Demokrat memenangkan pilpres, Dick Cheney meninggalkan DOD dan bergabung dengan Halliburton Co, salah satu perusahaan Oil Service Company (penyedia jasa teknik pertambangan minyak) terbesar di Amerika. Sejak tahun 1995, Dick Cheney memegang jabatan CEO (presiden direktur) di mega korporat yang berbasis di Texas tersebut. Pada tahun 1998, dibawah pimpinan Cheney, Halliburton melakukan merger (penggabungan perusahaan) dengan Dresser Industries, yang juga Oil Service Co. berbasis di Texas.
Dresser Industries, perusahaan jasa teknik pertambangan minyak, yang mana Prescott Bush (kakek dari W.Bush) menjabat sebagai Managing Director, juga tempat George H.Bush (ayah dari George W.Bush) meniti karir seusai masa kuliah. Dresser Industries adalah main-con (kontraktor utama) dari konglomerasi minyak raksasa Standard Oil milik Rockefeller. Pada tahun 1988, Dresser Ind. membeli saham mayoritas M.W. Kellog, yang juga kekuatan dominan di industri jasa pengolahan minyak, yang juga rekanan dari Standard Oil of Indiana dan Texaco. Dresser Ind. adalah salah satu kontraktor yang mendapat tender proyek Manhattan Project (pengembangan bom atom AS).
Menjelma menjadi Raksasa: Dick Cheney menggabungkan Halliburton dan Dresser Industries dengan nilai merger mencapai 7,7 milyar Dollar, menjadikan Halliburton sebagai Oil Service Co. terbesar di dunia. Tak ketinggalan Brown & Root, yang merupakan Subsidiary (anak perusahaan) dari Halliburton, juga digabungkan dengan M.W. Kellog , anak perusahaan dari Dresser Industries, menggunakan nama baru: Kellog Brown & Root (KBR), melahirkan kekuatan korporat superpower baru, yakni jaringan mesra konglomerasi minyak Texas kroni Rockefeller dengan keluarga super elit AS dinasti Bush & Cheney.

Pada Desember 2001, hanya 2 bulan dari Operation Enduring Freedom (invasi AS ke Afghanistan dengan dalih mencari Osama bin Laden), anak perusahaan Halliburton: KBR menandatangani kontrak 10 tahun dengan Pentagon untuk mensuplai Logistik bagi Militer AS dalam sebuah proyek yang bernama Logistics Civil Augmentation Program (LOGCAP). Berdasarkan keterangan dari U.S. Army Field Support Command, LOGCAP mengharuskan KBR membangun Tent Cities (kota kemah), tempat tinggal semi-permanen bagi seluruh personel militer AS selama di Afghanistan (dan nantinya Irak). Berdasarkan kontrak LOGCAP, Pentagon wajib membayar KBR sebesar 830 juta Dollar hanya pada anggaran termin pertama saja.
Salah satu Tent Citites (kota kemah) LOGCAP yang dibangun KBR adalah di Kuwait (perbatasan Irak) untuk kebutuhan invasi ke Irak, yang memberi atap ke 80.000 tentara. KBR juga mendapat lagi 118 juta Dollar melalui divisi katering-nya: Vinnell, Brown and Root (VBR), untuk suplai Logistik dan Katering bagi personel AU dan pilot Jet tempur F15 dan F16 di Pangkalan Udara AS Incirlik Air Base di Adana, Turki. Pada juni 2002, LOGCAP memberikan tambahan lagi 22 juta Dollar kepada KBR untuk memberikan berbagai macam pelayanan bagi Pangkalan Udara AS Camp Stronghold di Khanabad, Uzbekistan (basis militer terbesar AS untuk invasi ke Afghanistan).
Ikan Kakap” di Irak: Pada November 2002, beberapa bulan sebelum Operation Iraqi Freedom (invasi AS ke Irak) dieksekusi pada Maret 2003, KBR mendapat lagi tambahan 42,5 juta Dollar untuk memberikan pelayanan Logisitik di pangkalan Militer AS di Bagram dan Khandahar. Namun “ikan kakap” yang sebenarnya adalah Iraq Reconstruction Project, yang tender-nya dimenangkan Haliburton dan KBR, yakni: proyek konstruksi fisik pasca-perang terbesar dalam sejarah sejak masa Perang Dunia II.
Proyek fisik Rekonstruksi Irak ini termasuk diantaranya: pembangunan jalan sampai total 2400 kilometer, pembangunan jembatan-jembatan vital, pembangunan Pembangkit tenaga listrik sampai 15% dari total suplai listrik di Irak, dll. Pemerintah AS membayar Halliburton-KBR lebih dari 900 juta Dollar untuk Proyek “Rekonstruksi Irak” hanya pada anggaran tahun pertama saja. Pentagon juga memberikan proyek Stabilisasi ladang minyak Irak ke Halliburton-KBR senilai 1,5 milyar Dollar.
Poster & karikatur yang dimuat di media massa Amerika menyindir Halliburton, sampai papan yang dipasang di depan kantor Halliburton oleh pendemo
Kritik pedas sampai demonstrasi dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat AS terhadap tindakan war profiteering yang dilakukan oleh Halliburton-KBR yang raup keuntungan milyaran Dollar dari invasi AS ke Afghanistan-Irak, tapi apa daya, “anjing menggonggong, khafilah berlalu”. Berdasarkan laporan yang diterbitkan oleh The Financial Times, total sampai 138 milyar Dollar dibelanjakan Pemerintah AS untuk membayar berbagai Kontraktor Swasta untuk suplai Logistik, konstruksi, pengadaan, dll, yang mana Halliburton-KBR membukukan total keuntungan bersih 39,5 milyar Dollar hanya dari proyek fisik saja.
Namun Halliburton-KBR hanyalah tip of the iceberg (puncak dari gunung es yang tersembunyi di dalam laut), karena serangan teroris 911 menyembunyikan banyak "borok" yang jauh lebih busuk dari manipulasi perang demi keuntungan yang dilakukan Halliburton.
Rekomendasi bacaan:
The Halliburton Agenda: The Politics of Oil and Money (Wiley & Sons Inc) by Dan Briody
The War on Terrorism's Gravy Train: Halliburton Makes a Killing on Iraq War
(Corp Watch) by Pratap Chatterjee

Sleeping with the Enemy: Presiden George W. Bush pernah memberikan pernyataan bahwa Pemerintah AS akan membekukan aset-aset Perusahaan yang berbisnis dengan Osama bin Laden, untuk mencegah pembiayaan terorisme global, “If you do business with terrorists, you will not do business with America!”, ujarnya. Terjemahan: bila anda berbisnis dengan teroris. Anda tidak akan bisa berbisnis dengan Amerika!

Namun yang George W.Bush lupa bilang adalah..

The Carlyle Group: sebuah perusahaan Asset Management (pengelola aset), yang mencarikan solusi pendanaan untuk pembiayaan project (modal kerja) bagi perusahaan-perusahaan di Amerika, salah satunya melalui Private Equity (penyertaan modal dari investor, baik dalam maupun luar negeri). Carlyle Group membuka jalan bagi investor asing untuk berinvestasi di berbagai macam industri strategis di Amerika Serikat, memberikan solusi pendanaan untuk perusahaan-perusahaan pemilik project yang membutuhkannya. Namun yang paling menarik untuk disimak adalah Pembelian United Defense Industries.
United Defense Industries, dibeli Carlyle Group dengan nilai akuisisi 850 juta Dollar, yang merupakan penyaluran investasi terbesar yang pernah dilakukan Carlyle Group. United Defense adalah salah satu Pabrik Senjata dan Kontraktor Pertahanan Swasta terbesar, dengan produk-produk seperti: M2 Bradley Infantry Fighting Vehicle (IFV), M3 Bradley Cavalry Fighting Vehicle (CFV), dll., yang mana setelah Tragedi 9/11, Pemerintah AS belanja jor-joran unit-unit kendaraan tempur M2 & M3 Bradley tersebut dari United Defense untuk dipergunakan di Irak.

Tebak siapa salah satu Investor United Defense? Saudi Bin Ladin Group
Tebak siapa salah satu Direktur Carlyle Group? George H. Bush (Bush Sr.)


Saudi Bin Ladin Group (SBG), adalah konglomerasi industri konstruksi Arab Saudi yang dimiliki oleh Sheikh Mohammed bin Laden Sayyid, ayah dari Osama Bin Laden. SBG telah melakukan investasi di industri migas Texas, Amerika Serikat sejak tahun 1970-an. Salah satu investasi SBG adalah ke Harken Energy Corp., Dallas, Texas, dimana George W. Bush kelak bergabung menjadi salah satu Direktur pada tahun 1986, dan diberikan 212.000 lembar saham. Melalui koneksinya di White House, yakni semenjak ayahnya Bush Sr. menjabat Presiden AS pada Januari 1989, Harken Energy banyak memenangkan tender proyek “basah” dari Pemerintah AS.
Pada tahun 2003, Carlyle Group berdalih bahwa kepemilikan Saudi Bin Ladin Group di United Defense hanyalah saham minoritas sebesar 7%. Carlyle Group akui pernah menerima aliran dana 2 juta Dollar dari saudara kandung Osama yang bernama Shafiq bin Laden pada tahun 1995, namun dana berikut saham kepemilikan SBG di United Defense diklaim telah dilikuidasi dan dikembalikan pada Oktober 2001, yakni hanya sebulan setelah Tragedi 9/11. Namun yang Carlyle Group lupa bilang adalah: SBG bukan satu-satunya investor dari jaringan keluarga Bin Ladin Arab Saudi.

Pada tahun 1992, The Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN), bagian dari U.S. Justice Department (departemen kehakiman AS) menindak-lanjuti laporan atas kemungkinan tindakan kriminal Money laundering (pencucian uang) yang dilakukan oleh James Bath, sahabat karib George W. Bush dari semasa meniti karir di Texas Air National Guard (angkatan udara AS Texas). James Bath yang memiliki afiliasi dengan dinas intelijen CIA, diduga menyalurkan dana dari konglomerasi Arab Saudi ke berbagai perusahaan swasta di Amerika.
Penyelidikan ini adalah salah satu Skandal terbesar di Amerika yang melibatkan banyak politikus penting di Washington, yang bisa ditebak: berakhir di “peti es” (kasusnya menghilang tanpa jejak). Dalam sebuah kesaksian dibawah sumpah di Pengadilan Texas tahun 1992, James Bath mengakui bahwa ia menyalurkan dana dari 4 konglomerasi terkaya di Arab Saudi, yang dua diantaranya adalah: Saudi Bin Ladin Group SBG, dan Sheik Khalid bin Mahfouz yang juga masih lingkar keluarga Bin Ladin, owner dari Bank of Credit and Commerce International BCCI, sebuah bank raksasa multinasional yang memiliki cabang di 73 negara, tak terkecuali di Washington, Paris, Geneva, London dan Hongkong. BCCI telah lama dicurigai sebagai “Bank Hitam” yang memberikan layanan perbankan bagi Kartel Narkotik Medellin, TRIAD “Golden Triangle” (kartel heroin Asia), membiayai diktator Panama Manuel Noeriega, membiayai Saddam Hussein, dan tentunya membiayai operasional jaringan teroris Al-Qaeda asuhan Osama bin Laden.
James Bath juga mengakui dibawah sumpah bahwa sebagian besar investasi yang disalurkannya ke Amerika, dilakukan dengan metoda menggunakan (meminjam) nama-nya, dengan imbalan sebesar 5% dari nilai pencairan investasi. Berikut ini beberapa investasi yang diketahui disalurkan dari keluarga Bin Ladin melalui James Bath:
#1. Arbusto Ltd., perusahaan milik George W. Bush, menerima aliran dana dari Saudi Bin Ladin Group SBG, diperkuat oleh Laporan Pajak Arbusto, yang mana James Bath memiliki 5% saham,
#2. Harken Energy Corp., perusahaan yang mana George W. Bush menjabat menjadi Direktur, dan memegang 212.000 lembar saham, juga menerima aliran dana dari Saudi Bin Ladin Group,
#3. George W. Bush, menerima aliran dana berupa pinjaman sebesar 25 juta Dollar dari Union des Banques Suisses, sebuah Bank di Swis yang sebagian sahamnya dimiliki oleh BCCI,
#4. Aliran dana dari SBG dan BCCI juga diketahui diterima oleh Worthen Banking Corporation, Arkansas, dan Main Bank, Houston, Texas yang mana kedua bank tersebut kemudian memberikan pinjaman sebesar 1,4 juta Dollar ke George W. Bush pada tahun 1990.

yang George W.Bush lupa bilang adalah..
Sheik Khalid bin Mahfouz (bos BCCI) adalah salah satu investor terbesar
Carlyle Group & sumber dana akuisisi United Defense.

Tidak hanya itu, Khalid bin Mahfouz juga mengalirkan dana ke Caterair, sebuah maskapai penerbangan anak perusahaan dari Carlyle Group, yang mana George W. Bush juga memiliki saham disitu. Akhir cerita, United Defense-Carlyle Group membukukan keuntungan 13,5 miliar Dolar dari penjualan berbagai macam persenjataan (termasuk M2 & M3 Bradley) untuk kebutuhan di Afghanistan dan Irak, yang dibayar militer AS dari anggaran pertahanan.
Rekomendasi bacaan:
House of Bush, House of Saud: The Secret Relationship Between 
the World's Two Most Powerful Dynasties (Scribner) by Craig Unger

Pada pagi na’as 11 September 2001, saat dunia terbelalak tak percaya melihat dua pesawat ditabrakan ke menara kembar World Trade Center, di hotel Ritz Carlton New York tak jauh dari WTC, tengah berlangsung investor conference yang diadakan oleh Carlyle Group. Dalam pertemuan tersebut hadir Bush Sr. dan Shafiq bin Laden (saudara kandung Osama). Berita pertemuan ini telah dilansir oleh beberapa media kredibel di Barat, yakni: Washington Post 16/3/2003, Observer 16/6/2002, dan London Times 8/5/2003.
Tidak akan ada yang tahu apa yang dibicarakan oleh Bush Sr. dan Shafiq bin Laden di Ritz Carlton saat menara kembar WTC runtuh, tapi satu hal yang pasti, Mustahil administrasi Bush dan Pemerintah AS tidak mengetahui lingkar keluarga Bin Ladin membiayai aksi teror Osama & Al-Qaeda. Pada tahun 1999, investor Carlyle Group, Khaled bin Mahfouz (bos BCCI), diketahui mengalirkan dana 10 juta Dollar langsung ke rekening Osama bin Laden. Dana sejumlah 3 juta Dollar dari rekening Khaled bin Mahfouz di National Commercial Bank juga diketahui ditransfer ke Capitol Trust Bank New York, didepositokan ke rekening Yayasan Islamic Relief dan Bless Relief, yayasan yang masuk “Daftar Hitam” CIA karena dicurigai mendukung secara finansial dan membiayai aksi terorisme global al-Qaeda.
Transaksi Pasar Modal Mencurigakan: berdasarkan artikel "Stocks Inquiry: Millions of shares sold before disaster” by James Doran yang dimuat oleh Majalah Times, beberapa praktisi Pasar Modal menemukan transaksi sangat mencurigakan yang terjadi di Wall Street (Bursa Efek New York) tepat sebelum terjadinya serangan 11 September, keanehan tersebut adalah tingginya transaksi Put Option yang dibeli 3 hari sebelum serangan.

Put Option adalah transaksi pasar modal yang bertaruh harga saham akan turun pada waktu yang disepakati. Misal: A menggunakan Put Option jual saham kepada B pada harga X dengan jangka 1 bulan. Setelah 1 bulan, B wajib bayar saham tsb ke A dengan harga X, dan apabila harga saham hari itu turun lebih rendah dari X, maka A menikmat keuntungan dari selisih harga.

Anehnya, tingginya pembelian Put Option hanya pada dua saham Maskapai yang pesawat-pesawatnya digunakan teroris untuk menabrak menara kembar WTC dan Pentagon, yakni: American Airlines dan United Airlines. Seolah-olah segelintir orang telah mengetahui bahwa sesuatu yang kontra-produktif akan menimpa kedua Maskapai tersebut. Tak hanya itu, Put Option dari Morgan Stanley dan Dean Witter, dua perusahaan yang berkantor di lantai 22 gedung WTC juga diborong beberapa hari sebelum serangan.
Dan tentunya harga saham kedua Maskapai tersebut benar-benar anjlok setelah Tragedi 9/11, dan memberikan keuntungan juta-an Dollar bagi para pemegang Put Option. FBI memiliki Join-Ops (operasi gabungan) dengan SEC (Bapepam AS) yang memonitor secara rutin pergerakan pasar modal, terutama anomali transaksi dan indikasi penyimpangan. Namun tidak ada satupun dari pembeli Put Option tersebut yang dipanggil (apalagi ditindak), bahkan tidak pernah disinggung dalam Laporan 9/11 Commission.
Larry Silverstein, konglomerat owner dari Silverstein Properti & Developer membeli gedung menara kembar World Trade Center hanya dua bulan sebelum Tragedi 9/11, dan mendapatkan santunan dari Asuransi gedung sebesar 4,9 milyar Dollar. Kebetulan?
6. Kejanggalan-kejanggalan 911
Federal Emergency Management Agency (FEMA), sebuah instansi pemerintah AS yang beroperasi dibawah US Homeland Security, memiliki tanggung-jawab sebagai koordinator dalam situasi terjadinya bencana di wilayah AS, baik oleh alam maupun manusia, menerbitkan sebuah Manual (buku panduan) yang berjudul “EMERGENCY RESPONSE TO TERRORISM: SELF-STUDY” pada tahun 1997, dengan cover (sampul depan) bergambar gedung menara kembar World Trade Center (WTC) New York, yang mana pada North Tower (menara utara) diberikan Target teropong senapan. FEMA menerbitkan panduan ini 4 tahun sebelum terjadi serangan Teroris ke menara kembar pada 11 September 2001.
Pada September 2000, para think tank (cendikia) neo-konservatif terbaik Amerika, yang terdiri dari: Dick Cheney, Donald Rumsfeld, Paul Wolfowitz dan Jeb Bush (saudara kandung Presiden George W. Bush), menulis sebuah Laporan yang berjudul “Project for the New American Century”, berisikan rekomendasi bagi pemerintah AS untuk meninjau ulang kebijakan pertahanan dan kebijakan luar negeri, pendayagunaan kekuatan militer, dan pendaya-gunaan sumber daya untuk milenium baru. Salah satu paragraf dalam Laporan tersebut berbunyi:

the process of transformation, even if it brings revolutionary change, is likely to be a long one, absent some catastrophic and catalyzing event – like a new Pearl Harbor.” Terjemahan: proses transformasi, meskipun revolusioner, akan berlangsung lambat tanpa hadirnya sebuah musibah besar yang menjadi “picu”, bagaikan Pearl Harbor baru.

Tragedi 9/11 meminta kita untuk mencerna kejadian pada pagi na’as 11 September, 19 orang Arab bersenjatakan pisau cutter pemotong karton, membajak 4 pesawat komersial dan menerbangkan raksasa angkasa tersebut selama 1 jam 45 menit, melewati zona angkasa yang paling terproteksi oleh Angkatan Udara dengan sistem radar pertahanan tercanggih di dunia, yang mampu mengirimkan skuadron jet tempur dengan kecepatan 3000 km/jam yang dapat menembakkan rudal-rudal berpanduan laser super akurat yang mampu menghancurkan sasaran sebesar koin berkilo-kilometer jauhnya,
Laporan penyelidikan 9/11 Commission yang disusun oleh Pansus Congressional Joint Enquiry, menceritakan episode kebingungan petugas FAA membaca radar, miskomunikasi, SOP (Standar Operasi Prosedur) pangkalan militer yang canggung, dan ketidak-pastian Rules of Engagement (aturan main) rantai komando militer. Seolah menggambarkan seluruh pejabat & perwira militer yang bertugas pada pagi itu adalah para mahasiswa yang sedang magang.
SOP pertahanan zona angkasa AS dilakukan melalui koordinasi erat, ketat, dan tegas antara dua instansi, yakni: Federal Aviation Administration FAA (badan administrasi penerbangan AS) dan North American Aerospace Defense Command NORAD (komando militer pertahanan angkasa AS). Petugas ATC Air Traffic Controllers (pengendali lalu lintas udara) dari FAA adalah personel yang sangat terlatih, profesional, dan sangat terbiasa menghadapi layar monitor Radar yang memantau lalu-lintas angkasa terpadat di dunia. Rules of engagement dan rantai komando militer pangkalan Angkatan Udara AS dipatuhi dengan ketat dan tegas. yang mendekatkan kita kepada satu kesimpulan: telah terjadi pelanggaran SOP berat pada pagi na’as 11 September.
Peta atas kiri: lokasi FAA Control Center (pusat kendali FAA). Peta atas kanan: Pangkalan AU NORAD. dapat kita lihat dengan jelas FAA New York lokasinya cukup dekat dengan NORAD Langley dan Otis
Cerita resmi pemerintah AS: Pada Laporan 9/11 Commission, berdasarkan keterangan dari petugas ATC, skenario pembajakan pesawat telah disadari pada jam 8:15, yakni 30 menit sebelum pesawat pertama ditabrakan ke North Tower pada jam 8:46 pagi waktu Amerika. Lalu disebutkan bahwa pangkalan AU NORAD menerbangkan jet tempur untuk mencegat baru pada jam 8:53, yakni 38 menit setelah petugas ATC menyadari situasi pembajakan.
FAA memiliki 22 Control Center (pusat kendali lalu lintas udara), lebih dari 26.000 petugas ATC, 400 Control Tower (menara kendali lalu lintas), 195 Radar yang memantau setiap milimeter zona angkasa AS, belum termasuk 34.000 sistem monitor, komunikasi dan navigasi tercanggih di dunia, bekerja non-stop 24 jam 7 hari. Setiap petugas ATC memiliki akses ke fasilitas radar canggih Terminal Radar Approach Controls (TRACON) yang memantau pergerakan setiap pesawat dari mulai lepas landas sampai jarak sejauh 30 kilometer, yang kemudian diserahkan-terimakan kepada Petugas ATC pada zona angkasa berikutnya yang juga sedang menatap layar monitor Radar TRACON-nya. *)

*) berdasarkan data dari FAA REPORT: Administrator’s Fact Book dated July 2001

Pada pagi na’as 11 September, 4 pesawat yang dikuasai para pembajak masuk dalam pantauan zona angkasa FAA regional: Boston Center, New York Center, Cleveland Center, dan Indianapolis Center (wilayah berwarna kuning pada peta diatas), yang mana setiap Control Center tersebut menjalin komunikasi dan koordinasi erat antara satu dengan lainnya.
Berdasarkan SOP FAA: setiap pesawat, baik komersial atau jenis apapun, yang lepas landas ataupun memasuki zona angkasa AS, wajib mengikuti Flight Plan (rute terbang), yang mana setiap Flight Plan memiliki Fix Points (titik-titik koordinat), yang mana setiap pesawat wajib terbang mengikuti koordinat tersebut demi keamanan di udara. Ketika sebuah pesawat melenceng keluar dari Fix Point, Radar seketika memperingatkan Petugas ATC, yang akan segera menghubungi Pilot melalui Radio dan meminta Pilot untuk kembali ke rute terbang. Apabila Pesawat bersangkutan tidak menurut, Petugas ATC saat itu juga wajib melapor ke FAA Control Center, yang akan meneruskannya ke Pentagon National Military Command Center (NMCC), yang akan memerintahkan NORAD untuk memberangkatkan jet tempur, yang mana seluruh prosedur dapat dilakukan dibawah 15 menit atau yang dikenal dengan permanent 15-minute alert (siaga permanen siap cegat dalam 15 menit).
Air Power Against Terror: America's Conduct of Operation Enduring Freedom
(US National Defense Research Institute) by Benjamin S. Lambeth:

Komando pertahanan angkasa NORAD memiliki 7 pangkalan berstatus siaga, dengan masing-masing 2 jet tempur dalam status permanent 15-minute alert (siap cegat 15 menit), dengan total 14 jet tempur tersebar di 3 sektor regional, yang mana zona angkasa New York masuk dalam sektor Northeast Air Defense Sector (NEADS) yang memiliki 4 jet tempur, yakni: dua jet tipe F-15 Eagle di Otis Air National Guard Base, Cape Cop, Massachusetts, dan dua jet tipe F-16 Fighting Falcon di Langley Air Force Base, Langley, Virginia, yang mana jet-jet tersebut dalam status permanent 15-minute alert.
Kronologis kejadian: Berdasarkan Laporan 9/11 Commission, Pesawat American Airline kode Flight 11 tidak menjawab komunikasi Radio Petugas ATC pada jam 8:15 (lihat gambar bawah). Lalu FAA Control Center melaporkan situasi tersebut ke Komando Pertahanan NORAD pada jam 8:37. Pesawat Flight 11 menabrak North Tower (gedung 1 WTC) pada jam 8:46. Kemudian 2 jet tempur F-15 baru mengudara dari Otis Air National Guard Base pada jam 8:53, membutuhkan waktu total 38 menit terhitung dari Flight 11 tidak dapat dihubungi oleh Petugas ATC.
Kejanggalan cerita ini adalah:
#1. Selain memutuskan komunikasi, para teroris juga mematikan Transponder (alat pengirim sinyal identifikasi pada pesawat) saat membawa pesawat Flight 11 keluar jalur, yang seharusnya mempercepat pengambilan keputusan untuk melapor ke NORAD. Namun FAA seolah tidak terburu-buru untuk melakukan laporan.
#2. FAA Control Center baru melaporkan situasi pembajakan ke NORAD pada jam 8:37, butuh waktu 22 menit (hampir setengah jam) terhitung dari Petugas ATC tidak dapat menghubungi pesawat Flight 11 yang melenceng dari jalur pada jam 8:15. Terlalu lambat untuk SOP FAA yang mengharuskan FAA menghubungi NORAD detik itu juga, atau paling lambat pada 8:16,
#3. Dua Jet tempur F-15 yang pertama kali mengudara dari Otis Air National Guard Base, berjarak 250 kilometer dari WTC New York, setidaknya dapat mencegat United Airlines Flight 175, sebelum pesawat kedua ditabrakan ke South Tower pada jam 9:03. Namun entah kenapa, kedua F-15 terlambat sampai di tujuan.
#4. F-15 Eagle memiliki Top speed 2,7 Mach (2,7 kali kecepatan suara). 1 Mach = 1200 km/jam. Maka 2,7 Mach = 3.240 km/jam, yang berarti kedua jet F-15 dari Otis Airbase dapat tiba di WTC New York hanya dalam waktu 4,6 menit bila memacu kecepatan maksimum, atau dapat tiba pada jam 8:58, yakni 5 menit sebelum Flight 175 menabrak South Tower pada 9:03.
Namun kedua jet F-15 tersebut baru tiba di WTC New York 18 menit kemudian pada jam 9:11, yang berarti hanya terbang pada kecepatan 830 km/jam, atau hanya menggunakan sekitar 25% dari kecepatan maksimumnya.


Seharusnya Tragedi 9/11 masih bisa minimalisir, apabila pada pagi na’as 11 September, FAA dan NORAD berkomunikasi dan berkoordinasi cekatan sesuai dengan SOP, juga bila Pilot memacu jet tempur F-15 dengan kecepatan maksimum, maka penabrakan Flight 175 (pesawat kedua) ke South Tower WTC seharusnya masih bisa dicegah. Namun entah kenapa FAA membutuhkan waktu 22 menit untuk melaporkan Flight 11 yang telah memutuskan komunikasi & Transponder. Dan entah kenapa Pilot dari kedua F-15 memutuskan untuk tidak memacu jet tempur mereka, seolah tidak terburu-buru menuju WTC.
Penggunaan Controlled Demoliton (peledakan presisi) pada gambar atas kanan menyebabkan semburan ledakan yang khas (lihat tanda panah). Gambar atas kiri: semburan ledakan yang mirip tertangkap kamera pada gedung WTC
Banyaknya ditemukan cerita yang tidak konsisten dengan fakta di lapangan pada konten laporan 9/11 Commission (yang dapat diakses bebas oleh publik), telah memicu gelombang kritik dari berbagai elemen masyarakat dan kalangan profesional di Amerika. Insinyur teknik, ahli kimia sampai sineas lokal disana berlomba menyumbang pemikiran mereka mempertanyakan banyak hal yang dianggap tidak logis atau melanggar kaidah akal sehat dari cerita resmi pemerintah.
Salah satunya adalah karakteristik runtuh gedung menara kembar World Trade Center yang menurut analisa para ahli teknik sangat memiliki ciri khas runtuh akibat peledakan presisi menggunakan bahan peledak, seperti ditemukannya semburan ledakan (gambar atas), dan cara rubuh gedung yang bersifat sangat "metodis" (jatuh bebas tanpa hambat), yang menandakan terjadinya pelemahan terencana pada lantai-lantai bawahnya.
Gambar atas: gedung yang diruntuhkan menggunakan controlled demolition (peledakan presisi), yang runtuh secara "Metodis" (jatuh bebas tanpa hambatan), dapat dilakukan dengan cara meledakkan lantai-lantai bawahnya dengan penuh perhitungan untuk membuka jalan, menciptakan gerakan Free Fall (terjun bebas) vertikal.
Gambar atas: gedung-gedung yang runtuh alami (misal: disebabkan oleh desain konstruksi yang buruk) memiliki karakteristik runtuh acak tak berpola dengan banyak bagian dari gedung masih utuh, sangat berbeda dengan yang diruntuhkan oleh peledakan presisi yang menyebabkan gedung hancur bagaikan "bubur" disebabkan oleh peledakan yang dilakukan pada setiap lantai, seperti yang terjadi pada menara kembar WTC.
Penyelidikan atas penyebab runtuhnya South & North Tower dari gedung WTC dilakukan pertama kali oleh Federal Emergency Management Agency (FEMA), menggandeng Structural Engineering Institute of the American Society of Civil Engineers (SEI/ASCE) menerbitkan Laporan Building Performance Study (BPS) pada Mei 2002 sebagai "adendum" (tambahan pelengkap) dari Laporan 9/11 Commission, memberikan kesimpulan bahwa runtuhnya kedua menara WTC disebabkan oleh: benturan pesawat yang menyebabkan kerusakan Struktur, dan terutama oleh Api yang berasal dari Jet Fuel (bahan bakar pesawat) yang melemahkan struktur baja, kemudian menyebabkan keruntuhan.

South Tower: United Airlines Flight 175 dihunjamkan ke menara 110 lantai ini tepat diantara lantai 77 dan lantai 85, yang lalu runtuh pada jam 9:59 setelah terbakar oleh Jet Fuel selama 56 menit (1 jam).
North Tower: American Airlines Flight 77 menghantam menara 110 lantai ini tepat diantara lantai 93 dan lantai 99, yang lalu runtuh jam 10:28 setelah terbakar Jet Fuel selama 102 menit. (1 jam 40 menit)

The National Institute of Standards and Technology (NIST), sebuah Biro Pemerintah AS dibawah Departemen Perdagangan, yang memiliki wewenang dalam penetapan standarisasi industri, sains dan teknologi, juga melakukan penyelidikan terhadap penyebab runtuhnya kedua menara kembar WTC, dan memberikan kesimpulan yang mendukung Laporan BPS oleh FEMA, yakni: penyebab runtuh adalah kolom penyangga rusak oleh benturan, lalu patah akibat terbakar Api dari Jet Fuel (BBM pesawat).

Sanggahan dari para ahli:
#1. Professor Steven E. Jones, seorang Ahli Fisika berpengaruh di AS (ahli fusion energy) dari Structural Engineering Faculty (fakultas teknik struktur) Brigham Young University
#2. Kevin Ryan, seorang Ahli Fisika, Direktur dari Environmental Health Laboratories Inc. yang ditunjuk Pemerintah AS untuk meneliti komponen Baja yang digunakan pada konstruksi gedung WTC
#3. Frank Legge, PhD, seorang Ahli Kimia dari University of Western Australia
#4. Tony Szamboti, M.E., seorang Ahli Teknik, dan James R. Gourley, seorang Ahli Kimia
Para ahli di bidang fisika, kimia dan teknik diatas melakukan penelitian terhadap puing-puing reruntuhan gedung WTC, dan membawa beberapa sampel debu dari Ground Zero (TKP) ke Laboratorium untuk dianalisa, dan hasil penemuan mereka adalah: "Ditemukan bukti kandungan Nano-thermite dalam sampel debu dari reruntuhan menara kembar World Trade Center." *)
*) Open Chemical Physics Journal: Active Thermitic Material Discovered in Dust from the 9/11 World Trade Center Catastrophe by Steven E. Jones, Kevin R. Ryan, Frank M. Legge, James R. Gourley, Niels H. Harrit, Daniel Farnsworth, Gregg Roberts, Bradley R. Larsen, Jeffrey Farrer
Para ahli tersebut menemukan bukti adanya Nano-thermite (serbuk mesiu militer) di reruntuhan menara kembar WTC. Ditemukan molten metal (logam mencair karena panas) di puing-puing reruntuhan menara kembar WTC, yang merupakan bukti terjadinya peningkatan suhu luar biasa yang hanya bisa terjadi oleh reaksi eksotermik (pelepasan energi panas) oleh serbuk mesiu Nano-thermite.
Carbon Steel (baja) memiliki melting point (titik lebur) 1500 derajat Celcius
Jet fuel menghasilkan suhu 260-315 derajat Celcius di udara terbuka (open air)
Suhu api dari jet fuel tidak cukup untuk melumerkan baja struktur WTC
Data akurat dari suplier Jet Fuel ME Petroleum, spesifikasi JET FUEL tipe JET A-1 (US JET A) Internationally Standardized Unleaded / Paraffin Oil-based Fuel: Klik

Jet fuel mampu menghasilkan suhu maksimal 980°C dalam ruangan tertutup, yang mana kondisi lantai 70-90 pencakar langit WTC dengan dinding menganga sebesar badan pesawat, sama sekali tidak masuk kategori tertutup, yang membuatnya masuk ke kategori Open Air Burning (pembakaran di udara terbuka). Professor Thomas W. Eagar, Professor of Materials and Systems Engineering dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), menambahkan: kuantitas bahan bakar tidak meningkatkan suhu, namun hanya memperluas daerah penyebaran panas. Maka 38.000 liter BBM pesawat tidak serta-merta menyebabkan peningkatan suhu.
Gambar bawah: pencakar langit yang tidak runtuh oleh kebakaran hebat: The First Interstate Tower. Pencakar Langit 64 lantai di Los Angeles, AS. Kebakaran hebat mulai dari lantai 12, api melahap 5 lantai (sampai lantai 17). Baru bisa dipadamkan setelah 3,5 jam. Bila dibandingkan dengan South Tower WTC, terbakar 3,5x lebih lama, api lebih hebat, tidak runtuh.
Gambar bawah: pencakar langit yang tidak runtuh oleh kebakaran hebat: One Meridian Plaza. Pencakar Langit 38 lantai di Philadelphia, AS. Kebakaran hebat mulai dari lantai 22, api melahap 8 lantai (sampai lantai 30). Baru bisa dipadamkan setelah 19 jam. Bila dibandingkan dengan South Tower WTC, gedung terbakar 19x lebih lama, api lebih hebat, tidak runtuh.
Gambar bawah: pencakar langit yang tidak runtuh oleh kebakaran hebat: The Windsor Tower. Pencakar Langit 32 lantai di Madrid, Spanyol. Kebakaran hebat mulai dari lantai 21, api melahap seluruh lantai. Baru bisa dipadamkan setelah 24 jam. Bila dibandingkan dengan South Tower WTC, terbakar 24x lebih lama, api lebih hebat, tidak runtuh.
Peristiwa kebakaran gedung-gedung pencakar langit diatas bahkan disertakan juga dalam Laporan resmi NIST sebagai perbandingan: "therefore concluded that the fires in First Interstate Bank and One Meridian Plaza were at least as severe, and probably more severe, than the fires in WTC." Terjemahan: bersama ini menyimpulkan bahwa Kebakaran yang terjadi di First Interstate Tower dan One Meridian Plaza adalah sama hebat, bahkan lebih hebat dari Kebakaran di WTC. *)
*) NIST “National Construction Safety Team on the Collapses of the World Trade Center Tower,
(NCSTAR) vol.1-9, Final Report, page 341
Gambar atas: juga berasal dari Laporan resmi NIST NCSTAR vol.1-2, pages 222-223, pada gambar paling kiri dapat dilihat bahwa benturan pesawat tidak membuat kerusakan signifikan pada Core Structure (struktur inti), melainkan hanya merusak kurang dari 1/3 bagian Core Structure. Sedangkan pada dua gambar paling kanan, dapat dilihat bahwa gedung First Interstate Tower memiliki Core Structure yang mirip dengan menara kembar WTC.

Ada laporan Building Performance Study (BPS) yang diterbitkan biro pemerintah AS FEMA dan NIST, menyertakan analisa runtuhnya North Tower WTC oleh Profesor Zdeněk Bažant dari Civil and Environmental Engineering Faculty Northwestern University, yang berbunyi: "the kinetic energy imparted by a falling upper section onto the floor below was an order of magnitude greater than that which the lower section could support." Terjemahan: energi kinetik dari lantai atas yang jatuh ke lantai bawah, memiliki intensitas yang lebih besar daripada kemampuan lantai bawah menyangga, sehingga menyebabkan keruntuhan.
yang kemudian dikenal dengan Pancake Theory (teori surabi)
Teori ini langsung mendapat kritikan keras dari para ahli fisika seantero Amerika yang menyatakan bahwa "teori panekuk" sebagai sesuatu yang absurd karena melanggar hukum fisika Newton. Profesor Zdeněk Bažant meminta dunia untuk mengakomodir kemungkinan struktur inti menara WTC yang dalam hal ini sebanyak 80 lantai tidak sanggup menahan beban 30 lantai diatasnya. Notabene ini adalah menara WTC yang strukturnya didesain untuk sanggup menahan beban sampai 5x beratnya
Isaac Newton, layak mendapat gelar "Bapak ilmu pengetahuan" karena menjadi pelopor peneliti gejala alam dan menuangkannya kedalam rumusan yang jadi aturan baku ilmu fisika digunakan sampai hari ini. Salah satu hukumnya bernama "Newton First Law of Motion: The Law of Inertia" (Hukum Gerak inersia) yang berbunyi: "an object in motion tends to stay in motion with the same speed and same direction" Terjemahan: obyek bergerak akan tetap bergerak dengan kecepatan yang sama dan arah yang sama.

Mempersiapkan "Pengantin": Setelah Laporan 9/11 Commission rampung disusun, seluruh dokumen disimpan di National Archives and Records Administration (NARA), dan dikunci selama 4,5 tahun, sampai akhirnya dibuka untuk publik pada tahun 2009. Berikut ini adalah penyelidikan yang dilakukan oleh Mark H. Gaffney, seorang peneliti dan penulis di AS, terhadap Laporan 9/11 Commission mengenai sang teroris Hani Hanjour yang menabrakan Flight 77 ke Pentagon.
Hani Hanjour, asal Arab Saudi, mendaftar ke Sekolah Pilot Sierra Academy of Aeronautics di Oakland, Amerika pada September 1996, mengambil kursus Flight Training (pelatihan pilot pesawat), namun menghilang setelah menghadiri kelas orientasi berdurasi 30 menit pada 8 September, dan tidak pernah kembali lagi. Berita ini juga dilansir oleh beberapa media kredibel di Barat sbb: CBS 10/10/2001, San Francisco Chronicle 10/10/2001, Associated Press 10/11/2001, dan Star-Tribune 12/21/2001.
Akhir tahun 1996, Hani Hanjour mendaftar ke CRM Airline Training Center di Scottsdale, Arizona, mengambil kursus 3 bulan untuk mendapatkan Private Pilot’s License PPL (surat izin pesawat pribadi), yang mana Hani Hanjour dinyatakan tidak lulus , berita ini juga dilansir oleh kantor berita Los Angeles Times 9/27/2001. Duncan Hastie, pemilik dari CRM Airline Training Center, memberikan pernyataan mengenai Hani Hanjour, "a weak student, who was wasting our resources", Terjemahan: seorang pelajar tidak pintar yang hanya membuang-buang waktu kami.
Duncan Hastie juga menyatakan, "He was not able to fly solo in a small plane, which is equivalent to getting out of a parking space in a car and stopping.", Terjemahan: Dia (Hani Hanjour) tidak mampu mengendalikan pesawat kecil, bagaikan tidak mampu untuk keluar dari tempat parkir dan menginjak rem saat menyupir mobil. Lalu Hani Hanjour kembali menghilang, dan baru muncul lagi pada Desember 1997. Namun lagi-lagi Hani Hanjour dinyatakan tidak lulus mendapatkan PPL (izin mengemudi) single-engine aircraft (pesawat kecil bermesin tunggal). Setelah itu, Hani Hanjour menghubungi CRM Airline Training Center sebanyak 2x dalam setahun meminta pelatihan pilot pesawat komersial, namun ditolak oleh Duncan Hastie dengan alasan, "he wanted to be an airline pilot, that’s why I didn’t allow him to come back. I thought, You’re never going to make it". Terjemahan: ia ingin menjadi pilot pesawat komersial, makanya saya tidak izinkan untuk kembali, karena menurut saya dia tidak akan berhasil.” Berita ini juga dilansir oleh kantor berita sbb: Los Angeles Times 27/9/2001, Chicago Tribune 2/10/2001, dan Washington Post 10/9/2002.
Setelah ditolak CRM Airline Training Center, Hani Hanjour mendaftar ke Sawyer Aviation, sekolah penerbangan berstandar rendah di Amerika yang dikenal tidak sulit menerima murid. Wes Fult, manajer dan instruktur di Sawyer memberikan pernyataan, "He had only the barest understanding of what the instruments were there to do.", Terjemahan: Ia memiliki pemahaman sangat dasar dalam mengoperasikan instrumen pesawat. Setelah menggunakan Flight Simulator (mesin simulasi terbang) hanya sebanyak 3-4x, Hani Hanjour kembali menghilang. Wes Fult menambahkan, "he got overwhelmed with the instruments in the school’s flight simulator.” Terjemahan: ia bingung menggunakan instrumen pesawat pada mesin simulasi terbang. Berita ini juga dilansir oleh kantor berita Washington Post 15/10/2001.
Anehnya, setelah dinyatakan tidak lulus oleh 2 sekolah penerbangan (CRM dan Sawyer), Hani Hanjour mendapatkan Izin Pilot pada April 1999. FAA memberikan Airplane Multi-Engine Commercial Pilot License (izin pilot pesawat komersial) kepada orang yang tidak mampu mengendalikan pesawat kecil, dan juga tidak menguasai bahasa inggris dengan baik. Sebagai catatan: pada tahun 2001, Arizona Flight School (sekolah penerbangan Arizona) mengadukan Hani Hanjour ke FAA sebanyak 5x sehubungan buruknya kemampuan bahasa Inggris-nya, yang tidak digubris oleh FAA. Hani Hanjour juga tidak lulus ujian tulisan untuk SIM (surat izin mengemudi) beberapa minggu sebelum Tragedi 9/11.
FAA berdalih bahwa Izin Pilot pesawat komersial Hani Hanjour diberikan oleh outsourcing (pegawai kontrak) bernama Daryl Strong, yang diduga telah menerima sogokan dan meluluskan Hani Hanjour. Konyolnya, Daryl Strong yang (konon) menerima sogokan dan memberikan Izin Pilot kepada teroris yang menggunakannya untuk menyerang Amerika, tidak dihukum.
Sebuah sekolah penerbangan bernama Jet Tech, Phoenix, Arizona, pernah mempertanyakan Izin Pilot Hani Hanjour kepada FAA dikarenakan bahasa inggris-nya yang begitu buruk. Peggy Chevrette, manajer operasi dari Jet Tech melayangkan pengaduan ke FAA, "he displayed a lack of understanding of some basic concepts. I couldn’t believe that he had a license of any kind with the skills that he had.", Terjemahan: Hani Hanjour gagal menunjukan pemahaman konsep yang paling dasar. Saya tidak mengerti bagaimana dia bisa mendapatkan izin pilot, dengan kemampuan yang dia punya. 
Setelah beberapa kali Peggy Chevrette melayangkan protes, FAA akhirnya mengirimkan inspektur John Anthony ke Jet Tech, namun menyatakan tidak melihat ada masalah dengan Izin Pilot Hani Hanjour dan tidak mengambil tindakan. Anehnya lagi, Pan Am International (pemilik dari Jet Tech) menghentikan operasi dan menutup Jet Tech setelah Tragedi 9/11. Berita ini juga dilansir oleh kantor berita sbb: New York Times, dan Associated Press.
Pada 29 Mei 2001, Hani Hanjour menyewa sebuah pesawat kecil dari Teterboro Airport, New Jersey, dan terbang ditemani instruktur, namun ditolak ketika mencoba merental kedua kalinya. Sang instruktur memberikan kesaksian ke 9/11 Commission, "would not allow it again because of Hanjour’s poor piloting skills". Terjemahan: tidak memberikan izin lagi karena buruknya kemampuan pilot Hanjour.
Lalu pada tanggal 16-17 Agustus 2001, Hani Hanjour kembali mencoba menyewa pesawat dari Freeway Airport, Maryland, 32 kilometer dari Wahington. Meskipun menunjukan Izin Pilot FAA-nya, manajer Freeway Airport tetap meminta Hani Hanjour terbang bersama Instruktur. Selama dua hari terbang menggunakan pesawat kecil mesin tunggal tipe Cessna 172, instruktur Sheri Baxter dan Ben Conner melaporkan ke manajer bahwa Hani Hanjour memiliki kemampuan buruk dalam mengemudikan pesawat dan berbahasa inggris, dan berdasarkan penilaian tersebut, Freeway Airport menolak menyewakan pesawat.
Laporan 9/11 Commission menyebutkan bahwa Hani Hanjour pernah menyewa sebuah pesawat kecil tipe Cessna 172 dari Congressional Air Charter, dekat Gaithersburg airport, dan instruktur tempat tersebut yang bernama Eddie Shalev memberikan kesaksian ke 9/11 Commission yang berbunyi, "Hanjour successfully conducted a challenging certification flight supervised by an instructor, landing at a small airport with a difficult approach." Terjemahan: Hanjour sukses menyelesaikan sertifikasi terbang, mampu mendarat di lapangan terbang kecil yang punya tingkat kesulitan tinggi.

Pernyataan Eddie Shalev ini adalah satu-satunya pernyataan instruktur yang memuji kemampuan terbang Hani Hanjour, yang bertolak belakang dengan seluruh pernyataan dari instruktur lainnya,

Ketika Mark Gaffney melakukan penyelidikan terhadap siapa Eddy Shalev, Mark menemukan informasi yang ia cari pada dokumen di National Archives yang berjudul "Memorandum for the Record". Yang mana Eddie Shalev AKA Guigui Shalev tercatat sebagai anggota militer linud (lintas udara) IDF Israel Defense Force (militer Israel). Eddie "Guigui" Shalev pindah kerja ke airport Congressional Air Charters pada April 2001, bertepatan dengan kunjungan Hanjour. Ketika Mark Gaffney mencoba menghubungi kediaman Eddie Shalev di Gaithersburg, Maryland, menemukan bahwa nomor telepon yang bersangkutan telah diputus. Mark Gaffney lalu mendatangi Departemen Imigrasi AS dan menemukan bahwa VISA Eddie Shalev telah habis pada Juli 2004, dan yang bersangkutan telah pulang ke Israel.
Rekomendasi bacaan:
The 9/11 Mystery Plane: And the Vanishing of America
(Trine Day) by Mark Gaffney

Laporan 9/11 Commission meminta dunia untuk "sedikit" mengesampingkan Logika dalam mencerna cerita 19 teroris bersenjatakan pisau kecil yang membelah pintu ke ruang kemudi pesawat bagaikan ksatria Jedi di film Star Wars, lalu menerbangkan gajah angkasa bagai Tom Cruise di film Top Gun, dan pencakar langit yang runtuh oleh api pertama dalam sejarah, jet tempur yang terbang slow motion, gerakan yang melanggar kaidah hukum fisika, sampai murid penerbang gagal yang diberikan ijin mengemudi pesawat komersial raksasa, Sementara di lain sisi, fakta-fakta yang bertolak-belakang dengan cerita resmi langsung didiskreditkan sebagai "Teori Konspirasi

karena kaidah akal sehat adalah Teori Konspirasi.

Masih ingat Senator Bob Graham yang dibahas pada Bab terakhir Bagian Pertama? Mungkin sudah saatnya menyegarkan memori (siapa tau ada yang terlewat tak membacanya). Senator Bob Graham adalah ketua Senate Intelligence Committee (komite intelijen senat AS) yang melakukan penyelidikan terhadap jaringan teroris 911, dan menemukan banyak bukti atas dukungan finansial dari lingkar keluarga kerajaan Arab Saudi, yang ia tuangkan dalam Laporan 27 halaman Congressional Inquiry's Final Report tahun 2002. 
Testimoni Bob Graham: "the Bush administration and FBI blocked a congressional investigation into that relationship". Terjemahan: pemerintahan Bush dan FBI menghalang-halangi penyelidikan terhadap hubungan (Saudi & Teroris) tersebut.
Michael Scheuer, mantan kepala CIA Counter Terrorism Center (unit anti teroris CIA), memberikan pernyataan kepada Washington Post tahun 2005, "bin Laden family in the US are nearly completely off limits to US law enforcement.", Terjemahan: keluarga Bin Laden di Amerika hampir tidak bisa disentuh oleh penegakan Hukum. 
Rekomendasi bacaan:
Intelligence Matters: The CIA, the FBI, Saudi Arabia,
and the Failure of America's War on Terror
(Random House) by Senator Bob Graham