Realita yang Harus Kita Terima Dalam Menjalani Hidup

20.00 Arie Akbar 0 Comments

1. Dalam Kehidupan, Ukuran Waktu ‘Selamanya’ Itu Tidaklah Ada
Ini mungkin merupakan kenyataan yang paling mendasar tapi paling sulit dimengerti. Tiap hari kita menyaksikan atau mendengar berita kematian di surat kabar atau televisi. Tapi seringkali kamu tidak akan benar-benar sadar akan keterbatasan waktu yang kamu miliki, sampai nyawamu sendiri terancam atau menyaksikan orang terdekatmu pergi dari dunia ini. Jika telah menerima kenyataan tersebut sepenuhnya, kamu akan mengerti pentingnya memanfaatkan tiap detik yang kita miliki dengan sebaik-baiknnya.
Gunakan keterbatasan tersebut untuk terus memacu diri untuk jadi lebih baik. Jangan menyesal di kemudian hari karena terlalu banyak waktu yang kamu sia-siakan. Ingatlah bahwa kamu hanya memiliki satu kehidupan untuk dijalani, jadi jalanilah sebaik mungkin.

2. Langkah Pertama Tidak Akan Pernah Menjadi Langkah Yang Mudah 
Tapi Langkah Yang Wajib Diambil
Kamu bisa saja berhasil atau gagal menghadapi sebuah tantangan baru. Tetapi apapun hasilnya kamu akan tetap dapat belajar dari pengalaman tersebut. Namun lain halnya jika kamu bahkan tidak mengambil langkah pertama itu. Kamu tidak akan mengalami kegagalan atau merasakan kepedihan. Tetapi kamu juga tidak akan mendapatkan apa-apa. Bahkan mungkin kamu akan seringkali melihat ke belakang dan membayangkan apa yang akan terjadi seandainya kamu mengambil keputusan untuk memulai.
Maka dari itu tidak memulai atau mencoba adalah kemungkinan terburuk yang mungkin kamu ambil. Apalagi ketika keputusan itu sepenuhnya berada di tanganmu. Beranikanlah dirimu untuk mengambil langkah pertama walau dirundung rasa takut dan cemas. Karena hanya dengan langkah pertama itu kamu akan mengetahui sejauh mana kemampuan dirimu untuk menghadapi tantangan kehidupan.

3. Apa Yang Ada Di Pikiran Dapat Menjadi Sahabat Atau Musuh 
Terbesar Dalam Hidupmu
Pikiran manusia adalah hal yang sangat menakjubkan. Ada pepatah yang menyebutkan bahwa selama kamu dapat memimpikannya dalam pikiranmu, kamu pasti mampu mewujudkannya. Sejauh ini pepatah tersebut terbukti benar adanya. Bayangkan saja jika Wright bersaudara tidak memimpikan bagaimana manusia dapat terbang, mereka mungkin tidak akan menciptakan pesawat. Sebaliknya, jika dalam pikiranmu penuh dengan kekhawatiran dan ketakutan tentang hal-hal yang bahkan belum terjadi, kamu tidak akan dapat melakukan apa-apa.
Itulah kenyataan hidup yang harus terima bahwa manusia seringkali hanya sejauh pemikirannya membawanya. Gunakanlah pemikiranmu sebagai motivasi bukan justru sebagai penghalang. Maka dari itu orang mengatakan bahwa kepercayaan diri adalah modal utamamu untuk meraih berbagai kesuksesan dalam hidup. Namun jika kamu sudah kalah bertarung dengan dirimu sendiri di dalam kepalamu, kamu tidak akan dapat menang melawan apapun yang harus kamu hadapi di dunia nyata.

4. Kamu Tidak Mungkin Hidup Tanpa Mengambil Risiko Apapun
Sejak dimulai, hidupmu sendiri sudah merupakan serangkaian risiko yang saling bertautan. Keputusanmu untuk menghadapi atau menghiraukan risiko tersebutlah yang akan membedakan sejauh mana kamu dapat berkembang dalam kehidupanmu. Jadi semakin sering kamu menghindari risiko dan bersembunyi di zona amanmu, maka sebenarnya kamu juga semakin jauh dari segala pencapaian yang mungkin kamu raih dalam hidupmu.
Janganlah kamu takut mengambil risiko yang ada di depan matamu. Di balik setiap risiko pasti ada ganjarannya, baik berupa kesuksesan atau kegagalan dan yang pasti pembelajaran. Justru kamu harus mulai khawatir ketika kamu tidak lagi merasakan ketakutan itu. Mungkin itu tandanya kamu sudah terlalu lama bernaung di satu tempat. Padahal di dunia seluas ini masih banyak tempat yang bisa kamu jelajahi dan pencapaian yang bisa kamu raih.

5. Tidak Semua Hal Bisa Berjalan Sesuai Kehendakmu
Kamu tidak akan bisa mengontrol semua hal sesuai keinginanmu tiap saat. Bahkan sebenarnya jauh lebih banyak hal yang berada di luar kekuasaanmu. Sebagai manusia biasa, sesekali kamu pasti akan menemui kegagalan walaupun kamu telah berusaha sekuat tenaga. Tapi itulah kehidupan. Kita semua hanyalah sebutir pasir di hamparan gurun. Ada kekuatan yang jauh lebih besar dari kita semua. Menerima kenyataan tersebut adalah kunci pertama dalam meraih kebahagiaan.
Satu-satunya hal yang sepenuhnya berada dalam kendalimu adalah bagaimana kamu menghadapi hal-hal yang berada di luar kuasamu tersebut. Kamu hanya perlu berusaha sebaik mungkin dan meyakini bahwa semua akan jadi baik pada waktunya. Bisa jadi kegagalan yang kamu alami hari ini adalah belokan yang harus kamu ambil untuk mencapai kesuksesan yang lebih besar di esok hari. Maka janganlah kamu terjembab dalam ketidakberdayaan yang sebenarnya dialami oleh semua manusia. Segeralah bangkit dan menyongsong segala kemungkinan hidup yang mungkin menantimu di depan.

6. Ujian Terberat Hanya Akan Membawamu Ke Pencapaian Yang Lebih Tinggi
Tidak ada yang mudah dari kehidupan. Kehidupan juga tidak akan menjadi mudah seiring berjalannya waktu. Yang dapat terjadi adalah kamu akan menjadi semakin kuat sehingga kamu mampu menghadapi segala tantangan hidup dengan lebih baik. Maka janganlah berharap untuk selalu mendapatkan kemudahan dalam hidup. Dengan berharap demikian, kamu justru akan lebih sering merasakan kekecewaan.

Janganlah kamu menyerah karena merasa kesulitan. Justru anggaplah kesulitan tersebut sebagai indikasi bahwa ada kebahagiaan yang semakin besar menantimu di depan. Mak selalu siapkanlah dirimu untuk menghadapi cobaan terberat yang pernah kamu hadapi. Lalu pusatkanlah seluruh fokus dan tenagamu untuk mengatasinya. Niscaya kamu akan mendapatkan imbalan yang setimpal dengan usahamu.

7. Kamu Tidak Terlahir Untuk Mampu Membahagiakan Semua Orang
Kenyataan hidup lain yang perlu kamu pahami adalah bahwa kamu tidak bisa membahagiakan semua orang. Tidak ada satu orang pun yang bisa. Setiap orang memiliki kehidupan masing-masing untuk dijalani. Jika terlalu sibuk memikirkan pendapat dan ekspektasi yang dimiliki orang lain terhadap kehidupanmu, kamu akan kehilangan waktu berharga untuk benar-benar mencari kebahagiaanmu.

Tidak semua orang dapat memahami atau mendukung jalan yang nantinya kamu pilih menuju kebahagiaanmu. Nantinya akan ada juga orang yang memilih meninggalkanmu. Itu adalah hal wajar yang terjadi dalam kehidupan yang diisi oleh berbagai kepribadian dan pemikiran. Maka dari itu kamu harus paham jika kamu adalah orang terpenting dalam kehidupanmu sebagaimana orang lain dalam kehidupannya masing-masing.

8. Kesedihan Adalah Bagian Tak Terpisahkan Dari Jalan Menuju Bahagia
Kebahagiaan yang sesungguhnya bukan berarti kamu tidak akan merasakan kesedihan. Tapi justru menerima bahwa keduanya adalah dua sisi koin yang akan silih berganti mengisi kehidupanmu. Seberapa lama kamu bersedih atau berbahagialah yang dapat kamu upayakan. Jadi janganlah kamu terperangkap dalam kesedihanmu terlampau lama. Segeralah cari kebahagiaan dari setiap kesedihan yang kamu alami.
Walaupun saat ini kamu sedang dirundung kesedihan yang tampaknya tidak berujung. Yakinlah bahwa suatu saat di suatu tempat akan selalu ada kebahagiaan yang muncul jika kamu terus berusaha. Kesedihan hanya akan dapat menjadi hambatan yang terus membuatmu terus terjebak atau pelajaran yang akan membuatmu maju. Untungnya, semua itu ada di tanganmu. Jadi mulai saat ini buatlah keputusan untuk terus mengejar kebahagiaan walaupun tampaknya mustahil.

0 komentar: