Fakta Tokoh Utama Itu Lebih Kejam Daripada Musuhnya

20.47 Arie Akbar 1 Comments

Tokoh utama (protagonis) di film merupakan tokoh sentral yang dianggap paling benar setiap tindakannya. Sedangkan tokoh antagonis disetting sebagai pihak yang jahat dimana setiap tindakan mereka selalu salah dimata penonton. Pihak antagonis dianggap jahat, kejam dan brutal dan banyak lagi istilah untuk menggambarkannya.

Tapi kalau kita perhatikan sering tokoh protagonis bertindak sama kejam bahkan tindakannya melebihi penjahatnya sendiri. Dan tindakan mereka selalu beralasan atas nama kebenaran sehingga selalu mendapatkan simpati dari penonton. Nah ini beberapa contoh tindakan tokoh protagonis yang bisa digolongkan kejam.



MEMBUNUH TENTARA SATU BATALYON

Sering di film-film action, diceritakan sang tokoh utama mempunyai misi, biasanya menyelamatkan pacar, istri, atau temannya yang disekap oleh penjahat utamanya. Untuk menuntaskan misinya sang tokoh harus menghadapi keroco anak buah sang penjahat utama seperti tentara atau kumpulan anggota gang, dll. Dan seperti biasa para keroco-keroco itu dilibas habis oleh sang jagoan tanpa ampun, dibunuh tanpa tersisa. Demi menyelamatkan satu orang tetapi mengorbankan ratusan nyawa, Ini tidak adil.

Rambo tak pernah memikirkan anak dan istri musuh yang dibunuhnya,
karena dia sendiri juga belum menikah.


Padahal para tentara yang dibunuh jagoan itu pasti tidak semuanya jahat. Mereka hanya mencari nafkah dengan bekerja pada sang penjahat utama, dan kadang tidak tahu menahu tentang kejahatan boss mereka. Mereka pun juga mempunyai anak istri yang menanti mereka dirumah. Dan alangkah sedihnya saat mengetahui bahwa ayah dan suami mereka tercinta tewas secara konyol dibunuh atas nama kebenaran. Jadi intinya jika jagoan dalam suatu misi membunuh 50 musuh, berarti akan ada 50 anak dan wanita yang akan menjadi yatim dan janda. Alangkah kasihan.



MELEDAKKAN MARKAS MUSUH

Kadang dalam suatu skenario, sang tokoh utama harus meledakkan markas musuh, bisa berupa rumah/mansion, gedung atau camp militer, dengan tujuan menghabisi musuh dalam jumlah banyak, menghancurkan persenjataan musuh, dan lainnya. Cara meledakkannya pun macam-macam, tetapi kebanyakan dengan memakai bom plastik (C4) yang dipasang pada gudang mesiu musuh.


Saat markas musuh diledakkan, bisa saja ada office boy yang ikut jadi korban. Miris!! Padahal di camp atau gedung musuh yang meledak tersebut, bisa saja terdapat office boy, tukang kebun, janitor, ataupun tukang masak yang tak tahu apa-apa. Mereka sudah pasti mempunyai keluarga, yang menanti di rumah. Sang tokoh utama pasti juga tidak memikirkan hal ini, karena yang ada di benak mereka hanyalah membunuh musuh sebanyak-banyaknya.



KEBUT-KEBUTAN BRUTAL DI JALANAN

Adegan kebut-kebutan mengejar penjahat di jalanan kota memang sangat menjual, terlebih lagi jika melibatkan banyak mobil yang bertabrakan sampai hancur-hancuran. Sang tokoh utama demi mengejar musuhnya tak segan-segan memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi di tengah kota, tidak mengindahkan peraturan lalu lintas, sehingga mengakibatkan banyak kerusakan pada mobil lain di jalanan.



Korban dari rakyat sipil sering berjatuhan, baik nyawa maupun materi. Bagaimana jika diantara mobil-mobil yang rusak akibat aksi kebut-kebutan sang jagoan ada yang berisi anak kecil, atau bayi yang tidak berdosa yang bersama ibunya? Tentu ayah mereka akan sangat sedih dan menjadi duda jika sampai kehilangan anak dan istrinya. Atau mobil kantor / inventaris, sehingga kalo penyok bukankah kasihan sekali sopirnya harus mengganti rugi pada perusahaan? Gaji mereka akan amblas untuk mengganti kerusakan mobil.



MEMBAWA PASUKAN TAPI PASUKANNYA MALAH MATI SEMUA

Dalam menyelesaikan suatu misi, kadang tokoh utama tidak sendiri, tetapi dibantu oleh pasukan dengan tujuan mempermudah untuk menangkap penjahat Atau situasi yang tidak memungkinkan misalnya anak buah musuh yang kelewat banyak atau musuh yang dihadapi sangat kuat seperti monster alien atau zombie. Kekuatan pihak jagoan utama sangat menjanjikan dengan bantuan pasukan.

Buat apa si Ripley bawa pasukan banyak-banyak yang akhirnya mati semua?
toh dia sendiri mampu membunuh semua Xenomorph sekaligus sang ratu-nya.

Tapi apa yang terjadi? Sering pasukan yang dibawa tokoh utama malah mati semua dibantai sang musuh ataupun kalah jumlah dengan musuh. Jagoan utama pun bersolo karir menghabisi semua musuhnya seorang diri. Yang jadi pertanyaan, jika sang jagoan mampu menyelesaikan semuanya sendirian kenapa harus membawa pasukan yang ujung-ujungnya mati semua? Sekali lagi sang jagoan tidak memikirkan sanak saudara dari personel pasukan yang dibawanya tersebut. Anak, istri mereka akan menangis histeris saat tahu orang yang mereka cintai mati konyol gara-gara kebodohan sang tokoh utama.



MEREBUT ISTRI ORANG

Sang tokoh utama dalam mencari informasi tentang data-data musuhnya sering bekerjasama dengan orang dalam dari pihak pasukan musuh. Bisa dengan mantan anak buah musuh yang berkhianat, atau dengan kekasih/istri dari penjahat utama. Yang kedua adalah pihak yang paling sering dimanfaatkan oleh tokoh utama. Jagoan utama yang sangat macho dan tampan, dengan mudah mendekati istri musuhnya untuk menyusup ke dalam markas mereka atau mendapatkan sekedar akses data.

Xander merebut Yelena dari Yorgi. Tidak heran Yorgi mati-matian
berusaha membunuh Xander. Gak ada cewek lain apa?

Selanjutnya bisa ditebak, istri musuh tersebut jatuh cinta pada jagoan utama, dan keduanya menjalin asmara yang akhirnya berujung kimpoi. Ini tindakan hina sekali. Padahal sang jagoan sudah tahu bahwa wanita tersebut punya suami yang sah, dan dia dengan seenaknya merebutnya, tanpa memikirkan perasaan suami yang diselingkuhi. Tak ada tindakan yang lebih kejam selain merebut istri orang!!



MEMBUNUH PEMILIK SEBUAH PERUSAHAAN

Musuh yang dihadapi oleh jagoan utama tidak melulu psikopat sadis, monster atau residivis kambuhan, tapi juga pemilik dari sebuah perusahaan besar dengan skala global. Perusahaan sebesar itu tentu saja mempunyai banyak sekali karyawan yang mencari nafkah, menggantungkan hidup dengan bekerja disitu. Sang musuh utama yang bertindak sebagai pemilik perusahaan tentunya merupakan motor penggerak pagi perusahaan tersebut.

Keputusan James Bond membunuh Elliot Carver membuat Carver Media Group Network terancam
lumpuh bahkan bangkrut. Apa kau memikirkan nasib ribuan karyawannya, Bond?
Sang jagoan dalam aksinya dengan entengnya membunuh sang pemilik perusahaan, meledakkan gedung beserta aset-asetnya sehinga menyebabkan perusahaan tersebut lumpuh dan terancam bangkrut total. Dengan ulahnya, sang jagoan telah membuat banyak sekali karyawan yang terancam kehilangan pekerjaan. Anak istri mereka akan terancam kelaparan. Tahu sendiri kan jaman sekarang mencari pekerjaan bukan hal mudah. Sang jagoan yang sukses dengan misinya tentu saja akan mendapat kenaikan pangkat, bonus, dll dari atasannya atau pemerintah, tetapi dilain pihak membuat banyak sekali orang terancam pengangguran. Ini sangat kejam.

1 komentar: